I Love You -eh?

7 1 0

Ini kisah tragis mengenai aku dan err—pengakuan cintaku.

.

.

.

.

.


...|Today Series|...



Hari ini aku akan bertempur. Ini serius, bukan candaan siswa SMA loh. Aku sudah siap dengan senapan bunga mawar, peluru pernyataan cinta yang berkaliber cheesy. Aku juga sudah memakai tameng untuk bersiap-siap jika Naura menolaku. 


Aku akan bilang, "Desember mop! Kena kau, hahaha." Meskipun aku tahu resiko yang kupunya di hajar Naura dengan bunga. 


Atau aku akan bilang begini saja ya, "Bagaimana? Aku sudah seperti aktor belum? Ini latihanku agar masuk team teater sekolah." Tidak. Tidak. Naura mungkin akan membunuhku saat itu juga. Yah, kalau tak bisa menyelamatkan harga diri, aku hanya bisa bilang. "Aku memang tidak pantas untukmu." Ha! Naura pasti merasa bersalah  hahaha.


Jadi begini, aku sudah lama menyukai Naura. Dia gadis tercantik yang pernah kulihat, dia ramah, baik hati, dan suka sekali tersenyum. Hingga kupikir senyumnya itu seperti matahari, yang selalu kubutuhkan dan apabila tidak ada aku bisa mati di buatnya. Eww—Sumpah itu tadi menjijikan sekali. 


Uhh—tapi biasanya para gadis suka hal seperti itu. Vernon pernah mengatakan padaku; "Begini jika kau mempunyai pacar, jika kau shock melihatnya tanpa make up kau bilang saja, 'Kau sangat cantik tanpa make up' meskipun kau ingin muntah melihat wajahnya. 


Puji juga saat melihatnya memakai pakaian ketat yang membuatnya terlihat gendut, 'Kau cantik memakai apapun,' yeah walaupun kau sampai sesak napas hanya dengan melihatnya. Intinya puji saja semuanya, maka hubunganmu akan berlangsung lama." –Itu pesan Vernon. Dan kutanamkan baik-baik di otaku jika Naura menerimaku.


Lagipula pasti Naura cantik memakai apapun. Dan dia juga pastinya sangat cantik tanpa mengenakan make up.


Aku merilekskan kakiku. Di tengah aula begini hanya ada aku dan ratusan kelopak mawar romantis. Aku meminjam kunci aula dengan dalih; ada barang yang tertinggal. Padahal aku menghias ruang aula dengan kelopak bunga mawar yang kubentuk love besar. Aku berdiri di tengahnya sembari membawa buket bunga. Sederhana, tapi kupikir cukup romantis.


Jujur saja sebenarnya aku ingin melakukan hal keren lainnya, seperti ribuan balon seperti di MV Super Junior No Other, atau pohon natal di MV GOT7 Confession Love. Tapi kan menyiapkan hal begitu membutuhkan waktu dan dana yang tidak sedikit (Hey, hey, aku harus pakai logika juga)  Begini saja sudah cukup romantis (menurutku).


Jadi begini rencananya; aku telah menyelundupkan kertas ke dalam loker Naura, besar kemungkinan dia akan membuka lokernya saat istirahat. Di sana tertulis 'Ke aula sekarang. Shin Saem sedang mencarimu' memang tidak romantis sih, tapi kalau romantis nanti dia tahu aku mau menembaknya walaupun dia tak tahu siapa yang ingin menyatakan perasaannya. 

Today Series; BTSRead this story for FREE!