Spesial Chapter 9 : Perayaan Qing Ming , Aku akan pergi kemana pun kau.. (2/2)

7.9K 773 144
                                        

"pasti Kakek sedang pergi bermain kartu lagi."

ucap Xiaomi yang sudah tahu kebiasaan sang Kakek yang suka bermain kartu. Tapi ternyata tebakannya kali ini salah.

"karena hari ini hari perayaan QingMing, Kakek mu baru saja kembali dari kota untuk membeli beberapa lembar uang kertas (yang biasanya dibakar sebagai persembahan untuk para leluhur). Sekarang ia sedang beristirahat didalam. Kalian pasti lelah,ayo masuk dan istirahat dulu".

Nenek lalu membawa mereka berdua kedalam rumah. Saat Kakek melihat kedatangan mereka,ia terlihat tersenyum lebar. Ia lalu menyerahkan  uang kertas yang ia beli tadi pada Xiaomi dan Yanyan.

"hal seperti ini lebih baik jika kalian berdua yang masih muda ini saja yang melakukannya. Kami berdua sudah terlalu tua,kami tidak akan sanggup untuk berjalan mengunjungi makam leluhur"

Yanyan pun bergerak maju dan menerima uang kertas yang diberikan oleh kakek.

"baiklah Kek"

Xiaomi kini terlihat sibuk berbaring diatas sofa,ia dengan menaikan satu kakinya terlihat santai sembari memakan semangka yang sudah di sediakan oleh Nenek.

"kami baru saja sampai disini,apakah harus pergi sekarang?Bisakah kalau kami beristirahat dulu?Aku pikir para leluhur juga tidak akan keberatan. Lagipula,mendaki bukit itu pasti akan melelahkan."

Makam leluhur Xiaomi memang di bangun di daerah perbukitan. Yanyan yang melihat sikap Xiaomi tersebut dengan sengaja menginjak satu kaki Xiaomi.

"bocah ini,maaf Kek Nek dia memang terkadang suka berkata hal aneh"

Xiaomi memekik kesakitan.

"sakit!sakit! iya iya aku pergi. Kau tidak perlu menggunakan kekerasan seperti itu. Berhati hatilah jangan sampai para leluhur ku tahu bagaimana sikapmu padaku,mereka pasti akan membalas mu nanti"

Kali ini Yanyan menambahkan tenaganya lebih kuat pada kakinya yang masih menginjak kaki Xiaomi hingga Xiaomi terlihat menatapnya dengan mata berkaca kaca karena kesakitan. Xiaomi pun akhirnya membawa kantong yang berisi uang kertas tadi dan beranjak mengikuti Yanyan.

*****

Mereka berdu kini terlihat mendaki daerah perbukitan tersebut hingga ke puncak. Xiaomi sudah terlihat kelelahan ketika akhirnya mereka berdua sampai juga di puncak. Disana terlihat beberapa buah makam. Tetapi semua makan di sana hanya memiliki nisan tanpa ada tulisan apapun.Yanyan pun berbalik menatap Xiaomi.

"apa kau tahu yang mana makam leluhurmu?"

"Kau pikir aku siapa? Bagaimana mungkin aku bisa lupa denga makam leluhur ku sendiri. Kau pikir aku bodoh? Saat aku masih kecil dulu aku adalah penguasa di bukit ini!bahkan berapa banyak jumlah rumput yang tumbuh diatas sini saja aku tahu"

Xiaomi mulai mengoceh omongkosong lagi.

"Aku tanya padamu yang mana makamnya?"

Ocehan Xiaomi dari tadi tidak menjawab pertanyaan Yanyan.

"Yang itu," Xiaomi menunjuk kearah sebuah makam yang terletak di sebelah paling kanan,"Makam keluarga ku merupakan makam paling besar disini jadi mudah sekali dicari"

[Spesial Chapter] I Want To Be Your Man (Bahasa Vers) (boyxboy)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang