30

48.9K 10.6K 1.2K
                                    

"Nemenin cewe gue makan siang sama cowo lain."

Mampus.

Rae hanya bisa mengatakan satu huruf itu di dalam hatinya. Apakah ini termasuk motif perselingkuhan? Rae berpikir tidak. Memangnya salah makan bersama teman sendiri? Rae juga tak menyukai Hanbin dalam hal perasaan, kan? Jadi, kenapa kesannya Rae seperti orang yang ketahuan berselingkuh di depan pacar sendiri?

"Tae," lirih Rae pelan. "Gue cuma-"

"Gapapa. Makan aja. Gue temenin sampe selesai." Taehyung menjawab datar. Sangat datar, dengan ekspresi muka seperti orang tak niat hidup.

Hanbin menendang kaki Rae dari bawah meja, dan Rae membalas dengan tatapan tajam seolah berkata 'anjing diem dulu lo'. Hanbin berdehem, merasa tak nyaman dengan situasi tegang seperti ini.

"Bang maaf, tadi gue yang ngajakin Rae ke sini. Soalnya tadi Pak Mars nyuruh kita ngambil berkas, eh taunya-taunya berkasnya udah dianter sama istrinya ke sekolah. Terus, gue tiba-tiba laper. Jadi gue ngajakin Rae aja kesini sekalian, soalnya-"

"Yaudah, jadi masalahnya apa?" lagi-lagi, Taehyung langsung menyela ucapan orang. Hanbin mengepalkan tangannya sampai buku-buku jarinya memutih.

Ya dia kesal karena Taehyung langsung memotong ucapannya. Namun cowok itu menyembunyikan kekesalannya dengan mencoba tersenyum. Hanbin tak mau bermasalah dengan seniornya ini.

Rae garuk-garuk kepala sekarang. "Kita pulang aja, yuk?" ucap Rae pada Taehyung dan menarik ujung baju pacarnya itu.

"Makan dulu, terus pulang." sahut Taehyung menahan tangan Rae untuk tidak beranjak dari bangku.

Rae tak mengerti jalan pikiran Taehyung. Apa maksud Taehyung berkata seperti itu? Biasanya Taehyung akan marah, dan menjadi sangat dingin kalau mengetahui Rae berinteraksi dengan cowok lain selain Taehyung sendiri. Kenapa sekarang Taehyung berbeda?

"Tae." Rae memanggil sekali lagi, mencoba mengajak Taehyung pulang saja. Sementara Hanbin yang berada di depan, merutuki dirinya, kenapa harus membawa pacar orang bersamanya. Kan jadi ribet seperti ini. Tapi, memangnya salah mengajak teman makan siang?

"Makan dulu," kata Taehyung mengulangi.

"Ehm, lo makan juga nggak bang? Biar sekalian," ujar Hanbin mencairkan suasana agar Rae tidak terlalu memikirkan hal ini.

"Nggak." jawab Taehyung jutek. Hanbin merutuk lagi dalam hati. Astaga, kenapa sih Rae mau berpacaran dengan tipe seperti Taehyung? Ganteng sih, cuma...kaku! Bagaimana bisa Rae tahan dengan sikap Taehyung selama ini? Hanbin buru-buru menepis pikirannya itu kemudian menoleh Rae.

"Yaudah, pesan gih," suruh Hanbin pada Rae.

"Gue...pesan dulu, ya?" kata Rae menatap Taehyung. Hanbin mendengus. Yang mau makan siapa, yang ditanyain siapa?

Taehyung mengangguk saja kemudian Rae beranjak dari bangku ke barisan pelanggan. Rae jadi merasa bersalah telah mengikuti ajakan Hanbin ke tempat ini. Tapi mau gimana lagi, semuanya telah terjadi.

---

Sementara Rae memesan di antrian panjang, meja yang ditempati Taehyung dan Hanbin serasa mati rasa. Tak ada yang berbicara di antara mereka. Bahkan helaan napas saja terdengar saking sunyinya. Suasana tegang karena Hanbin yang terlalu segan dengan Taehyung, sementara Taehyung menahan emosinya untuk tidak meninju muka adik kelasnya itu sekarang.

Hanbin melihat gerak-gerik Rae dari meja di sudut ini. Gadis itu senantiasa berdiri, menunggu satu-satu pelanggan yang telah dilayani. Tahu begini, Hanbin jadi ingin menggantikan posisi Rae di sana. Pasti gadis itu capek berdiri. Dan lagi, dia tak akan seperti pasangan homo berdua dengan Taehyung di sudut meja ini.

My Mute BoyfriendTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang