Jauh dari bayangan

6.2K 52 3

Dengan pasrah dan malu Revan mengambil Mic dari MC ,
Revan menarik nafas panjang kemudian terpejam, Baru ingin membuka mulut, suara rich Para tamu membuat nya gugup.
'Apa para tamu tau, acara ini gagal'batin Revan Tanpa membuka mata.
Tapi kemudian suara Itu semakin ribut dan ditambah dengan tepuk tangan ia membuka matanya, dan menatap Seseorang di hadapan nya.

*•*•*•*•*•*•*•

Hay ketemu lagi di part kedua, Hehe vote yang banyak ya.
Budidayakan vote sebelum baca.
Hargai penulis.
Dari pada banyak basa basi mending langsung aja.
Selamat membaca.

"Wow...." seluruh tamu bergumam wow diselingi tepuk tangan.
Seorang wanita muncul saat tirai terbuka, gaun merah nya selaras dengan kemeja Revan.

Revan terdiam tak mampu berkata atau pun bergerak, bibir dan tubuh nya kaku.

"Wah... pengantin wanita nya menyita perhatian kita seketika" ujar divo sang MC.
"Mari lanjutkan acara" teriak MC.
Acara pun berlangsung sesuai susunan nya.

**************

Kyla pov

Seluruh tamu sudah pulang, Kini tinggal aku dan pria ini, jujur meski dia suami Ku, aku tak tau namanya.
Bagaimana cara aku untuk bertanya Sedangkan dia hanya memandang jendela selama perjalanan.

"Kau butuh sesuatu?" Tanya pria Itu dengan wajah datar.
"Tidak" jawab Ku singkat.

Setelah percakapan Singkat Itu kami kembali sunyi...

Aku dibawa ke sebuah mansion mewah dan luas. Saat kami sampai seluruh pelayan berlarian menyambut kami, Salah seorang pelayan paling tua menyambut kami tepat di muka pintu.
"Selamat datang nyonya perkenalkan saya bi elda  kepala pelayan disini, jika ada yang tidak berkenan bagi nyonya bisa laporkan pada saya." Ucap bi elda sambil membungkuk.

Aku menatap semua orang Tapi tak seorang pun berani menatap ku, apa kah pria ini sangat galak sampai sampai pelayan sebegitu patuh padanya.

"Kau tidur di kamar utama bersama ku..." ucap pria itu.
Aku mengikuti nya berjalan kami menuju lantai 2.
Kami memasuki kamar bernuansa mewah, bercat cream.

Author pov.

Kyla berjalan memasuki kamar mewah itu, Sedangkan Revan langsung menuju kamar mandi.

Setelah sekian menit di kamar mandi Revan keluar dengan handuk melilit di pinggang nya. Tubuh sexy nya terekpos begitu saja, kyla cukup takjub pada tubuh pria Itu berotot, six pack, sangat kekar dan tampan.

Harus kah aku bersyukur dapat menikahi pria sepertinya.

Revan yang merasa diperhatikan pun menatap kyla.kyla pun gelagapan kemudian berlari menuju kamar mandi.

"Tuan, ada tuan marvel datang" ujar seorang pelayan.
"Heh.. pria Itu kenapa dia datang" ujar Revan kemudian menemui marvel.

*****************

Revan pov.
Gelagat pria Itu Aneh Nampak nya ia mabuk, aku pun meminta supir ku mengantar marvel kembali.
"Aneh mabuk Tapi bisa kemari" aku Aneh pada sahabat Ku itu. Bagaimana orang mabuk masih bisa meminta taksi mengantar nya ke sebuah mansion yang di Jaga puluhan pengawal di gerbang?.

Aku terpesona saat melihat wanita Itu  keluar dari kamar mandi hanya dengan lingerie sexy berwarna biru, yang dapat mencetak tubuh nya.

Aku melihat nya berjalan dengan ragu.
"Hmm... apa gadis mu tak memiliki pakaian lain?aku hanya menemukan ini di lemari" ucap nya.
"Semua pakaian disana aku yang membelinya untuk gadis ku, agar ia gunakan untuk melewati malam Panas kami karna pakaian seperti Itu memudahkan aku untuk merobeknya." Jawab ku, bisa Ku lihat ia Sedikit mundur sambil menyilangkan tangan di dadanya.

........

Setelah mendengar kata vulgar Revan kyla memutuskan berdiri di balkon dan Revan sibuk dengan berkas di Meja nya.
"Tok... tok... tok."
"tuan muda.. nyonya muda, .. nyonya besar meminta kalian mememui nya, mereka ada di bawah." Ucap bi elda.
"Pergilah" teriak revan.

Shit kenapa mereka harus kesini.
Revan mengacak ngacak rambut nya.

Vote and comment jangan lupa💞
Sorry ya kalau amburadul. Saya tidak berpengalaman dalam menulis... mohon di maafkan

My Dear Baca cerita ini secara GRATIS!