Sepuluh

806 68 3

Chapter 10 up 👏👏👏
Check this out
⬇⬇⬇

Setelah meninggalkan Marcus begitu saja, Aiden segera memacu mobilnya pergi meninggalkan area coffee shop. Dia memutuskan untuk mencari perempuan itu di rumahnya.

Tiga puluh menit kemudian Aiden telah sampai di depan rumah perempuan tersebut. Bangunan kecil sederhana itu terlihat sepi seperti tidak berpenghuni, meskipun begitu Aiden tetap turun dari mobilnya dan melangkah menuju teras rumah tersebut.

Setelah sampai Aiden mengetuk pintunya tapi tidak ada sahutan. Aiden mengetuk sekali lagi dan masih sama tidak ada tanda-tanda bahwa pintu akan terbuka. Aiden mengetuk lagi dan masih keheningan yang di dapatnya. Hingga pada ketukan ketujuh ada seorang wanita paruh baya yang menegurnya, sehingga membuat kegiatan mengetuk pintunya terhenti.

"Cari siapa ya nak ?" tanya Ibu paruh baya tersebut kepada Aiden.

"Saya sedang mencari Angel Bu." jawab Aiden.

"Oh Angel, sudah beberapa hari ini Angel tidak terlihat." jawab Ibu tersebut.

Aiden mengernyitkan dahi bingung kemana perempuan itu pergi batinnya.

"Apa mungkin Ibu tahu Angel pergi kemana ?" tanya Aiden kemudian.

Ibu itu menjawab dengan gelengan kepala yang menandakan bahwa dia juga tidak mengetahui keberadaan Angel saat ini.

Aiden menggumamkan terimakasih dan segera pergi meninggalkan rumah Angel.

Dalam perjalanan dia terus menerka-nerka kemana kira-kira perempuan itu pergi. Memikirkan sebuah tempat yang mungkin dikunjungi oleh perempuan itu. Tapi tentu saja Aiden tidak punya ide tentang tempat yang mungkin akan dikunjungi Angel, karena kenyataannya dia tidak mengenal Angel sama sekali.

Yang dia tahu hanya informasi umum tentang perempuan itu. Memang dia mau mencari tahu hal remeh macam hobi dan kebiasaan Angel. Itu sangatlah tidak penting dan hanya akan membuang waktunya dengan percuma. Tapi dia sekarang sedikit menyesal ingat ya sedikit karena tidak mencari tahu tentang itu semua. Jika dia mencari tahu mungkin sekarang dia bisa dengan mudah menemukan perempuan tersebut.

"Sialan" dia mendesis sambil memukul kemudi mobilnya. Kemudian setelahnya Aiden hanya menekan pedal gas dalam-dalam untuk segera kembali ke kantor, sebelum mulut sialan Marcus menceramahinya tentang ketidak hadirannya dalam meeting hari ini.

👇👇👇👇👇

Hari mulai petang ketika Angel dan Odir sampai di depan rumah Odir. Mereka segera membersihkan diri dan berganti pakaian sebelum menata makanan yang tadi mereka beli di atas meja makan.

Tadi sekeluarnya dari klinik mereka memang memutuskan membeli beberapa hidangan untuk makan malam, karena waktu yang tidak memungkinkan mereka untuk memasak sendiri.

"Ngel makan dulu." panggil Odir dari arah meja makan.

"Iya" jawab Angel bersamaan dengan keluarnya dia dari dalam kamar.

Mereka makan malam dalam diam. Hanya suara dentingan sendok dan garpu yang sesekali terdengar dari kegiatan yang mereka lakukan.

"Ngel jadwal kamu ke klinik lagi kapan ? Nanti biar aku temenin lagi" tanya Odir memecah keheningan diantara mereka.

"Nggak usah. Aku bisa pergi sendiri kok." jawab Angel terlampau cepat sehingga membuat Odir merengut sebal.

"Kok kamu kayaknya nggak mau banget ya aku temenin." sahut Odir sambil mengerucutkan bibirnya.

RevengeBaca cerita ini secara GRATIS!