============================
Ini model name tag buat peserta seleksi.
Punya Chloe
----------------
Kartu peserta seleksi beasiswa FA
Nama : Cyntia Chloe
Kelas : 10.2
No. Seleksi : 39
Sihir (tingkatan) : Pengendalian (2), bertarung (2)
----------------
Punya Crystal
----------------
Kartu peserta seleksi beasiswa FA
Nama : Crystal Fernanda Frinza
Kelas : 10.2
No. Seleksi : 37
Sihir (tingkatan) : musik (1)
----------------
Punya Lyra
----------------
Kartu peserta seleksi beasiswa FA
Nama : Lyra Croscent Frozt
Kelas : 10.2
No. Seleksi : 35
Sihir (tingkatan) : memasak (1)
----------------
============================
"Hai gaes," teriakku dari depan kelas, lalu berjalan mendekati mereka.
"Kemaren Lyra sekarang kamu yang teriak-teriak," oceh Crystal.
"Biarin, mulutku juga," jawabku usil.
"Btw, kamu ngapain bawa gitar?" tanya Lyra padaku.
"Hm kemarin malam aku ada kepikiran untuk menampilkan sihir musik," jawabku enteng.
"Heh jangan dong, kamu mau buat aku ngak masuk FA!?" tanya Crystal kesal.
"Lah kan yang masuk bisa dua orang," jawabku usil.
"Serah kamu deh," jawab Crystal kesal.
"Idih langsung ngambek," ucap Lyra.
"Ih biarin," jawab Crystal.
"Hahaha aku cuma bercanda kok, aku bawa gitar biar kamu bisa pakai pas seleksi," ucapku tidak mau Crystal tambah marah.
"Serius?" tanyanya tidak percaya.
"Serius, kalau ngak mau nggak masalah kok, aku taruh di pos satpam aja," jawabku.
"Eh jangan gitu dong, aku pake kok," Crystal mencoba merayuku.
"Ya udah tapi bawa sendiri ya, nih," ucapku sambil memberikan gitarnya.
***
"Ly, Crys mau ngambil HP dulu atau beli minuman dulu ?" tanyaku pada mereka berdua saat sedang merapikan tas.
"Beli minum dulu aja deh, ntar kayak kemaren keburu rame," usul Crystal.
"Boleh boleh aku juga sudah haus banget, lagian anak-anak cewek kebanyakan langsung ambil HP jadi ruang guru pasti rame kayak kemaren," oceh Lyra.
"Iya, aku juga ngak mau desek-desekan lagi," ucap Crystal mengiyakan pendapat Lyra.
"Ok deh," jawabku singkat.
***
"Siang anak-anak, bertemu lagi dengan saya. Bagaimana yang sudah seleksi apakah masih deg-degan lalu bagaimana yang sekarang gilirannya seleksi? Ayo semangat! Tunjukkan kalau kalian tidak kalah dengan yang kemaren. Saya selaku kepala sekolah FA bangga kepada kalian, kalian sudah sekolah di tempat dengan pendidikan yang berat tapi kalian bisa mempelajari sihir sendiri di rumah. Ya sudah sekian dari saya, semoga kalian bisa mendapat beasiswa FA, terima kasih dan selamat siang," kata sambutan dari kepsek FA seperti biasa panjang dan lebar.
KAMU SEDANG MEMBACA
Fairy Academy
FantasyChloe, seorang cewek dengan kekuatan terpendamnya yang bersekolah di sebuah sekolah biasa. Dia adalah cewek yang tidak terkenal karena nilainya yang biasa di semua bidang. Tapi semua itu berubah saat dia mendapatkan sesuatu dan jati dirinya terpaks...
