Chapter 122: Pengunjung

2.5K 156 30

"Cih, dasar sialan!" (Judom)

Judom berteriak ke arah Rudolf.

"Oi, Rudolf! Sadarlah!" (Judom)

Tubuh Rudolf yang tadinya kaku pun mulai bergetar.

"HAAAA GAAA! LAAAAPAAAAAR!" (Rudolf?)

TL note: kasih dia S〇ckers :v

Tubuh raksasanya membuat suara berdecit saat bergerak. Dia pun mengambil seorang prajurit di dekatnya dengan satu tangan dan-

Pemandangan yang sangat mengerikkan. Dia memasukkan kepala prajurit itu kedalam mulutnya. Perut si raja mengejang dan bergetar beberapa kali lalu berhenti. Melihat itu, wajah semua orang menjadi pucat.

"KUUUUURRRRRAAAAAAANG! Lagi! LAAAGIIII!" (Rudolf/Monster?)

Dia mengambil siapapun yang bisa dia ambil dan membuat mereka menjadi pelampiasan nafsu makannya yang tidak bisa habis.

"A-Apa yang kau lakukan, Rudlf??!!" (Judom)

Teriakan Judom tidak mencapai ke telinganya. Karena tidak ada pilihan, Judom pun mencoba menghentikannya, namun No.03 menghalanginya.

"H-Hiiiii! Ya-Ya-Ya-Yang Mulia! I-I-I-Ini saya! Dennis!" (Dennis)

Karena kakinya sudah lemas dan tidak bisa menopangnya, Dennis merangkak ke belakang dengan panik. Namun tetap saja Rudolf memperhatikannya.

"De.... ni... s?" (Rudolf/Monster?)

"Be-Be-Betul! Pengikut setia anda! PM Deniss!" (Dennis)

Saat berpikir kalau Rudolf mengingatnya sesuatu Dennis tersenyum. Namun-

Bun!

Dennis mencoba menggerakkan tubuhnya ditengah genggaman kuat monster raja tersebut. Namun dia mendengar suara retakan yang tidak menyenangkan dari seluruh tubuhnya.

"Ga... bo... gi... obu..." (Dennis)

TL note: suara apa ini? --"

Tubuh Dennis pun terlihat sedang menjerit kesakitan bersamaan dengan kepalanya yang dilepas dari tubuhnya. Judom terus mewaspadai No.03 yang ada di depannya sambil terus memanggil Rudolf agar dia kembali sadar.

Nom!

PM Dennis pun masuk ke dalam perut Rudolf. Sejujurnya itu adalah akhir yang sangat tidak dramatis untuknya. Untuk menyelamatkan PM mereka, para prajurit yang berada di dekat situ pun mencoba menyayat Rudolf dengan pedang mereka, namun tentu saja itu tidak berefek apapun.

Tidak, sebenarnya itu memiliki efek yang membuat monster itu makin marah. Rudolf pun membuka mulutnya besar-besar dan mengeluarkan sebuah tembakan yang mirip laser.

TL note: wth? :'v

"A-Apa?!" (Prajurit)

Karena serangan yang kuat dan cepat serta mendadak itu, empat dari lima orang yang menjadi sasarannya menjadi korban.

Yang satu terkena serangan dan setengah bagian atas tubuhnya menghilang, lalu ada pula yang kedua tubuhnya terpisah sama rata. Ada pula yang hancur sepenuhnya, namun ada pula yang hanya mendapat luka gores. Walaupun hanya luka gores, namun lukanya membuat lengan kirinya tidak bisa digunakan lagi.

TL note: goresan macam apa ini? --" 

Karena situasi yang sangat menyulitkan tersebut, para tentara yang tersisa mulai panik dan kabur.

Konjiki no Wordmaster - Arc 3: Perang Antar RasBaca cerita ini secara GRATIS!