Chapter 121: Raja yang Berubah

2.7K 158 21

Mohon maaf atas keterlambatannya.

Beberapa hari yang lalu laptop rusak --" karena hp belum smartphone, jadi agak susah mau ngerjain.

Mungkin baru beli laptop baru minggu depan jadi... mohon maaf atas ketidaknyamanannya.

Sekian dan selamat membaca

________________

Gabranth tersebut tertawa sepenuh hati sambil memerintahkan pasukannya mundur. Menyaksikan ini, Kiria melihat Rudolf dan bertanya.

"Apa tidak apa kalau mereka pergi? Bukankah dia pemimpin aliansi?" (Kiria)

"Hmph! Itu hanya gelar. Lagipula kalau aku mengatakan sesuatu padanya sekarang, dia tidak akan mendengar." (Rudolf)

Setelah melihat para Gabranth sekilas, Rudolf menatap Kiria.

"Selain itu juga, ada terlalu banyak hal tidak terduga." (Rudolf)

"Benar. Aku terkejut dengan perbuatan Judom Lankars. Kurasa tindakan pencegahan yang lebih besar memang dibutuhkan. Berkat dirinya ada banyak hal yang harus aku perbaiki." (Kiria)

Terutama gara-gara bocah berjubah merah itu pikir Kiria.

"... lalu skenarionya?" (Rudolf)

"Tidak perlu khawatir. Kita gagal melaksanakan tujuan utama kita untuk membunuh Maou, tapi..." (Kiria

"Oi, Rudolf." (Judom)

Judom menginterupsi percakapan mereka.

"... jadi kau masih di sini ya, Judom." (Rudolf)

"Siapa gadis itu? Pada awalnya dia seperti pembantu Maou, namun dia hebat karena bisa membodohi Aquinas selama ini." (Judom)

Untuk membodohi Aquinas yang Hiiro akui sebagai makhluk yang luar biasa, Kiria memang sangatlah hebat. Terutama dalam hal spionase.

"Tentu saja. Yang biasanya ada di sampingnya bukan aku." (Kiria)

"... apa?" (Judom)

"Terlebih lagi sebelum kita datang ke mari yang selalu bersama Maou adalah aku yang lain." (Kiria)

Judom hampir mengira Kiria yang mengatakan hal aneh itu dengan wajah datar sedang bercanda.

"A-Apa maksudmu?" (Judom)

"Saat ini No.05 mungkin sedang bersama Master." (Kiria)

"Zero-Five? Setelah aku ingat-ingat, kau menyebut dirimu semacam itu sebelumnya. Apa maksudnya itu? Apakah ada yang seperti dirimu yang lain?" (Judom)

"Benar. Selain diriku ada..." (Kiria)

"Kau terlalu banyak bicara, No.03" (???)

Semua orang melihat ke arah sumber suara itu. Disana ada orang yang sama seperti Kiria.

(Wajahnya sama... apa dia termasuk kembarannya? Hawa kehadirannya tidak ada...) (Judom)

Judom meningkatkan kesiagaannya terhadap Kiria yang baru saja datang dan mendekat tanpa disadarinya.

"Kau memang model kelas pertempuran. Kekuatanmu memang hebat namun pikiranmu sangat dangkal. Bisa dibilang kau adalah yang paling bodoh, atau mungkin kau terlalu jujur." (???)

Dia berjalan ke arah Kiria.

"No.02, mengapa kau ke sini? Bagaimana dengan No.05?" (K03)

"Dia sedang bersama Master. Alasan mengapa aku datang ke mari adalah karena ditakutkan kau membocorkan informasi kepada musuh dengan jujur jika kau ditanya. Seperti yang diduga, kau hampir membocorkan semuanya." (K02)

Konjiki no Wordmaster - Arc 3: Perang Antar RasBaca cerita ini secara GRATIS!