TIGA - PERSIAPAN SELEKSI ✔

62.5K 4.8K 52
                                        

Saat sudah sampai kelas.

"Hmm sia-sia deh capek-capek bawa alat musik, ternyata kita kenanya yang hari kedua," oceh Crystal.

"Hm kalian mau ke rumahku hari ini? Sekalian latihan di rumahku, biar bisa tau apa yang kurang," usulku.

"Boleh, boleh." sahut Crystal dan Lyra.

"Aku pinjam bahan di dapurmu, boleh kan???" tanya Lyra.

"Nggak," jawabku usil.

"Lah terus aku latihan gimana?" tanya nya lagi.

"Ish jangan potong orang kalau lagi bicara dong, aku tuh mau bilang NGAK MUNGKIN NGAK BOLEH," jawabku.

"Hm keluar deh usilnya."

"Biarin," ucapku sambil tertawa.

.
.
.

Saat pulang sekolah, kami segera mengambil HP di wali kelas.

"Ke kantin dulu yuk, setengah jam lagi kita mesti ngumpul juga," usulku.

"Ok, aku juga mau ngabarin sopir sama ortuku kalau aku mau ke rumahmu," jawab Crystal.

"Aku juga," jawab Lyra.

.
.
.

"Hai semuanya, kami dari Fairy Academy yang akan menyeleksi kalian, dua hari yang lalu kami membawa empat puluh orang untuk menyampaikan pemberitahuan yaitu orang orang per kelas. Sekarang kami membawa seratus orang, yaitu yang sedang berdiri di belakang saya sekarang. Agar lebih cepat saya membagi penyeleksian menjadi dua puluh menurut kelas kalian, kami akan memakai kelas kalian sebagai tempat untuk menyeleksi, tentu saja dilapisi sihir agar bangunan ini tidak retak bahkan sampai runtuh. Setiap sihir di nilai oleh orang yang berbeda. Setiap kelas memiliki lima orang yang menguasai lima sihir yang berbeda untuk menilai kalian. Seperti yang sudah ditulis, seleksi akan dilakukan selama dua hari karena terlalu banyak murid yang ikut sehingga tidak memungkinkan hanya satu hari. Setelah ini perwakilan FA yang datang kemarin akan membagi name tag sesuai kelas yang mereka datangi, disitu hanya tertera nama dan kelas, sedangkan sihir, dan tingkatan kalian isi sendiri. Terima Kasih dan selamat siang," ucap Kepsek FA panjang lebar.

Setelah kami mendapat name tag kami langsung pulang.

***

Di rumahku...

"Chloe, rumahmu besar yaaa," kata Crystal terkagum-kagum.

"Ya begitulah," jawabku.

"Ma, Pa aku pulang! Aku bawa teman-temanku," teriak ku dari pintu depan sambil membuka sepatu.

"Iya Chloe," teriak Mamaku dari ruang tengah. Setelah selesai membuka sepatu aku mengajak teman-temanku untuk ke ruang tengah.

"Ma, aku mau ijin bawa temanku ke kamar, aku mau latihan buat seleksi, ternyata seleksi nya dua hari dan kami bertiga kebetulan dapat di hari kedua," jelasku kepada Mamaku.

"Tentu saja Mama mengijinkan lagi pula kamu belum pernah membawa teman ke rumah, hm ini Lyra dan Crystal yang pernah kamu ceritakan itu?" tanya Mamaku.

"Iya, Ma nanti Lyra mau pinjam dapur beserta isinya buat latihan sihir memasak," jelasku lagi.

Fairy AcademyTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang