[33]

260K 10.9K 219

Ѯ

"Kau tahu, jika mereka baru-baru saja menjual sahamnya hampir di dua perusahaan termasuk perusahaanmu, bukan?" tanya Mr. Rudolf menatap Arka.

"Ya, Anda benar. Bagaimana Anda tahu itu?" Arka kembali bertanya.

Mr. Rudolf tertawa lantang. Arka tidak mengerti mengapa Mr. Rudolf tertawa, hanya saja dia tidak ingin berkomentar. Arka menatap Mr. Rudolf lekat, laki-laki itu sudah terlihat tua sekarang. Terakhir saat mereka bertemu, Mr. Rudolf tampak muda sebab dia mengecat rambutnya menjadi warna hitam tetapi sekarang Mr. Rudolf membiarkan uban mengubah warna rambutnya. Tetapi satu yang tidak berubah dari Mr. Rudolf, dia tetap saja berkarisma seperti saat masa berjayanya.

"Kau kira karena aku sudah pensiun dan menjadi kakek tua seperti ini, aku tidak peduli dengan kegiatan ekonomi yang kalian jalankan. Aku sudah lebih 45 tahun bekerja dalam ekonomi dan kau masih belum mengerti bagaimana permainan ini sebenarnya. Bahkan jika dibandingkan dengan kotornya permainan politik, sebenarnya perputaran ekonomi sama kotornya dengan politik. Mengapa? Karena dua bidang ini bekerja tidak sesuai yang terlihat oleh publik."

Arka mengangguk. Dia sangat mengerti apa maksud Mr. Rudolf. Saat umurnya masih 19 tahun, dikala dia masih kuliah, Arka sudah banyak mengetahui seluk-beluk ekonomi. Sebab ayahnya begitu menekankan dirinya dalam bidang itu. Saat itulah dia banyak belajar dari Mr. Rudolf. Menurutnya, Mr. Rudolf itu adalah pemimpin yang sesungguhnya. Pemimpin yang tiba-tiba jatuh tanpa ada kejahatan yang diperbuatnya. Arka dan semua orang kala itu tahu siapa dibalik jatuhnya Mr. Rudolf, tetapi Mr. Rudolf dengan bijaknya memilih mundur meskipun jika masalah itu dibawa ke pengadilan, mereka pasti menang. Tetapi Mr. Rudolf berkata jika dia sudah tidak mau lagi berkecimpung lebih lama lagi dan akhirnya masa kejayaan Mr. Rudolf berakhir tanpa jejak.

Dan mulai saat itulah, Arka mengerti bahwa dalam menguak sebuah kebenaran, dia harus menyusun rencana akan segala kemungkinan yang bisa saja terjadi selama proses menguak kebenaran itu. Dan selama itu pula, dia bersabar, dengan perlahan ia akan menguak kebenaran itu dan membawanya ke permukaan, agar semua orang tahu bagaimana kotornya dunia mereka.

"Tidak, hanya saja saya pikir anda tidak perlu bekerja keras lagi, sebab kami-lah yang akan menguak semua itu, Mr. Rudolf. Anda cukup lihat bagaimana saya akan menghancurkan mereka. Mungkin dulu saya memang masih terlalu kecil untuk membuka mulut, tetapi sekarang, mereka tidak akan bisa menutupi kebenaran itu lagi." Arka berucap.

Mr. Rudolf kembali tertawa, "Kau mengingatkanku pada ayahmu. Kau sama-sama punya ambisi seperti ayahmu. Yah, kau benar. Kami yang ciptakan dunia yang kotor itu tetapi kami membiarkan kalian yang menanggungnya. Bagaimana egoisnya kami ini."

"Baiklah Mr. Rudolf. Bisakah Anda memberikan berkas itu? Saya yakin jika Arka sangat membutuhkannya." Zoe ikut bicara.

"Aku tahu hari ini pasti akan tiba, anak muda. Tidak ada ruginya aku memilih menghilang dari dunia ini untuk menyembunyikan berkas ini, sebab aku tahu kalian akan membutuhkannya kelak." Mr. Rudolf membuka brankasnya dan mengambil sebuah memory card dan memberikannya pada Zoe.

"Aku mengubahnya menjadi file sebab keberadaannya dalam bentuk kertas terlalu beresiko untuk disimpan. Aku sudah memusnahkan yang asli dan kopian-nya ada didalam memory card itu."

Zoe menatap Mr. Rudolf penuh hormat, dia tidak menyangka orang itu akan begitu peduli dengan dunia yang sudah lama ditinggalkannya itu. Mr. Rudolf dinyatakan meninggal setelah keberadaannya tidak diketahui dua bulan setelah turunnya kekuasaannya. Banyak orang beransumsi jika dia diculik oleh kelompok yang terkait dan tidak diketahui apa yang dilakukan oleh pihak tersebut. Tetapi ternyata Mr. Rudolf bersembunyi di hutan perbatasan antara dua negara bagian. Bahkan keluarganya juga beranggapan jika Mr. Rudolf benar-benar sudah meninggal.

Lovely HusbandTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang