Chapter 10: Munculnya Ksatria Kegelapan

Mulai dari awal

“Bukankah kau adalah seorang pangeran? Dan kau adalah pemimpin ksatria bintang!” ucap Theodore sinis. “Aku ke mari hanya untuk menyaksikan pertarungan ini!” kedua tangannya menyilang depan dada. Ia duduk di atas kursi dengan begitu santai. Thor mengepak-ngepakkan sayapnya mengitarinya. Dipatukinya kepala Theodore karena kesal melihat peri itu tidak menunjukkan rasa hormatnya kepada sang pangeran. Theodore menangkis serangan-serangan kecil Thor.

Saat ia mendengar cerita Riki tadi malam di dunia mimpi tentang usaha Riki membawa Om Dony ke dunia mimpi melalui meditasi dan juga tentang batu black oval yang diceritakannya, Theodore menduga kalau Om Dony bukanlah seorang ksatria bintang. Karena tidak ada ksatria bintang yang memiliki batu pusaka black oval. Pada akhirnya ia menduga kalau Om Dony adalah samaran Darkus. Si ksatria kegelapan memang pandai dalam menyamar. Oleh sebab itu Theodore mengikuti Riki ke dunia nyata begitu ia melihat Riki tertidur di tendanya untuk membuktikan dugaannya.

“Peri macam apa kau?” sentak Riki marah. “Bukankah tugasmu membantu para ksatria bintang? Kita sama-sama memiliki kewajiban untuk melindungi dunia mimpi!” tubuhnya berkelit menghindari serangan-serangan yang dilayangkan oleh Darkus.

“Oh ya? Lalu bagaimana dengan ayahku? Mengapa ksatria bintang tidak pernah memedulikannya?” Theodore menatap Riki dingin.

“Jangankan ayahmu. Ayahku pun tidak diketahui bagaimana keadaannya!” Riki semakin murka. Wajahnya lebam terpelanting oleh Darkus. “Yang terpenting saat ini adalah menyelamatkan dunia mimpi, sebelum semakin banyak jatuhnya korban!”

Darkus telah mengarahkan tangan buntungnya untuk mengeluarkan gelombang radiasi maha dahsyat. Riki segera merunduk sebelum terkena bidikannya. Bertahun-tahun terkurung di dunia yang gelap, Darkus berhasil menyerap semua cahaya yang terdapat di dunia mimpi dan menjadikannya gelombang radiasi yang sangat membahayakan keselamatan setiap orang.

“Kurang ajar! Lagi-lagi kau berhasil mengelabuiku!” Ratu Florina muncul di saat yang tepat. Hampir saja gelombang radiasi yang ditembakkan oleh Darkus mengenai putranya. Riki terselamatkan oleh sang bunda berkat teleportasi yang dilakukan bundanya.

“Bisa-bisanya kau menipuku dengan cahaya bintang palsu yang bersinar di dadamu!” Ratu Florina begitu emosi kepada Darkus. “Maafkan aku, anakku!”

“Bunda, untung Bunda segera datang!” tubuh Riki begitu lemah.

Jutaan cacing yang menjuntai di dalam mulut Darkus tiba-tiba saja memanjang ke luar berusaha untuk menyergapnya. Tidak hanya itu cacing-cacing itu berusaha menyerap darah korbannya. Thor berputar-putar mencoba menyerang Darkus dengan patukan-patukannya. Sayang, tenaga yang dimilikinya tidak seimbang untuk melawan monster jelmaan Darkus. Tubuhnya terlempar ke lantai begitu keras. Thor menggelepar kesakitan tak mampu bangkit lagi. Sepertinya sebelah sayapnya patah.

Riki mengepalkan tangannya erat. Bagaimana pun ia harus dapat berubah menjadi ksatria bintang. Tanpa jubah dan atribut yang dimilikinya, ia tidak akan bisa melakukan perlawanan terhadap Darkus.

“Aku sengaja menjebak kalian agar aku dapat terbawa ke dalam Zona Arteal Corundum untuk menghabisi kalian di sana!” ucap Darkus terus memperpanjang cacing-cacing yang dikeluarkan dari mulutnya. Panjangnya telah mencapai tujuh meter. Ratu Florina berhasil dililitnya.

Darkus memang bodoh. Ia sama sekali tidak tahu kalau batu pusaka hanya bisa membawa satu orang saja ke dalam zona arteal. Karena itulah ia tidak berhasil memasuki Zona Arteal Corundum saat Riki membawanya melalui meditasi.

Batu emerald kembali muncul dalam genggamannya. Ia sudah tidak tahan lagi melihat pertarungan ini. Cahaya hijau yang dikeluarkan batu pusakanya berhasil mengubah wujudnya menjadi ksatria bintang lagi. “Cukup hentikan sampai di situ!” sergahnya.

Ksatria BintangBaca cerita ini secara GRATIS!