SECOND CHAPTER Part 8:Nightmare bagian 1

11 6 0
                                                  


Jangan jadi silent reader ya! Tolong menghargai author dengan vote dan komen. Author tunggu pendapat kalian.

******************************************************************************************

Start chapter~~~


Panas matahari menembus jendela rumah utama klan Rattle membuat Rei terbangun dari tidur nyenyaknya. 

Burung-burung berkicau bertenggeran di balkon luar. Melihat sang penghuni ruangan sudah bangun, mereka mengepakkan sayapnya untuk segera pergi mencari pepohonan rindang.

Pagi ini cuaca terlihat sama seperti sebelumnya, cerah berawan. Rei berniat pergi ke kamar mandinya ketika sesuatu tak terduga terjadi. 

Tanah tiba-tiba berguncang dengan hebatnya. 

Gempa berskala besar itu membuat hampir seluruh perabotan di rumah utama klan Rattle itu berjatuhan atau bergoyang kesana kemari. 

Mata Rei melotot lebar. Ia begitu kaget, bakhan tangannya yang memegang handuk pun menjadi beku. Dengan paksa, ia menyeret kakinya ke balkon sambil dengan susah payah menyeimbangkan tubuhnya yang beberapa kali hampir tergelincir. 

Suasana di luar membuat jantung Rei berdetak makin cepat. Mukanya memucat, buku-buku jarinya memutih seakan-akan baru melihat hantu. 

Pemandangan luar yang seharusnya jalanan Tawar dimana para pedagang berjualan entah bagaimana berubah menjadi halaman belakang istana. T

ubuh Rei bergetar begitu melihat sosok seorang pria, dengan rambut putih dan manik merah sepertinya sedang mengamuk dibawah sana. Baju hitamnya robek dimana-mana, membuat tubuhnya agak terekpos. 

Luka robek dan tusukan ada di sekujur tubuhnya. Daerah di bawah matanya berwarna hitam, menandakan ia tidak mendapat cukup tidur.Pria itu......

Tubuh Rei limbung jatuh ke belakang, seakan ada yang menariknya secara paksa. Rei dapat merasakan keringat jatuh bercucuran dari pelipisnya. Tidak......dia tidak mungkin.......dia tidak mungkin orang itu!! Dia seharusnya sudah mati bertahun-tahun lalu!! Apa ini? Apa ia kembali ke masa lalu? Tidak, ini memorinya?

Rei mendorong tubuhnya makin ke belakang. Dia terlalu takut untuk berdiri. Teror itu kembali menghantuinya. Gempa bumi yang mengguncang rumah utama klan Rattle tanpa terasa makin hebat. 

Langit-langit yang tidak kuat menahan goncangan ini runtuh tiba-tiba. Rei tersentak kembali ke dunia nyata begitu ia merasakan butiran debu yang berjatuhan dari langit-langit. Rei mendongak ke atas dan ia melihat puing atap yang mulai berjatuhan menimpa dirinya. Spontan, 

Rei mengangkat jarinya ke atas, lantas membentuk lingkaran imajinatif di atas dirinya, kemudian mengucapkan ,"barrier!"dengan lantang. Sesaat sebelum puing atap menimpa dirinya menjadi gepeng, lingkaran sihir dengan pola rumit muncul tepat diatas dirinya. Karena lingkaran itu melindunginya, Rei menjadi tidak terluka sedikit pun. 

Debu-debu yang berterbangan di sekelilingnya membuat jarak pandang Rei menjadi terbatas. Setelah beberapa detik, akhirnya Rei bisa melihat sekelilingnya dengan leluasa. Tapi pemandangan ini bukanlah yang Rei harapkan sama sekali. Rumah utama klan Rattle tiba-tiba menghilang entah kemana, kini ia berada di sebuah ruangan yang gelap......bawah tanah?

 Rei melihat sekeliling, tempat yang kelihatan ruangan bawah tanah ini situasinya kurang lebih sama seperti di taman istana, hancur seperti kapal pecah. Dilihat dari palang besi yang berada si sekitarnya, Rei asumsikan bahwa tempat ini semacam penjara bawah tanah. Entah kenapa situasinya benar-benar familiar dengan.............

The Ascension Of The Wreis (Abandoned)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang