April

Post Operation Day 3

Being stuck in bed all say for me is not a good thing, when my collagues try to save some lifes. Me? Lying down in bed and couldn't do anything at all. It sucks. I hate being sick. I need to do something.

"Luka nya udah bersih kok, gak usah ada buka jaitan...so, you can finally discharge from hospital." Bima merapatkan perban anti air di daerah bekas luka gue. "Sama Bil pulangnya?"

"Iya, nebeng temennya Bil yang nanti dateng."

Gue melihat Kaisar menyipitkan pandangannya, "Temennya Bil? Siapa?"

Bima ikut-ikutan. "Temennya Bil...jangan-jangan Zikri?"

I rolled my eyes. "Emang kenapa kalo Zikri? Please, gak usah jadi satpam gue gitu. I'm a grown up girl and I'm single."

Tak urung, satu biji kacang dilempar Kaisar tepat mengenai kepala gue. "Zikri lebih parah dari Rakha ya,"

"Gak." Gue bangun dari tidur dan duduk di ujung kasur. "Zikri tuh cuma gaya hidupnya aja yang jelek tapi dia gak pernah...gak pernah kaya Rakha pokoknya. Tapi Rakha kaya gitu juga ada alasannya,"

Kaisar berdiri. "Fine. Zikri is a good guy, but I'm not letting you to get closer to him and so does Bima. Kalo Rakha, gue gak peduli. Dia kecebur di Samudra Atlantik aja sekalian."

"Dih. Bitter."

Kaisar berdiri menghampiri gue, "Gue sama Bima yang ngejagain lo selama ini, kita gak bakal segampang itu 'ngasihin' lo ke orang lain. Ngerti?"

"Gue berasa punya abang 4," Gue mencibir. Kaisar selalu selebay itu, meanwhile Bima masih agak woles dikit walau kadang bakal lebih cerewet daripada Kaisar. Mereka berdua itu kadang manis tapi kadang pengen gue gampar pake high heels.

Kaisar membantu gue berdiri. Walaupun kemaren udah naik turun tempat tidur, tapi pergerakan gue masih terbatas karena terkadang masih nyeri. The part of rehabilitating post operation is to move a lot. Bukannya malah stay di tempat tidur dan gak gerak. Itu malah bikin sakit dan luka bakal lama kering. Makanya gue selalu menyarankan pasien-pasien gue untuk banyak gerak. Terutama hari kedua post operasi.

"Ntar di rumah lo sama siapa?"

"Bil, abang juga ntar nginep sana kayanya."

"Oke. Bil udah sampe mana?"

"Baru mau berangkat." Gue memasukkan baju-baju kotor gue ke dalam tas untuk dibawa pulang.

"Pasien lo jadinya siapa yg pegang?"

"Gue udah nitip ke Kiki, junior gue. Dia yang urusin dari hari pertama gue gak masuk, Bim."

"Gue gak usah megang pasien lo berarti, ya?"

Gue menggangguk. "Jangan kangen sama gue,"

Tak urung, Bima dan Kaisar langsung menghampiri dan berdiri di belakang gue lalu menaruh dagu mereka di bahu kiri dan kanan gue-menunggu untuk pipi mereka ditepuk-tepuk. Itu suatu kebiasaan mereka kalo pas gue mau pergi atau mereka lagi kecapean. Mereka kadang galak tapi gak jarang untuk bertingkah laku kaya bocah di depan gue.

"Istirahat yang bener."

"Makan telur 2 kali sehari."

"Jangan begadang. Gak usah mikirin pasien dan jadwal jaga lo."

"Jangan mikirin si Adrio juga."

"Apalagi si Rakha."

"IIIHHH BERISIK????"

Tentang AprilBaca cerita ini secara GRATIS!