1. Pertemuan

85 33 24
                                        

Sebelum baca, jangan lupa di Vote dulu yaa:')

PS: Typo dimana-manaa...

Happy Reading!!

---

Waktu sudah menunjukkan pukul 14.00 WIB, yang artinya seluruh siswa-siswi SMP Harapan Pelita 01 sudah membubarkan diri untuk melanjutkan aktivitasnya di luar sekolah.

"Nad, jadi 'kan kita ketoko buku?" Tanya Nadin memastikan.

Nadhia menoleh, "Jadi dong." Nadhia tersenyum.

Nadhia dan Nadin sudah merencanakan untuk pergi ketoko buku dari sebulan yang lalu.

Zafira Nadin Zulaikha, nama yang cantik untuk wanita yang cantik. Siapa lagi kalau bukan sahabat Nadhia yang satu ini. Tidak hanya cantik, tapi Nadin adalah siswi berpestasi di SMP Pelita Harapan 01. Walaupun dia cantik, tapi tetap saja dia jomblo. Banyak sih, laki-laki yang suka bahkan tergila-gila sama Nadin, tapi selalu saja tidak pernah digubris. Nggak tahu deh dia masih suka sama laki-laki atau engga. 

Tapi, berbeda dengan Nadhia Agustin. Nilai? lumayan lah selalu di atas rata-rata, sikap di sekolah? lumayan baik, cantik? cantik sih tidak, tapi lebih ke manis yang lumayan enak dipandnag, memiliki badan yang bagus? tidak sepertinya, lemaknya saja dimana-mana. Banyak laki-laki yang mengejarnya? boro-boro, melihat ke arah Nadhia saja tidak ada bahkan.

Walaupun berbeda secara fisik dan akademis, Nadin sangat sayang kepada Nadhia, dia tidak perduli akan kekurangan yang Nadhia miliki. Baginya, Nadhia adalah Nadhia yang selalu berada disisinya, kapan pun Nadin butuh. Bagi Nadin, itu jauh lebih spesial dari apa pun. 

---

Setelah menempuh waktu 20 menit dari sekolah menuju toko buku dengan menaiki kendaraan umum, kini Nadhia dan Nadin sudah berada di toko buku untuk mencari keperluan mereka masing-masing.

Saat memasuki pintu toko buku tersebut, mereka langsung berpencar. Nadhia yang pergi ke rak bagian novel, sedangkan Nadin yang menuju ke rak bagian buku rumus-rumus Ipa dan Matematika.

Target Nadhia adalah mencari novel yang bergenre percintaan remaja yang ia sukai.

Sedangkan Nadin, ia terus membaca contoh latihan soal untuk Ujian Nasional nanti.

Sudah sekitar 1 jam setengah Nadhia dan Nadin didalam toko buku, Nadhia sudah menemukan novel yang ia cari dan langsung mendatangi Nadin yang masih fokus membaca buku.

"Woy!!" Nadhia mengagetkan Nadin.

Nadin tidak terkejut, ia hanya menoleh lalu kembali membaca buku.

"Ya Allah, Din, UN tuh masih lama. Kita aja masih semester 1, emang lu gak bosen apa belajar rumus mulu? Tanpa belajar 'kan lu juga udah pintar." Celoteh Nadhia kepada Nadin.

Nadin hanya tersenyum, "Ya engga lah, Nad, gue 'kan pintar juga karena belajar, kalau nggak belajar ya gue nggak pintar lah. Lagian, kita tuh harus mempersiapkan semuanya dari sekarang, jadi pas udah mendekati UN, kita udah gak kaget dan semua materi udah kita kuasai." Ceramah Nadin.

Nadhia hanya mengangguk malas.

"Lu sendiri, engga bosen baca cerita fiksi kaya gitu? Cerita fiksi kaya gitu, cuma bisa bikin kita berkhayal doang. Kita tuh hidup di dunia nyata, bukan di dunia fiksi kaya novel yang ceritanya udah ketebak endingnya gimana. Di dunia nyata, gak ada kehidupan yang seperti di dalam novel yang lu baca. Meskipun ada, kemungkinannya cuma 0,9% tau."

Four Month [Hiatus]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang