Chapter 7

919 35 2


Adakalanya seseorang terpuruk dan tenggelam dalam kesedihan yang kian lama kian menggelap
Namun akan tiba saatnya dimana cahaya kembali menyinari gelapnya relung hatimu

*******

"Saya sudah memikirkan tawaran ibu dan saya bersedia ikut asal.."

"Asal apa Daren?"

"Asal Bella ikut drama dan jadi peran utamanya"

"HAAH!?!"

"A-apa apaan sih kau?! Seenaknya saja memutuskan!!" tolak Bella dengan tegas

"Beri ibu alasan mengapa harus mengikut sertakan Bella?" tanya Bu Laura dengan tenang.

"Karena saya hanya mau berpasangan dengan Bella selain itu Bella juga jago beraktingbiar dapet chemistry-nya gitu lhoh Bu" jelas Daren gampang.

'Whaaaat!! Gilak!! Gue aja gak pernah ikut ekskul teater, mana bisa gue akting!!' batin Bella berteriak.

"Oke, Bella bisa ikut, namun ibu ingin mengetes dia dulu"

"Boleh kok bu, boleh aja"

'Asfghghdk!! Ni anak kebangetan gilaknya!! Enteng banget ngomongnya!!' batin Bella tak berhenti mencaci Daren.

Bu Laura berdiri dari bangku penjaga perpusnya dan berjalan mendekati Bella. Bu Laura menyerahkan sebuah buku pada Bella.

"Nah Bella ibu ingin kau memperagakan bagian naskah ini dan mendalaminya, kau bisa melakukannya kapanpun kau siap"

Bella mengambil buku itu dengan ragu dibacanya bagian dari yang ditunjukkan Bu Laura tadi. Dimana isinya bercerita tentang kesedihkan seorang anak yang melihat ibunya yang sakit-sakitan terbaring lemah di ranjang pasien. Dan diakhir hidupnya Si ibu dari anak tersebut masih bisa tersenyum walau sudah didera penyakit selama ini.

Tanpa sadar, air mata menetes begitu saja dari pelupuk mata Bella. Ia tahu benar pedihnya kehilangan sosok yang selalu menyayangi dan menemani kita. Kini, ia sudah bisa membayangkan apa yang harus ia lakukan.

Dihirupnya dalam-dalam semua oksigen yang bisa ia hirup lalu menghembuskannya kembali melalui mulut. Bella pun memulai perannya

"Ibu.. Kenapa ibu masih bisa tersenyum seperti itu, disaat ibu sendiri tersiksa karena penyakit mematikan ini.. Kenapa bu.. Kenapa.. Hatiku terasa sakit melihatnya." ucap Bella dengan tatapan terluka membayangkan sosok "si ibu" ada di depannya.

"Sayang... Terkadang... Tersenyum itu bisa menjadi salah satu cara tuk menghilangkan kesedihan di hati kita.. Jadi kita gak boleh sedih" balas sosok imajinasi itu yang dibayangkan Bella sebagai ibunya sendiri.

Mata Bella semakin memanas. Pandangannya pun mulai mengabur akibat air mata yang membendung di pelupuk matanya. Ia tak kuasa menahan diri saat sudah membayangkan sang ibu.

"Tapi kenapa ibu bisa setegar itu, bukankah ibu merasa kesakitan tiap harinya karena penyakit itu" tanya Bella dengan suara parau dan air mata yang mulai berjatuhan.

"Setiap makhluk pasti diberikan cobaan oleh Tuhan sayang. Dan itu tandanya Tuhan sayang sama kita"

"Tuhan ingin kita menjadi makhluk yang kuat, makanya Tuhan memberi kita cobaan dan penyakit ibu ini... Merupakan salah satu cobaan yang harus ibu lalui. Kini ibu menyadari untuk lebih menghargai setiap waktu yang ibu miliki. Dan ibu bahagia, karna kamu selalu menemani ibu sampai saat ini"

BroSist ComplexsTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang