Fix You - Part 9 - welcome happiness. welcome to lose

45.7K 1.4K 13

Author POV

Suara-suara berisik dari dapur membangunkan Trey dari tidurnya. Trey hari ini tidak ke kantor. Karna ayahnya menyuruhnya untuk diam di apartement dan membuatkannya cucu. Cih.

Dengan mata yang belum sempurna terbuka, Trey meraba disampingnya. Tak ditemukannya Nia.

Dengan gontai Trey mencoba bangun. Dia melirik ke arah jam dan sekarang sudah jam 9 pagi.

Trey terkejut ketika melihat Nia yang berdiri sambil memegang sapu didepan pintu. Dia sedang merapatkan telinganya didaun pintu. Seperti sedang waspada pada sesuatu.

"Ada apa sih Nia?" Tanya Trey setelah berada disamping Nia. Bocah ini!

"Ssstt! Jangan ribut. Kak Trey gak denger tuh ada suara apaan diluar?" Katanya berbisik. "Itu pasti maling!" Bisik mia lagi dan melanjutkan aktifitas ngupingnya.

Trey tersenyum geli dengan tingkah Nia. Maling? Gak mungkin. Ini adalah apartement yang kualitas keamanannya terjamin. Dan diluar itu pasti Mamanya.

"Udah turunin tuh sapu kamu. Itu Mama gak mungkin maling." Kata Trey.

Trey membuka pintu kamarnya dan keluar diekori Nia dari belakang. Dengan takut-takut dia bergelayut dibahu kekar Trey. Hingga nampak seperti anak monyet.

Samar-samar Trey dan Nia melihat tiga orang yang sedang berbincang didepan Tv.

Saat Trey dan Nia mendekat. Dengan jelas Nia menghela nafas lega.

Bimo menoleh "Wah udah bangun lo bro?" Kata Bimo mengejek.

Tuh bener kan. Keluarga mereka berdua tengah berkunjung.

Nia berlari memeluk Bimo dan mencium tangan Papa juga Papa mertuanya.

"Kenapa lo berdua baru bangun? Pasti abis- Aduh Pah sakit." Kata Bimo sambil mengusap kepalanya yang dihadiahi Bram jitakkan. Tamma tertawa melihat tingkah anak dan bapak itu.

Trey tersenyum penuh arti.

Nia mendelik sadis ke arahnya.

"Kamu sih ngomong sembarangan." Kata Bram tajam.

Tanpa menghiraukan jitakkan Bram, Bimo makin mengejek keduanya. "Bangunnya ampe siang men!"

"Bimo!" Tegur Bram.

"Tapi pah, coba deh lihat mereka. Trey, cuma make boxer doang. Sedangkan Nia cuma pakai tanktop ma celana kurang bahan." Tunjuk Bimo.

Sontak Trey dan Nia melihat penampilan mereka dan langsung ngacir ke kamar yang diiringi tawa renyah Bimo dan Papa mereka.

Pagi-pagi mereka sudah mempermalukan diri mereka.

---

"Jadi gimana? Udah diterima?" Tanya Bram.

Nia mengangguk. "Iya pa, Nia diterima di Universitas itu."

Bram mengangguk-angguk. "Gimana dengan kerjaan kamu Trey?" Lanjutnya.

"Alhamdulillah lancar Pah." Jawab Trey.

"Ini loh Bram, ku suruh cuti dulu tiga hari. Biar fokus." Kata Tamma.

"Wah bagus itu. Jadi cepat dapat momongan." Kata Katte.

"Iya, cepet nimang cucu juga kita nya." Celetuk Alicia.

"Cepet bikinin gue keponakan ye bro!" Kata Bimo menepuk bahu Trey.

Rikha tersenyum penuh makna, "yang banyak bikinnya bang, kalau perlu lima. Jadi entar gak bosen dirumah" celetuk Rikha.

Fix YouBaca cerita ini secara GRATIS!