Chapter 1 - You can't always get something that you want.

2.2K 24 2

Aleena masih ingat saat pertama kali ia menginjakkan kaki di rumahnya ini dengan status baru sebagai nyonya pemilik rumah, sebulan yang lalu. Hari pertamanya yang penuh dengan kefrustasian dan kebingungan. Pernikahan ini bukanlah pernikahan yang selalu ia impikan. Pernikahan ini juga bukanlah sesuatu yang ia inginkan. Sama seperti kakaknya, ia selalu bermimpi untuk menikah dengan pria yang ia cintai, dilamar dengan cara romantis, persis dengan adegan-adegan yang selalu muncul di film romantis favoritnya. Tapi sepertinya kisah cinta romantis seperti itu memang hanya ada di dalam film saja.

Hari pertamanya sebagai seorang istri ia habiskan dengan berbaring dan melamun di dalam kamar pengantinnya. Kilas peristiwa selama beberapa hari kebelakangan berkelabat cepat di benaknya. Ia masih tidak bisa percaya kalau statusnya berubah dari gadis single menjadi istri seseorang hanya dalam jangka waktu 6 bulan sejak kepergian kakaknya.

Kakaknya yang menjadi pemilik pertamadari rumah yang ia tempati sekarang, kakaknya yang merupakan pemilik awal dari kamar pengantinnya sekarang, kakaknya yang merupakan almarhum istri dari suaminya sekarang, juga kakaknya yang merupakan ibu kandung dari kedua anaknya yang sampai dua hari sebelumnya masih berstatus sebagai keponakannya.

Akal sehatnya kala itu masih belum sepenuhnya percaya.

"Aleena, kakak titip Sophia dan Salif, ya? Maaf."

Itu kalimat terakhir yang kakaknya ucapkan padanya. Kakaknya yang dua tahun lebih tua darinya, yang kala itu tengah terbaring sekarat di rumah sakit. Ia mengalami pendarahan berat ketika melahirkan Salif, dan meninggal dua hari kemudian. Saat itu Aleena memang berjanji untuk menjaga Sophia dan Salif, tapi ia tidak tahu kalau ia akan menjaga kedua keponakannya itu dengan menjadi ibu pengganti.

Ibu pengganti tapi tidak dengan istri pengganti.

"Hanya dua tahun saja Aleena, setelah itu kita bisa bercerai, dan kamu bisa melanjutkan hidupmu kembali."

Itu yang diucapkan Faiz ketika acara lamaran selesai. Aleena langsung tahu kalau kehadirannya tidak akan bisa menggantikan sosok kakaknya, dan ia memang tidak pernah berniat untuk itu. Tapi tetap saja ada yang terasa sakit di dalam dadanya ketika mendengar itu.

Pernikahannya dengan Faiz juga bukanlah sesuatu yang Faiz dan dirinya inginkan. Ia bahkan tak pernah memikirkan hal itu sebelumnya. Ibunya yang memintanya untuk menikah dengan Faiz, tiga bulan setelah kakaknya wafat. Ia menolaknya mentah-mentah tentu saja.

"Tapi ini permintaan terakhir kakak kamu, Al? Kamu tega lihat Sophie dan Salif tumbuh tanpa ibu?"

Ia tak bisa membantah. Seluruh keluarganya bahkan keluarga Faiz pun ikut mendukung rencana itu. Ia dan Faiz kemudian menikah satu setengah bulan kemudian dengan pesta sederhana dan hanya dihadiri oleh keluarga besar dan teman-teman terdekat. Statusnya berubah menjadi seorang istri dan ibu dalam sehari.

Ini jelas-jelas bukan pernikahan yang ia impikan.

My Husband's LoversBaca cerita ini secara GRATIS!