Status Palsu

238 0 0

Dengan senyum tersungging dibibirku, kutapaki jalan menuju ruang kelasku. Namun, aku kesal saat kulihat tiga cewek menghampiriku. Mereka adalah Lisa dan bodygard-nya, Lili dan Nona. Dari dulu aku dan Lisa memang kurang begitu akur, bisa dibilang seperti ada perang dunia diantara kami.

  "Oh ya.., Si Itik ini udah punya pasangan belum ya.., dua minggu lagi ada Valentine Night dirumahku, yang boleh dateng cuma yang udah punya pasangan. Aduhh.., gimana dong Vel.., kamu nggak bisa dateng ya. Kasian.." kata Lisa dengan nada yang tak kusukai.

  "Nggak kok, aku bakal dateng. Makasih ya buat undangannya" kataku dengan senyum yang kupaksakan.

Akupun berlalu dari hadapan mereka.

  "Heyyy.., siapa yang undang kamu" teriak Lisa yang tak kudengar dari kejauhan.

SP


"Sebel, sebel, sebel..." ucapku setibanya diruang kelas.

  "Kenapa sih Vel, baru dateng kok udah manyun gitu..?" tanya Karin, teman sebangkuku.

  "Gawat pokoknya Rin.." jawabku.

  "Gawat gimana?" tanyanya tambah bingung.

  "Kamu tahu kan.., ada acara dirumah Lisa dua minggu lagi, dan... Yang boleh kesana yang udah punya pacar" kataku menjelaskan.

  "Ya, aku tahu. So..." kata Karin.

Aku hanya terdiam.

  "Apa jangan-jangan kamu mau kesana? Aduh.. jangan Vel, nanti bisa ribut kamu sama Lisa" kata Karin begitu riuh.

  "Aku nggak bisa.., aku harus kesana" kataku.

  "Tapi..., bukannya kamu nggak suka acara kayak gitu. Kok bisa ?" tanyanya padaku.

  "Sebenernya aku nggak mau kesana. Tapi..., tadi aku salah ngomong ke Lisa, kalau aku bakal dateng ke acara itu. Habisnya..., aku kesel sama dia yang sering ngejek aku" ucapku menjelaskan.

Kami terdiam sejenak.

  "OK. Jadi...., sekarang masalahnya kamu harus punya pacar, gitu...?" tanya Karin memulai pembicaraan lagi.

Aku hanya mengangguk lemah.

  " Tapi..., aku nggak mau pacar beneran aku cuma mau pacar bohongan" ucapku mendahului sebelum Karin berfikir lebih jauh.

  "Status palsu gitu..?" kata Karin.

SP


2 hari kemudian....

  "Vel bengun..." suara seseorang membangunkan tidur siangku.

Akupun bergegas keluar kamar dan membuka pintu.

  "Karin..?" ucapku.

Karin masuk kamar dan menyeretku ke kamar mandi.

  "Sekarang kamu mandi. Cepet..!!" kata Karin seperti sedang terburu-buru.

  "Memang mau kemana ?" tanyaku yang tak dihiraukan oleh Karin yang sedang mencari sesuatu dilemari bajuku.

Tak lama kemudian badanku telah segar oleh guyuran air.

  "Sekarang pakai ini" perintahnya lagi dengan menyerahkan baju lengan 3/4 warna biru donger dan bawahan rok mini ungu.

Saat Karin memoles wajahku dengan bedak tipis, ia menceritakan kalau ada teman facebook-nya yang punya temen sedang mencari pacar bohongan juga sepertiku.

Status PalsuBaca cerita ini secara GRATIS!