Twenty Four

Mulai dari awal

Satu per satu peserta rapat meninggalkan ruang rapat hingga hanya menyisakan Robert. Robert mengusap wajahnya kasar. Ia dilanda sebuah dilema besar. Di satu sisi dia merasa kepalanya akan pecah memikirkan solusi yang tepat untuk mengatasi semua permasalahan ini. Di sisi lain, dia tidak bisa tinggal diam saja melihat perusahaannya dilanda masalah yang dapat menimbulkan kehancuran.

Robert terpaksa mengambil cara dengan berhubungan dengan dunia hitam atau bisa dibilang dunia gelap.

"Halo!"

"Siapa ini?" Tanya suara di seberang dengan nada tidak ramah.

"Sudah lama dari terakhir kita berbicara ya, Loire."

"Hmmm. . Jadi kau adalah salah satu dari bekas klien-ku. Ada apa, Robert?"

"Kau tau aku tidak akan membuang uangku hanya untuk menelponmu tanpa tujuan yang jelas. Aku perlu bantuanmu." Kata Robert to the point.

"Jadi Robert yang kudengar sangat hebat ini memerlukan bantuanku? Untuk apa?" Suara kekehan Loire terdengar nyaring.

"Tentu saja untuk menyingkirkan seseorang."

"Kali ini siapa? Pesaingmu? Anak buahmu yang berkhianat?" Tanya Loire

"Bisa dibilang pesaing, namun perusahaannya lebih besar dariku."

Loire bertanya dengan penasaran, "Siapa namanya?"

"Vera Sky." Jawab Robert

".........."

"Loire? Kau masih disana?" 

"Yah, tentu saja. Aku pernah mendengar nama Vera Sky. Kau bukan orang yang pertama memintaku menyingkirkannya. Aku pernah berhadapan dengannya. Dia bukanlah target yang mudah." Jelas Loire.

"Jadi kau gagal menyingkirkannya dulu?" Tanya Robert memastikan.

"Yah begitulah. Bukan hanya pengawalnya yang menyulitkan. Bahkan Vera Sky saja yang sudah tidak bisa dibilang muda itu berhasil mengelak dari seranganku."

Robert terperangah kaget. Vera Sky memang bukan musuh yang mudah. Dia benar-benar tangguh. Tapi, bukan Robert namanya kalau dia menyerah. Dia tidak mau Vera Sky mengganggu rencananya untuk memiliki Fienna dan menghancurkan Alfredo. Bagaimanapun caranya dia harus berhasil mencapai misinya.

"Jadi bagaimana? Kau masih ingin meminta bantuanku? Aku hanya memberitahukan persentase keberhasilanku tidak sampai 80%."

Robert tersenyum licik,"Aku akan tetap memakaimu. Tenang saja kau tidak sendiri. Ada seorang yang membantumu."

Loire bertanya, "Siapa?"

"Aku ada urusan. Kita lanjutkan nanti." Setelah mengatakan itu, Robert menutup sambungan telepon secara sepihak.

Lalu terdengar bunyi

Tut tutt

Loire meletakkan handphone -nya dan menggeleng-geleng salut. Klien-nya yang satu ini memperlakukannya dengan tidak sopan. Padahal dia yang meminta tolong, tetapi dia menutup telepon begitu saja.
Yah memang sih klien-nya ada banyak bermacam-macam tipe. Dari yang meminta bantuannya dengan bentakan, ada yang sambil menangis, ada yang sambil tertawa. Benar-benar aneh. Tapi itulah pekerjaannya.

*****

Fienna dan Alfredo berniat melanjutkan mereka yang tertunda. Setelah mereka tenang karena Karen dan Vera sudah mengurus sisanya. Mereka kembali ke kamar hotel mereka. Fienna berjalan menuju kamar mandi. Lalu Alfredo mengikuti dibelakangnya.

"Al, gue mau berendam air hangat dulu. Ngapain lo ngikutin gue?" Tanya Fienna.

"Berendam bareng aja. Gue juga pengen."

Fienna melotot dan berjalan cepat menuju kamar mandi, "Gak mau! Sana jauh jauh!"

Fienna sudah menggapai pintu kamar mandi dan masuk lalu hendak menutupnya, tapi Alfredo menahan pintunya sehingga ada celah untuk dia masuk.

"Al, keluar! Please, ini privacy gue tau!" Rengek Fienna.

Alfredo tidak mengacuhkannya. Dia malah dengan santai membuka kancing kemejanya dan membuangnya di lantai. Kemudian membuka resorting celananya dan membiarkan celana panjangnya jatuh ke lantai. Tinggal Alfredo memakai boxer dan shirtless.

Fienna menutup mukanya dengan kedua tangan. Dasar. . . Alfredo benar-benar!! Dengan santainya, dia melakukan itu.

"Al, kalo lo gak mau keluar gue aja yang keluar. " Kata Fienna sambil berjalan keluar kamar mandi sambil cemberut. Alfredo masih diam di tempat tidak bergerak ataupun merespon. Tetapi saat Fienna mencapai hendel pintu kamar mandi sepasang tangan melingkari pinggang Fienna.

TBC

Maafkan author lama gak update. Setiap mau bikin update-an pasti adaaa aja halangannya. Jadi lama banget selesainya. Maaf deh readers. 😆😣😣😌😌😣😢😢😢😢😢
Tapi diusahakan lebih cepet deh. Oiya respon kalian yang bikin author semangat ngelanjutin ceritanya, jadi jangan lupa direspon yaaa

Thx for reading

My Wild BoyBaca cerita ini secara GRATIS!