36. Mendung

4.2K 895 248

jiwoo bener-bener mempersilakan daniel masuk kamarnya. awalnya daniel enggak ngerti musti ngapain, sampe akhirnya dia pun leyeh-leyeh di kasur. bahkan saking gabutnya dia sampe guling-guling di atas sana.


sebenernya jiwoo juga agak enggak konsen karena diem-diem merhatiin tingkah Daniel yang minta dingakakin.


"udah, jangan rajin-rajin, kamu kan pinter... pasti keterima undangan kok." kata daniel.

"enggak boleh, itu namanya takabur." balas jiwoo dan kembali fokus pada bank soal SBMPTN yang dibeliin seongwoo beberapa hari yang lalu.


lima belas menit sudah lewat sejak konversasi terakhir mereka. gabut juga lama-lama dikacangin mulu sama jiwoo. kegabutan itu pun akhirnya berkolaborasi dengan bisikan setan. daniel secara tiba-tiba menarik pinggang jiwoo yang sedang duduk menghadap buku. membuat badan cewek itu terhempas dan ikut berbaring di kasur yang sama dengan daniel.


"mendung-mendung gini enaknya kelonan dek, bukannya belajar." ucap daniel disertai seringaian licik dari sebelah sudut bibir. kakinya lantas ia angkat untuk mengelit paha jiwoo.

jiwoo langsung melotot. "kak daniel nakal ya!" katanya sambil mencubit pinggang daniel. kalau tadi daniel membiarkan tangan jiwoo lolos begitu saja setelah mencubitnya, sekarang dia langsung meraih tangan mungil jiwoo dalam genggamannya.


daniel pun kemudian menyampirkan tangan jiwoo agar memeluk pinggangnya. dia mulai membelai lembut pipi jiwoo, menyingkirkan beberapa helai rambut yang menutupi wajah cewek di depannya itu. jiwoo deg-degan bukan main. daniel kenapa mendadak wild gini?


jiwoo mendongak dan matanya otomatis dihadapkan oleh wajah daniel yang keliatan deket banget. seakan kali ini dia bisa melihat sisi lain dari seorang kang daniel. yang biasanya senyum sampe matanya ilang, sekarang malah menatap jiwoo tanpa ekspresi. mana tajem banget lagi.


"kak..." jiwoo langsung panas dingin dan suaranya geter pas manggil daniel.


seketika daniel nutup mata, dengan gerakan cepat dia majuin wajahnya buat nyium pipi jiwoo dan setelah itu turun ke bibir pelan-pelan. detak jantung jiwoo makin enggak karuan seiring dengan pergerakan bibir daniel yang makin membulat.


terus sekarang jiwoo kudu gimana? dia enggak nyangka dia bakalan ciuman sama daniel secepet ini. dan yang lebih gokil, ini adalah kali pertama dia ciuman. mungkin jiwoo harus memberikan dia sertifikat dan gold medal karena telah menjadi orang yang berhasil mencuri ciuman pertamanya.


karena masih kaget, jiwoo pun cuma bisa memejamkan mata tanpa membalas ciuman itu. iya, jadi dari tadi bibir daniel doang yang gerak buat ngeraup bibir atas dan bawahnya secara bergantian.


seharusnya jiwoo menghindar. seharusnya jiwoo inget nasehat kak seongwoo yang nyuruh dia harus bisa jaga diri. tapi kenapa saat dihadapkan di situasi begini, jiwoo cuma diem... dan malah menikmati?


tangannya yang melingkar di pinggang daniel pun seketika meremas kaos yang sedang daniel kenakan. memberikan peringatan kalau pasokan oksigennya udah habis dan menyuruh daniel berhenti.


daniel pun akhirnya mengendurkan bibirnya dan mulai memberi jarak antara wajahnya dengan jiwoo. mereka sudah enggak memejamkan mata dan kembali saling tatap satu sama lain. daniel kembali memamerkan senyum sebelah bibirnya. pipi jiwoo jadi langsung merah dan sontak menundukkan kepala.


tangan daniel langsung menggeladik ke dagu jiwoo, enggak membiarkan pandangan gadis itu beranjak dari matanya.


"kita tadi... ciuman?" tanya jiwoo terbata-bata.

"haha," daniel tertawa kecil karena pertanyaan jiwoo terdengar kelewat konyol di kupingnya.


"karena ngajak kakak masuk ke kamarmu itu sebuah kesalahan, dek." kata daniel, disusul dengan sebuah kecupan singkat di bibir jiwoo. lagi.

"selama orang itu kak daniel, aku enggak akan nyesel kok."


daniel dibuat kaget atas pernyataan jiwoo barusan. gimana mungkin sebuah ciuman bisa langsung bikin seorang cewek yang awalnya polos jadi mendadak dewasa?


"aku sayang kak daniel..." jiwoo mengeratkan pelukannya untuk daniel, wajahnya pun lantas terbenam di dada bidang cowok itu. sejenak daniel tertegun, dia enggak bisa berkata-kata untuk beberapa saat.

"kakak lebih sayang sama kamu dek..." ucap daniel sembari mencium pucuk kepala jiwoo, menyalurkan seluruh perasaannya melalui sentuhan lembut itu.


T B C

aslinya mau aku bikin end sampe sini. tapi lupa, daniel belum ngenalin jiwoo ke mamanya hahaha

ada beberapa scene di chapter ini yang terinspirasi dari ff @kaisbicc_ di aff. i'm adoring you so much author-nim!!!

BTW BTW KALIAN UDAH NONTON DRAMANYA ONG BELOM??? EBUSEEEETT KEREN BANGET AKTINGNYA YA GUSTIIII AKU JEJERITAN MULU PAS DIA NAMPAR MUKANYA SENDIRI SAMBIL BILANG "GWAENCHANA GWAENCHANA"

BTW BTW KALIAN UDAH NONTON DRAMANYA ONG BELOM??? EBUSEEEETT KEREN BANGET AKTINGNYA YA GUSTIIII AKU JEJERITAN MULU PAS DIA NAMPAR MUKANYA SENDIRI SAMBIL BILANG "GWAENCHANA GWAENCHANA"

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Panduan Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Panduan Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Oh Little Girl • kang daniel [✔]Baca cerita ini secara GRATIS!