35. Galon

6K 1.1K 308

pulang dari jogja, tepatnya pukul sebelas malam. kemudian besoknya jiwoo udah ditinggal lagi sama orang tuanya yang harus balik ke jember buat kerja. ah, liburan kemarin precious banget buat jiwoo, akhirnya mereka berempat bisa menghabiskan waktu bareng. meskipun di tiap perjalanan dia enggak berhenti mikirin daniel. iya, jiwoo kangen daniel dengan segala kesengklekannya.


"dek, kakak mau ke perpustakaan kota nih." tandas seongwoo pada jiwoo setelah membuka pintu kamar sang adik tanpa mengetuknya dulu.

"kakak kesambet apa tiba-tiba ke perpus?" si adik membalas dengan nada meledek.

"nemenin temen."

"temen apa temen?"

"temen, namanya junghwa."

"yeee bukan temen kalo itu mah!!!"

"ya udah ih, bawel. kakak berangkat dulu ya, assalamualaikum."

"waalaikum salam." tepat setelah salamnya terjawab, seongwoo pun menutup pintu kamar jiwoo dan bergegas keluar rumah.


setelah UN jelas udah enggak ada lagi kegiatan di sekolah. ijazah juga keluarnya paling dua bulan lagi. udah kaya debut Wanna One aja. maka dari itu jiwoo memutuskan untuk mengalokasikan waktu senggangnya untuk belajar sbmptn. hari ini belajar yang enteng-enteng aja dulu kaya matriks, logaritma, dan trigonometri.


karena abis bangun jiwoo langsung mandi dan belajar, perutnya pun sekarang keroncongan. sejenak dia nutup bukunya dan lari ke dapur. kalo enggak salah kemarin ada sisa roti yang dibeli mamanya buat camilan selama di mobil.


ternyata emang masih ada, tapi tinggal satu. pasti kakaknya itu yang makan. jiwoo pun melahap sisanya untuk mengganjal lapar. setelah semuanya tertelan, buru-buru dia menuju dispenser untuk memperoleh segelas air. tapi saat menekan tombol, airnya enggak keluar.


isi galonnya habis, dan di kulkas enggak ada air. ditambah lagi jiwoo enggak kuat ngangkat galon baru ke dispenser. sebenernya bisa aja jiwoo ngambil panci dan ngerebus air sampe mendidih buat diminum. cuma dia enggak terbiasa minum air mentah yang direbus. perutnya bisa melilit karena bakteri yang belum sepenuhnya mati. maklum, semi high class.


oke, ini mungkin ide yang gila dan seharusnya enggak dia lakukan. sekarang dia kepikiran untuk menghubungi daniel dan minta tolong buat ngangkatin galon.


"sesekali manja enggak papa kali ya?" gumam jiwoo. pada akhirnya dia ngambil hpnya dan beneran ngechat daniel.


ongjiwoo
- kak daniel sibuk enggak?

satu poin penting yang selalu bikin jiwoo makin sayang sama daniel; fast responsnya ngalahin admin-admin olshop.

realdefdanik
- enggak kok dek
- kenapa?

ongjiwoo
- bisa ke rumah?
- angkatin galon
- haus :(

realdefdanik
- aduhh kasiaann
- oke tunggu ya, BoBoiBoy segera meluncur!!!


poin lain yang bikin jiwoo enggak pernah berpikir untuk berhenti menyayangi daniel; perhatian enggak ketulungan, gercep, enggak bawel dan kebanyakan nanya.


butuh sekitar tiga puluh menit bagi daniel untuk sampai ke rumah jiwoo. maklum kalo weekend dinoyo sering macet.


jiwoo segera membukakan pintu sesaat setelah daniel mengetuknya.

"sori ya jadi ngerepotin kakak..." bukannya menyambut dengan salam, jiwoo malah langsung minta maaf. daniel balas tersenyum dan menyipitkan mata, tangannya lantas mengelus pipi bulat jiwoo.

"gitu dong kamu, sesekali minta tolong aku... jangan apa-apa sendiri."


mereka berdua lantas masuk ke rumah dan berjalan menuju dapur.

"kok rumahmu sepi dek?" tanya daniel.

"kak seongwoo ke perpustakaan, kalo mama papa ya biasa, udah berangkat kerja lagi."

"oh gitu..."


jiwoo menunjukkan letak galon yang masih baru, daniel pun meminta cutter untuk merobek penutupnya terlebih dahulu. setelah itu dia langsung mengangkat galonnya dan membalikkan ke dispenser.

"tuh, buruan minum..." kata daniel setelah ia usai dengan pekerjaannya.

"hehehe thank you kak daniel sayang..." ucap jiwoo seraya iseng mencubit perut daniel. ternyata setelah diraba perutnya enggak buncit, kaya ada kotak-kotaknya gitu.


setelah minum, jiwoo pun langsung bingung. setelah ini dia kudu ngapain? ya masa nyuruh daniel pulang. jahat banget itu namanya.

"kamu abis ini ngapain?" tanya daniel.

"sebenernya aku belajar dari tadi."

"oh ya udah, kalo gitu aku balik ya?" kata daniel. buru-buru jiwoo mencengkeram pergelangan cowoknya itu. anggep ajalah cowoknya, kan sama-sama sayang.

"ya jangan..."

"terus?"

"temenin aku belajar aja kalo gitu." kata jiwoo.


seketika daniel mengernyitkan dahinya. "kamu belajar di mana?"

"di kamar." jawab jiwoo.


sekali lagi daniel harus mengakui kepolosan cewek barunya itu. rumahnya lagi sepi dan dia tanpa ragu minta daniel nemenin dia belajar di kamar. iya sih maksud jiwoo cuma minta temenin belajar doang. tapi sealim-alimnya daniel, dia kan cowok juga.

tapi demi jiwoo, daniel bakal berusaha jadi alim beneran kali ini. inget ya niel, nemenin belajar doang. bukan yang lain.


TBC

aku ndak kuat angkat galon, kalo kalian para cewek kuat berarti kita beda kasta beda segalanya /NGEK

next chapter privated ya ;))) /nyengir kuda/

Oh Little Girl • kang daniel [✔]Baca cerita ini secara GRATIS!