Chapter 120: Protagonis yang Melimpahkan Kekesalannya

2.8K 176 23

Sebenarnya Eveam masih belum bisa mempercayai kalimat Hiiro. Namun dia yakin kalau menghilangnya anggota Cruel adalah perbuatan Hiiro. Setidaknya dia tidak bisa merasakan kekuatan sihir mereka di dekatnya. 

"Hi-Hiiro... apa kau..." (Eveam)

Karena belum bisa percaya sepenuhnya, matanya melebar saat bertanya. Namun Hiiro merasa kesal dan hampir kehabisan batas kesabarannya.

"Ini terakhir kalinya aku mengatakan ini. Kalau kau sudah tidak memiliki apapun untuk dikatakan, aku akan mengirimmu kembali. Jangan bertanya." (Hiiro)

"Ah, tu-tunggu sebentar! Kiria! Ikutlah..." (Eveam)

Eveam ingin mengajak Kiria untuk kembali ke sisinya, namun dia menjadi merinding karena melihat mata dingin Kiria. Pada saat yang sama, Eveam ketakutan karena Kiria yang ada di pikirannya sudah tidak ada lagi.

(Pada akhirnya apakah waktu yang kita habiskan bersama sampai sekarang berarti sesuatu untukmu... Kiria) (Eveam)

Kiria mulai bergerak saat Eveam mengatakannya. Dengan kecepatan tinggi, dia mendekati Eveam dan berusaha menusuk dadanya sama seperti sebelumnya. Namun-

Bashiiiiiii!

Kiria pun tercengang karena dia terdorong ke belakang seakan dipentalkan oleh sesuatu.

"Maaf tapi aku tidak bisa membiarkanmu membunuh orang ini." (Hiiro)

Hiiro mengatakan itu bersamaan dengan bersinarnya kata『防御|Safeguard』dipunggung tangannya. Karena tidak ada yang menyadari kalau itu adalah kata yang sudah dipersiapkan olehnya sebelum datang ke sini, maka semua orang pun kembali berpikir kalau itu adalah sihir cahaya karena ada percikan cahaya di sekitarnya.

"Seranganku dipantulkan? Sihir macam apa itu?" (Kiria)

Kiria mengatakannya dengan nada datar.

"Aku tidak wajib menjawab kan? Lakukan sebaik yang kau bisa untuk memahami apa yang terjadi." (Hiiro)

Setelah mengalihkan pandangannya, Hiiro merasa kesal karena Kiria menunjuknya. Eveam menatap dinding pelindung tersebut dengan takjub, namun setelah dia tersadar kalau dia akan aman di dalam sana, dia pun melihat Kiria dengan tajam.

"Kiria... aku masih belum mengerti, tapi aku akan menjadi Maou yang hebat! Dan suatu hari aku akan membuka matamu!" (Eveam)

"... haa, mataku sudah cukup terbuka." (Kiria)

Kalimat Eveam mengandung niat baiknya ke Kiria. Setelah menggeramkan giginya karena frustasi, dia pun menatap Rudolf dengan tajam pula.

"Raja Victorias." (Eveam)

Seperti yang diduga dari seorang raja, bahkan walaupun ada banyak hal yang aneh terjadi, Rudolf masih mempertahankan martabatnya dan melihat Eveam tanpa berbicara.

"Biarkan aku mengatakan ini. Aku..." (Eveam)

"..." (Rudolf)

"Aku tidak akan meyerah karena-" (Eveam)

Pishun!

Dalam sekejap Eveam pun menghilang. Dibelakangnya ada Hiiro yang sedang kesal.

"Bicaramu lama." (Hiiro)

Setelah memindahkan Eveam, Hiiro pun-

"Ah, iya juga, bagaimana denganmu?" (Hiiro)

-memanggil Judom. Walapun dia adalah manusia, namun setelah melihatnya menolong Eveam, Hiiro berpikir kalau dia adalah kawan.

Itulah alasan mengapa Eveam tidak segera dikirim kembali ke Xaos. Namun karena bicaranya terlalu lama, dia menjadi kesal dan langsung memindahkan Eveam. Dan dia pun bertanya apakah Judom juga akan pergi ke Xaos bersamanya juga atau tidak. Karena konferensi sudah berantakan, dia tidak terlalu peduli.

Konjiki no Wordmaster - Arc 3: Perang Antar RasBaca cerita ini secara GRATIS!