Wish You Were Here [Chapter 11]

210 48 29

HAPPY READING
.
H.ZTao_94   ~o0o~   H.ZTao_94
.
[PREVIOUS CHAPTER 10]
Tiba-tiba ponsel Se Hun berdering. Ia segera meraih ponselnya dari saku coat-nya. Tampak nama seseorang di layar ponselnya yang membuat Se Hun malas menjawab panggilan telepon tersebut. Pemuda tinggi ini langsung menolak panggilan telepon tersebut.

"Dari siapa?" Tanya Ha Young penasaran karena ekspresi wajah Se Hun seketika berubah.

"Bukan siapa-siapa! Ayo kita pulang!" Jawab Se Hun yang sepertinya menyembunyikan sesuatu dari Ha Young. Ia bahkan melangkah mendahului Ha Young seolah tengah kesal.

"Ada apa dengannya? Mengapa sikapnya tiba-tiba berubah?" Gumam Ha Young.

WISH YOU WERE HERE [CHAPTER 11]
Se Hun kaget saat pintu gerbang rumahnya terbuka. Padahal ia ingat benar sebelum pergi tadi, ia mengunci pintu gerbang rumahnya. Pemuda ini melangkah memasuki area rumahnya bersama Ha Young dengan bergandengan tangan. Tampak sebuah mobil mewah yang terparkir di depan kediamannya itu.

'Mobil siapa ini?'

Se Hun berpikir mencoba menebak siapa yang telah dengan lancang memasuki rumahnya tanpa izin.

"Siapa sebenarnya yang datang?" Tanya Ha Young.

"Entahlah! Ayo kita masuk!" Se Hun menarik tangan Ha Young memasuki rumahnya.

Sesampainya di dalam rumahnya, Se Hun kaget saat mendapati Ibunya sudah duduk di ruang tamu dengan sebuah koper besar di sampingnya.

"Ibu..." Gumam Se Hun.

"Kau sudah datang rupanya!" Ujar Nyonya Go Min Young yang tak lain adalah Ibunya Se Hun. Wanita paruh baya ini menghampiri putranya itu kemudian memeluknya erat.

"Se Hun, Ibu sangat merindukanmu!" Kata Nyonya Min Young.

Se Hun hanya diam menerima pelukan dari sang Ibu. Sekalipun ia selalu menampakkan wajah tak pedulinya, namun jauh di lubuk hatinya, ia sangat merindukan sang Ibu.

Ha Young yang melihat pertemuan antara Anak dan Ibu itu merasa ikut terharu. Ia memutuskan pergi ke dapur untuk membuat teh hangat untuk Se Hun dan Nyonya Min Young.

Setelah Ha Young pergi, Se Hun melepaskan pelukan dari Ibunya dan menatapnya tajam. "Ada apa?"

"Ikutlah dengan Ibu ke New York!" Nyonya Min Young tersenyum seolah tak terjadi apa-apa.

"Aku akan tetap berada di sini!" Tolak Se Hun.

"Sampai kapan? Sampai Min Jung kembali hidup?" Nyonya Min Young tampak tak menyukai jawaban Se Hun barusan.

"Jangan membawa nama seseorang yang sudah tak ada! Bukankah Ibu sendiri yang memutuskan pergi ke New York dan meninggalkanku? Lalu, mengapa Ibu kembali? Keputusanku masih tetap sama." Ucap Se Hun tegas.

"Kau adalah putraku, jadi kita harus hidup bersama!" Balas Nyonya Min Young tak mau kalah.

"Kubilang tidak!" Se Hun meninggikan suaranya.

"Lalu, sampai kapan kau akan hidup seperti ini? Jika kau terus seperti ini, hidupmu tak akan berkembang!" Nyonya Min Young terus menyanggah ucapan putranya itu.

"Jika kedatanganmu ke rumah ini hanya untuk mengatakan hal tak penting, lebih baik keluar!" Se Hun mengusir sang Ibu dengan tatapan tajam nan mematikan.

"Jadi kau mengusirku?" Tanya Nyonya Min Young.

Se Hun hanya diam dan memalingkan wajahnya. Kemudian, ia melangkah memasuki kamarnya.

H.ZTao_94   ~o0o~   H.ZTao_94

Se Hun membuka album foto lamanya. Tampak foto masa kecilnya bersama Ayah dan Ibunya. Entah sudah sejak kapan ia tak merasakan kasih sayang dari seorang Ibu maupun Ayah. Diam-diam ia merindukan masa-masa kebersamaannya bersama kedua orang tuanya. Semenjak Ayahnya meninggal, hidupnya terlunta-lunta bersama sang Ibu karena Neneknya yang kurang menyukai Ibunya.

Wish You Were Here (Sehun X Hayoung Fanfiction)Baca cerita ini secara GRATIS!