ThirtyFour ▪ Sepotong Pizza

Mulai dari awal

"Gue juga canggung ah sama aak IPS."

"Hahahah"

Akhirnya Rara berhasil berbicara dengan Kaisar, kini ia sudah tidak secanggung kemarin dengan Kaisar dan itu semua berkat ucapan Kainan padanya saat di hutan tadi pagi.

"Kapan-kapan kelompok tiga reuni yah? Kita kumpul-kumpul?"

Kaisar mengangguk, "boleh-boleh! Hans suka banget pasti kalo ada Aluna."

"Hahah bukan suka lagi! Tapi girang setengah mati!" Rara terkekeh.

Membicarakan banyak hal membuat keduanya tidak sadar kalau mereka sudah sampai di parkiran motor sekolah.

"Mau bareng?" tanya Kaisar pada Rara.

"Eh? Gak usah!" jawab Rara tersipu, "gue nunggu Aluna."

"Yakin?" Kaisar menaikan sebelah alisnya membuat Rara semakin melting.

Rara mengangguk cepat.

"Ya udah gue duluan, ya?"

"Iya."

"Bye!" ucap Kaisar sambil tersenyum.

"B-bye heheh." Balas Rara melambaikan tangannya. Dengan santai Kaisar berjalan menuju motor ninja berwarna merah yang terparkir di ujung parkiran. Ia mengambil helmnya dan kemudian menyalakan mesinnya, tidak lama kemudian Kaisar lewat dan memberikan klaksonnya pada Rara.

"Duluan ya?" ucap Kaisar dari balik helm hitamnya.

"Iya, hati-hati!" balas Rara.

Dan selanjutnya motor itu melesat cepat melewati pagar sekolah.

Rara memekik hebat, ia menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya sambil berlompat girang di tempatnya, beberapa orang di sana memandang heran Rara yang kini terlihat seperti orang gila.

"Ya tuhan makasih!! Akhirnya hamba bisa deket sama Cameron KW." Ucap Rara bersimpuh.

"Hahahah."

Rara terkejut, ia menoleh dan mendapati Kainan sedang mentertawaknnya dari arah belakang.

"Kak Kainan!" seru Rara, menormalkan dirinya, "k-kakak..."

"Berhasil kan?" sela Kainan dengan nada bertanya.

"Eh?" Rara mengangguk sambil tersenyum canggung.

"Gue bilang apa, makanya jangan biarin diri lo ketutup sama rasa ragu lo."

"Iya kak hehe, makasih ya?"

Kainan terkekeh, "btw, kok lo gak pulang bareng dia?"

"Aku nungguin Aluna kak."

"Aluna? Kan dia pulang sama Nakula."

"HAH!" seru Rara membulatkan mata dan mulutnya, "Pulang sama Kak Nakula!?"

Kainan mengangguk polos.

"Kok bisa?!"

"Lo gak tau? Kan Aluna sama Nakula sekarang tinggal bareng?"

"HAAH!!" kaget Rara lebih heboh dari sebelumnya, "GAK MUNGKIN!"

"Hahahaha," Kainan tertawa, "kayaknya Aluna belom ngomong apa-apa ya sama lo? Nakula tinggal di rumah Aluna sampe nyokap mereka berdua balik dari Spanyol."

"Spanyol?" bingung Rara, "kok bisa mama mereka saling kenal?"

"Ya panjang lah ceritanya," jawab Kainan, "jadi lo mau di sini nunggu sampe keriput atau pulang bareng gue?"

SENIORBaca cerita ini secara GRATIS!