Prolog

134 44 11
                                        

Happy reading!

---

Sejak siang tadi hingga sekarang, Nadhia masih menatap layar MacBook Pro nya yang berwarna violet bercorak polkadot putih. Ia masih terus mencari-cari resep makanan yang rendah kalori.

"Pertama, bubur Oatmeal kedua, Yoghurt ketiga..." gumam Nadhia sambil membaca resep yang berada di layar MacBook Pro nya. "Duh.. gak ada kue, permen, coklat, atau makanan yang manis-manis gitu. Ini mah makanan sehat semua. Boro-boro manis, yang ada hambar! haruskah gue makan semua makanan ini?" rengek Nadhia yang penuh sesal.

Ini semua karena Bintang!

Mengapa Nadhia bisa dengan bodoh mengajak Bintang bertaruh? Akibatnya, sekarang ia harus rela diet selama 4 bulan kedepan.

Sebenarnya, taruhan itu tidak direncanakan. Tapi, telinga Nadhia sudah panas saat mendengarkan teman-teman Bintang mengolok-olok dirinya dan Bintang ikut menertawakan olokan tersebut. Apalagi, olok-olokan itu semakin menjadi-jadi saat kejadian 5 hari yang lalu.

"Ya harus lah! Kan cita-cita lo selama ini buat jadi pacarnya Bintang, udah tinggal selangkah lagi." ucap Nadin yang sedang berbaring di tempat tidur Nadhia sambil membaca majalah.

"Selangkah sih selangkah, Din. Coba bayangin, gue harus puasa makan kue, permen, coklat, dan lain-lain selama 4 bulan. Emang ya, cinta itu butuh perjuangan dan pengorbanan juga." Nadhia membalikkan badannya dan menatap Nadin dengan penuh arti.

"Terus, apa rencana lo, kalau lo menang dari taruhan itu?" tanya Nadin.

Nadhia tersenyum miring, "Tenang aja, gue udah siapin rencana gue matang-matang. Cowok Playboy kaya dia tuh, harus di kasih pelajaran!" ujar Nadhia, "Dia pikir, cuma dia aja yang bisa mainin perasaan perempuan? Gue juga bisa mainin perasaan dia! kita tunggu aja nanti." Nadhia melipat tangannya di dada.

Nadhia sangat optimis. Ia yakin, Nadhia bisa memenangkan taruhan tersebut.

"Good. Kalau gitu, gue akan bantuin lo." Ucap Nadin bersemangat membantu sahabatnya yang satu ini. "SEMANGAT NADHIA AGUSTIN!!!" teriak Nadin yang langsung memeluk Nadhia.

Nadhia sangat yakin Bahwa ia bisa memenangkan taruhannya dari Bintang. Nadhia memang mencintai Bintang, bahkan perasaanya terhadap Bintang tidak pernah berubah sejak kejadian Bintang menolak Nadhia mentah-mentah di taman sekolah. Tidak hanya menolak, tapi juga mempermalukan Nadhia didepan teman-temannya. Perasaan Nadhia sangat hancur ketika itu, harga dirinya pun seperti diinjak-injak begitu saja oleh Bintang.

Bintang, wait for the karma you will feel!

---

Hai..
This is my second story. I hope you guys like it !. And don't forget to continue to vote and comment. PLEASE VOTE GUYS!!!

Thanks you😊😊.

14 Juni 2017
Destriana Indira Dewi.

Four Month [Hiatus]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang