2. Gaz Elpiji

5.4K 474 22

"Malam minggu buat jomblo baik kayak gue itu menegangkan.
Persis seperti ada di tengah karnaval Halloween.
Horor!"

-Gauri Adoria Zoya-

*****

Banyak orang berkata jika aku beruntung sekali memiliki ayah seorang pemilik perusahaan yang disegani dan telah memiliki cabang di beberapa kota. Mereka juga bilang aku beruntung memiliki ibu seorang designer ternama dengan brand khusus yang paling dicari seantero negeri.

Tapi bagi seorang Gauri Adoria Zoya Erlangga, menjadi luar biasa terkenal itu tak menyenangkan, apalagi jika aku dikenal bukan karena keberhasilanku sendiri.

Dulu waktu kecil, ibuku pernah memposting fotoku bersamanya disertai tulisan "The next Adoria", karena memang nama Adoria itu dari ibuku. Tapi setelah itu ia menyesal ketika banyak wartawan mengerubungi kami di suatu tempat dan aku muntah-muntah karena terlalu sesak di lautan manusia.

🎵Hey, mama, don't stress your mind
We coming home tonight
Hey, mama, we gonna be alright
Dry those eyes
We'll be back in the morning when the sun starts to rise
So mama, don't stress your mind🎼

Lagu Mama dari Jonas Blue menadakan ada seseorang menghubungi dengan nomor yang belum terdaftar di ponselku. Dengan sangat malas tanganku meraba nakas, siapa sih yang senang sekali menggangguku di hari libur seperti ini?

Setelah menggeser ikon berwarna hijau aku memutuskan bertanya. "Halo, dengan siapa ini?"

"Yaelah Gas elpiji ... masih aja kaku sama gue!"

Aku mengernyitkan dahi. Hanya teman-teman semasa putih abu-abu yang sering memanggilku begitu, ketika seorang Zoya belum terlalu cantik seperti sekarang.

"Siapa ya?"

"Ya ampun ... elo lupa sama gue? Seriusan? Demi apa?!"

Aku memutar bola mata, basi! "Gue tutup ya, malesin banget!"

"Hahaha masih sama ya rupanya elo Zoya, ini gue ... Defian, Defian Brooke."

Mataku melebar, jelas aku mengenalnya. Sahabatku yang memutuskan menetap di Sidney lima tahun yang lalu.

"Masih hidup lo? Ke mana aja gak ngasih kabar?"

"Hehe, ada sedikit masalah selama gue di sini. But it's okay! Bulan depan gue bakal balik ke Indo."

Mataku semakin melebar, mungkin jika orang lain yang melihatku akan mengira jika aku kesurupan. "Seriusan?!"

"Iya, Gas elpiji. Rumah elo masih yang dulu kan? Lumayan kan abis landing gue langsung cus ke rumah elo numpang makan sama tidur."

Tanpa sadar aku mendengkus, "Gue usir nanti, santai aja."

"Ah iya bener juga, suami elo bisa cemburu lihat orang ganteng begini ngapelin istrinya ya."

Aku mendesah lelah, "Gue belum nikah."

"Hah? Apa?"

"Iya, gue masih single."

Seperti yang sudah kuduga, reaksinya memang selalu menyebalkan. "Hahahaha, kapan elo bikin albumnya, Gas? Masa temen gue segitu horornya sampe gak ada yang mau?"

"Bukan gue yang gak laku, tapi belum ada yang masuk kriteria gue! Emang elo sendiri udah punya istri?"

"Belum sih ...." Andai dia ada di sini, rasanya ingin kupukul saja wajahnya. "Udah dulu ya, Gas. Gue lagi lumayan sibuk. Jangan lupa di save nomor gue!"

All Eyez (#MOG 2) [END]Baca cerita ini secara GRATIS!