Twenty Three

6K 217 9

Baik Alfredo maupun Fienna sudah topless tanpa pakaian. Alfredo sudah tidak sabar. Di saat tangan Alfredo bergerak ke arah celana pendek milik Fienna, bersamaan dengan itu ponselnya berbunyi tanda panggilan masuk.

Tadinya Alfredo ingin mengabaikan panggilan masuk itu, tetapi saat dering ponsel nya tak kunjung berhenti terpaksa Alfredo menghentikan aktivitasnya dan mengangkat teleponnya.

"Halo!"

*******

Begitu Alfredo mengucapkan halo, orang di seberang telepon itu langsung mengomeli Alfredo.

"Al, kamu dimana sih? Daritadi mama ada di depan kamar hotel kamu, tapi kamu gak bukain pintu."

Alfredo menghela napas panjang.

"Yah mungkin takdir kali ya. . . Lagi-lagi tertunda. .Padahal kemarin udah mandi air dingin, masa sekarang juga harus mandi air dingin lagi?" Pikir Alfredo.

"Aku ada di dalem. Tadi aku gak tau mama dateng. Iya, ini sekarang aku bukain pintu deh." Kata Alfredo lesu.

"Yaudah, cepetan ya! Mama tunggu."

Setelah memutuskan sambungan telepon, Alfredo berjalan pelan mengambil kaosnya dan memakainya. Sedangkan Fienna menatap Alfredo yang bertingkah aneh.

"Siapa yang telepon, Al?" Tanya Fienna sambil masih berbaring dengan kondisi topless.

"Nyokap gue." Sahut Alfredo

"Oooo."

"Fi, cepetan pake baju!" Kata Alfredo sambil melempar kaos dan bra milik Fienna.

Fienna menangkap kaos dan bra -nya yang dilempar Alfredo dengan ogah-ogahan, "Emang kita berangkat sekarang, Al?"

"Bukan, nyokap gue udah di depan mau jemput kita." Jelas Alfredo.

Satu detik kemudian. . .
Hening. . .
Setelah itu. . 

"AAAAA kenapa lo baru bilang, Al?!" Fienna memakai bajunya dengan panik.

Alfredo berjalan hendak membukakan pintu, tetapi teriakan Fienna menghentikan langkahnya.

"Jangan dulu, Al! Gue belom selesai."

Beberapa saat kemudian. . .

Alfredo membukakan pintu untuk ibunya. Begitu masuk hotel lagi-lagi Alfredo mendapat omelan.

"Al, kok kamu lama banget sih bukanya. Kaki mama pegel tau, kan kamu tau mama pake high heels." Oceh Karen, ibu Alfredo.

Omelan Karen terhenti begitu melihat kondisi kamar Alfredo. Karen berdeham keras, "Kalian habis main perang-perangan apa ini?"

Alfredo mengalihkan pandangannya dan pura-pura tidak mendengar. Sedangkan Fienna telinganya memerah karena malu. Lagi-lagi ia kepergok oleh orangtua Alfredo.

"Lagian mama dateng di saat yang gak tepat. Padahal kemaren aku udah bela-belain mandi air dingin. Eh sekarang ketunda lagi." Kata Alfredo tanpa basa-basi.

My Wild BoyBaca cerita ini secara GRATIS!