Chapter 116: Hiiro dan Eveam

2.8K 179 45

Hiiro paham betul dia bisa ditraktir minuman adalah karena kejadian tadi melibatkan si gadis. Namun karena Hiiro memang adalah orang yang memprovokasi mereka jadi seharusnya ini tidak perlu.

Tapi yang membuatnya tetap diam adalah kalimat 'Aku adalah Maou' yang baru dikatakan gadis itu. Hiiro berpikir kalau dia salah dengar atau bagaimana. Dia pun mulai berpikir.

'Aku adalah Hama-Ou', pikir Hiiro. Walaupu Hiiro tidak mengerti maksudnya, namun dia membayangkan seorang yang dekat dengan manjer sebuah pantai. Tapi Hiiro langsung menghilangkan pemikiran itu karena dia menilai seseorang dari penampilan mereka. Walaupun dia mengganti kata Hama-Ou dengan kalimat lain yang terdengar sama, Hiiro tetap saja masih tidak mengerti.

note: di raw-nya dia memikirkan kata「私、浜王だ/Watashi, Hama-Ou da」yang artinya "Aku adalah raja pantai." kalau didengar, kata「魔王/Maou」dan「浜王/Hama-Ou」terdengar mirip

Jadi mungkin dia memang tidak salah mendengar kata Maou. Mungkin dia memploklamirkan diri sebagai Maou. Kalau tidak salah daerah ini adalah rumah Maou. Walaupun dia sudah mendengar kalau Maou adalah seorang wanita, namun dia tidak pernah berpikir seorang Maou akan bermain ke sebuah kafe sendirian.

Misalkan dia benar-benar Maou, dan walaupun dia bisa pergi kemanapun dengan bebas, insiden tadi cukup aneh. Mungkin dia kabur tanpa surat izin keluar?

Ataukah dia sangat mengagumi sosok Maou. Namun Hiiro pikir tidak ada untungnya gadis itu berpura-pura menjadi Maou karena mengaguminya. Dia ragu apakah gadis itu adalah Maou sebenarnya atau bukan. Mungkin Hiiro akan mengetahuinya nanti.

Memikirkan sikap si penjaga toko saat berbicara dengan kaku saat bersama si gadis, mungkin saja gadis ini memang terkenal. Terlebih saat ada si trio sampah tadi, si penjaga itu makin khawatir. Itu saja sudah membuktikan kalau gadis ini adalah gadis yang berpengaruh atau kuat.

Saat Hiiro mempertimbangkan itu dengan tenang, dia berpikir kalau gadis itu memang Maou. Dan dia melihat gadis itu sedang terlihat bersemangat.

(Kupikir karena aku memang menunggu Baka Deshi, jadi tidak apa kan aku diam di sini) (Hiiro)

Saat dia memikirkan itu, dia pun memutuskan untuk menerima tawaran tersebut.

Hiiro kembali masuk ke dalam toko dan ditraktir minuman sesuai janji. Walaupun hanya sebuah es krim soda, namun rasanya enak.

Saat Hiiro sedang asyik minum, gadis itu akhirnya membuka mulut.

"Seperti yang aku katakan sebelumnya, aku adalah Maou; orang yang memimpin negri ini" (Gadis/Maou?)

Hiiro pun terdiam lalu melihat gadis itu dengan seksama. Dan entah kenapa gadis itu menjadi bingung.

"Ah! Si-Silahkan tanya penjaga toko itu apakah aku benar atau tidak!" (Gadis/Maou?)

"TIdak. Dari awal aku sudah sadar dengan kalimat orang itu yang dipaksakan." (Hiiro)

"Ah... be-begitu ya. Muu..." (Gadis/Maou?)

"Terlepas dari masalah apakah kau adalah Maou atau bukan, apa kau butuh sesuatu? Traktiran ini hanya alasan untuk menghentikanku kan?" (Hiiro)

Gadis itu menghirup nafas panjang karena dugaan Hiiro.

"Uu~ kau bisa tahu hanya dengan itu..." (Gadis/Maou?)

"Sangat mudah untuk mengetahui itu." (Hiiro)

Gadis itu terlihat seakan dia ingin berbicara. Kalau tidak, dia tidak akan menghentikan Hiiro langsung.

"U~ apa aku memang mudah ditebak?" (Gadis/Maou?)

Entah kenapa mata gadis itu menjadi berawan.

"Entahlah. Mungkin aku yang sangat peka." (Hiiro)

Konjiki no Wordmaster - Arc 3: Perang Antar RasBaca cerita ini secara GRATIS!