First' : Mungkinkah itu Kamu?

46 7 2

"Gomen nasai senpai" ku dengar suara Yuki yang meminta maaf dan menunduk kan pada pak tua yang sedang di tabraknya.

Saat ini kami berada di salah satu taman di Tokyo yang begitu banyak pengunjung dari lokal maupun non lokal.

Taman ini adalah taman yang paling indah di kota Tokyo, di himpit oleh berbagai gedung pencakar langit yang justru membuat taman ini terlihat sangat "stands out" diantara cakaran para gedung tinggi di Tokyo

Taman ini adalah taman yang paling indah di kota Tokyo, di himpit oleh berbagai gedung pencakar langit yang justru membuat taman ini terlihat sangat "stands out" diantara cakaran para gedung tinggi di Tokyo.

Yapp, hari ini kebetulan tanggal 3 Mei, dengan musim daun-daun segar sehingga sangat cocok untuk melakukan liburan, di tempatku kerja pada awal bulan ini meliburkan kerjanya dan seluruh kantor lain pun juga sama, entah itu memperingati hari apa aku tidak begitu paham, karena aku baru beberapa bulan disini, tapi kalo orang Jepang bilang sebenarnya awal bulan ini dengan liburan yang sangat panjang ini di namakan goldenweek atau musim libur panjang. Semua karyawan swasta di sini sangat menantikan goldenweek, karena di tanggal 3, 4, 5, 6 Mei kita libur tanpa ada gangguan pekerjaan sedikit pun.

Semenjak pertama ke taman ini aku memang duduk di kursi taman yang berdekatan dengan pohon rindang, sedangkan Yukki yang sudah menyiapkan beberapa roti sebelum ke taman untuk memberi makan burung merpati.

Dari kejauhan ku lihat dia memakai baju berwarna putih dengan garis - garis hitam dan memakai rok pendek yang di balut stokking membuat ia terlihat cocok, hari ini ia begitu gembira, walaupun setiap hari sebenarnya ia gembira tapi lain denganku yang hanya duduk di kursi taman sedang menunggu pesan, kabar, dan informasi tidak jelas tentang Aqila yang berada di Indonesia, entah semenjak aku dapat penawaran kerja di Jepang dan tinggal disini aku tidak berhubungan baik dengannya.

"Ettoo... Shokuji ni ikimashōka." Ujar Yukki yang kini mendekatiku dengan arti ayo kita pergi makan kira - kira begitu lah sembari menarik ku dengan senyum manisnya, dari tempat duduk ku yang nyaman ini dengan kemeja putih pendek dan celana jeans yang sangat membuatku percaya diri, sedangkan jaket hanya ku letakan di tanganku untuk berjaga-jaga kalau tiba - tiba cuaca berubah dingin.

Kami pun berjalan di sore itu untuk mencari makan dengan langkah yang berdampingan.

"Ettoo.. kamu tidak apa - apa kan?" Yukki menanyakan itu padaku karena wajahku sedikit murung namun dalam dialeg Indonesia walaupun bahasanya masih terdengar khas Jepangnya dan itu membuatku sedikit terkejut. Sejak kapan dia bisa bahasa Indonesia? Batinku sambil melihat mata Yukki yang selalu bersinar tak pernah padam walau memiliki masalah yang besar.

"Kamu bisa bahasa Indonesia?" Tanyaku sambil menghentikan langkahku lalu melihat matanya dengan dalam.

"Iya, aku bisa sedikit - sedikit." Yukki menjawab pertanyaanku dengan bahasa Indonesia lagi.

Kini aku melihat matanya begitu dalam dan jauh, sepertinya aku mulai suka kamu.. batinku dengan posisi kedua tangan berada di pundaknya dan tatapan kami membuat aku ingin memilikinya, tapi...
Hhuuuhh..aku pun hanya menarik nafas dalam.

Your Name - New StoryBaca cerita ini secara GRATIS!