Chapter 115: Pertemuan Dengan Maou

2.8K 182 32

"Kau akan mendengar darinya langsung? Apa maksudmu?" (Ornoth)

Ornoth, si rank 4 Cruel, tidak mengerti apa yang Okamura Hiiro katakan.

Hiiro ingin berbicara dengan Maou, namun dia sedang tidak ada di Xaos. Saat ini Maou ada di Holy Oldine untuk menghadiri konferensi aliansi. Saat ini berbicara langsung denganya sangat mustahil. Alasan utamanya adalah jarak yang membentang antara Xaos dan Holy Oldine sangat jauh. Ornoth mengangkat bahunya.

Ada yang perlu Hiiro tanyakan langsung. Dia ingin mengklarifikasi kontraknya.

Hiiro pun mengacuhkan monolog Ornoth dan mulai memfokuskan sihir ke kedua jari telunjuknya.

『転移|Transfer』dan『魔王|Maou』

(Aku harus segera pergi dan mendengar apa yang terjadi lalu kembali lagi ke sini) (Hiiro)

Namun Hiiro akhirnya tersadar sesuatu.

(... ah, seharusnya aku cukup memanggilnya ketimbang datang kepadanya) (Hiiro)

Namun dia sudah terlanjur menulis hurufnya. Membatalkan sihirnya saat itu akan memicu Rebound. Jadi dia hanya mendesah kesal dan berkata:

"Oi Baka Deshi, aku akan pergi sebentar. Saat orang-orang itu kembali, jelaskan apa yang terjadi." (Hiiro)

"Mengertizzo!" (Nikki)

Hiiro pun mengaktfkan Word Magic miliknya setelah Nikki hormat.

*pishun~!

Semua orang, kecuali Nikki, terdiam karena Hiiro tiba-tiba menghilang.

"Selamat jalan, Master-zzo!" (Nikki)

____________________

Saat Okamura Hiiro pertama kali sampai di Xaos, rekannya pergi sebentar karena memiliki urusan pribadi. Hiiro tidak punya pilihan kecuali mencari hotel dan mengawasi Nikki.

Namun Hiiro tersesat saat berjalan di Xaos karena ukuran kota itu yang besar. Walaupun Victorias juga merupakan kota besar, sepertinya Xaos lebih besar.

Victorias adalah negara dengan banyak kota, sedangkan Xaos adalah negara dengan beberapa kota yang disatukan di satu tempat. Hiiro pikir dia tidak akan bisa menjelajahi Xaos hanya dalam satu hari.

Di dalam kota, Hiiro dan Nikki mulai mencari tempat menginap dengan susah payah. Mereka terus mencari dan akhirnya merasa kelaparan saat ditengah pencarian. Beruntungnya mereka langsung menemukan restoran.

*karan koron 

Itu adalah suara pintu dari sebuah kafe kopi saat seseorang masuk. Di dalam kafe itu terlihat redup dan sepi. Hiiro berpikir tempat itu menyenangkan dan akhirnya membeli makanan.

"Ah, Master! Aku akan mencari hotel yazzo!" (Nikki)

"Ah? Kau tidak lapar?" (Hiiro)

"Iyazzo! Daging asap di tas Master sangatlah lezat!" (Nikki)

*pokan!

"Aduh! A-Apa yang kau lakukan!" (Nikki)

"Jangan berkata 'apa yang kau lakukan'! Jangan makan tanpa seizinku!" (Hiiro)

"uh~ aku minta maaf-zzo" (Nikki)

Hiiro hanya mendesah ketika melihat Nikki merasa bersalah.

"Jadi, cepatlah temukan penginapan dan mungkin aku akan memaafkanmu." (Hiiro)

"Y-Yazzo!" (Nikki)

Konjiki no Wordmaster - Arc 3: Perang Antar RasBaca cerita ini secara GRATIS!