DUA PULUH TUJUH

Mulai dari awal

"Kita kan lakuin semua itu karna kita temen , dan lo juga tau  itu kan " jawab Virgo lagi menyepelekan

"Iya kita cuma temen go , temen makan bareng , temen cerita , temen ngabisin waktu, temen saat lo kesepian doang dan temen pelarian lo doang " ucap Deandra bergetar menahan air matanya .

"Ya emang itu kan , yaudah udah kan ngomong nya ? Lo udah boleh pergi" celetuk Virgo yang membuat Deandra semakin emosi

"Jahat lo go , pengecut lo" ucap Deandra

Setelah mengatakan itu ia benar benar pergi meninggalkan tempat itu . Ia kembali ke dalam mobil .

Deandra menangis sejadi jadi nya didalam mobil , ia tak habis pikir dengan sikap Virgo yang seenaknya dengan perasaan nya .

Kecewa yang dirasakannya saat ini . Bagaimana tidak , Ia sudah berusaha untuk memberi kepercayaan pada Virgo untuk menjaga hatinya bahkan merelaka dirinya jauh dari Glade , tapi apa lah yang di perbuat Virgo ia malah mempermainkan hati Deandra .

Memang benar penyesalan selalu datang diakhir , ia menyesal telah memberikan hati nya pada orang yang salah , menyesal telah memberi kepercayaan yang penuh tapi malah dikecewakan .

Ia bingung apa yang harus ia lakukan , ingin bercerita pada teman temannya tapi bukan waktu yang tepat karna pasti mereka sedang berlibur dengan pasangannya masing masing .

Ingin pulang tapi sangat tidak mungkin karna keadaanya yang kurang baik yang akan menjadi pertanyaan bunda dan ayahnya dirumah .

'Gua capeeek , gue bingung aaaaarrrrggghh' teriak nya dalam mobil .

...

Mobil nya melaju cukup kencang membelah jalanan kota jakarta. Tangis nya belum juga berhenti .

Ia terus terisak , jalanan macet membuatnya semakin tak karuan .

Kali ini ia memutuskan untuk pergi ketempat seseorang yang cukup ia kenal.

Klakson dari kendaraan lain terdengar begitu nyaring ditelinga Deandra .

Orang orang yang tak sabar ingin segera berlalu dari tempat itu , namun sulit jalanan sangat padat padahal hari belum begitu sore  .

Hampir empat puluh menit Deandra terjebak macet , akhirnya mobil nya bisa melaju lagi tanpa hambatan .

Dengan kecepatan standar ia mengendarainya , hati nya mulai tenang tangis nya sudah reda namun belum terasa lega .

Mobilya ia parkirkan diluar gerbang.

Deandra turun dari mobilnya dengan mata yang sembab , terlihat jelas ia baru saja menangis . Tanpa pedulikan itu ia masuk yang disambut hangat oleh satpam rumah itu .

Dengan gerakan jalan nya yang cepat ia sampai di depan pintu berwarna coklat tua itu , tanpa bepikir panjang Deandra menekan tombol bel di samping pintu .

Tidak menunggu lama pintu pun terbuka dan menampakan sosok yang sangat Deandra inginkan sangat ia butuhkan .

"Loh dey lo kenapa?" tanya Seseorang itu

Denadra tak menjawab melainkan ia menghamburkan tubuh nya kedalam pelukan orang itu .

Terasa sangat hangat dalam pelukan itu , tak ingin rasanya Deandra melepaskan pelukan itu .

...

Aku update lagi 😂

Gimana kurang greget ya ?
Heheh maaf
Comment ya
Oiya kira kira siapa ya yang didatengin Deandra ?
Penasarankan ?

Keep reading makanya hehehe 😁

See u next deh 👌

Votements

SHOVEL IQ KELABaca cerita ini secara GRATIS!