Twenty Two

4.9K 191 7


Tiba-tiba, Fienna tersadar. Tadi dia melihat kopernya yang terbuka, dan baju yang dikenakannya berubah. Alfredo mengganti pakaiannya, tidak salah lagi!

Fienna menutup wajahnya dengan tangan. Dia tau jika Alfredo sudah berkali-kali melihat tubuhnya saat melakukan "itu" tapi bukan berarti dia bisa seenaknya mengganti pakaiannya.

"ALFREDOOO!" Pekik Fienna dari dalam kamar mandi.

******

Alfredo mengetuk pintu kamar mandi,"Kenapa, Fi?"

Tak lama, Fienna membuka pintu kamar mandi dengan muka merah padam.

PLAK!

Bekas lima jari tercetak di pipi kiri Alfredo dengan sukses. Alfredo meraba pipinya yang berdenyut-denyut dan menatap Fienna dengan polos nya.

"Gue salah apa, Fi?" Tanya Alfredo.

Mata Fienna terbelalak, "Kemaren lo gantiin baju gue ya!!"

Alfredo menganggukkan kepalanya, "Iya, habis masa lo tidur pake baju pas perjalanan?."

"Yah tapi tetep aja lo gak bisa seenaknya." Ujar Fienna bersikeras.

Alfredo tersenyum,"Jadi lo marah gara-gara itu?"

"Iya!"

"Bukannya gue udah sering ngeliat badan lo, ya? Terus kenapa lo panik kalo gue gantiin baju lo?" Kata Alfredo sambil memasang muka mesum.

Fienna memutar bola matanya kesal dan mengacuhkan Alfredo. Fienna menyibukkan dirinya dengan melihat sosial media meninggalkan Alfredo yang masih berdiri.

Fienna men-scroll layar ponselnya tanpa minat. Walaupun matanya terpaku pada layar ponsel, tetapi pikirannya sama sekali tidak fokus pada ponselnya.

Alfredo mengetahui Fienna hanya sedang berpura-pura memainkan ponsel untuk mengacuhkannya. Lalu, ia iseng menggoda Fienna.

"Fi!" Panggil Alfredo.

". . ." Fienna tidak menyahut.

Alfredo mendekati Fienna dan melingkarkan tangannya di pinggang Fienna yang sedang duduk membelakanginya. Fienna reflek melepaskan tangan Alfredo, namun Alfredo sengaja mengetatkan lingkaran tangannya.

Fienna meronta, "Lo ngapain sih, Al?"

"Meluk lo." Jawab Alfredo.

"Lepasin, gue lagi ngambek tau!" Omel Fienna.

Alfredo berbisik," Gue bakal lepasin, tapi ada syaratnya ya."

"Apa?" Tanya Fienna ketus

"Lo harus dengerin kata-kata gue."

"Yaudah cepetan ngomong! Gue males deket-deket lo."

"Kemaren malem, gue mandi air dingin." Suara Alfredo berubah menjadi lebih berat.

"Tadinya gue pengen bangunin lo tadi malem, cuma karena lo kayaknya capek akhirnya gue ngalah. Tadi sekarang gue gak mau ngalah lagi." Lanjut Alfredo.

My Wild BoyBaca cerita ini secara GRATIS!