9

15.5K 843 2

Setahun kemudian....

"Yeah, good." Seorang pria berbadan kekar memakai punch mitt untuk melatih tinju seorang gadis di depannya. Gadis itu melakukan latihan dengan semangat dengan sarung tinju di tangannya.

"Ok. Kita akan lanjutkan di hari berikutnya." Gadis berambut coklat gelap itu terlihat kecewa dan menghentikan aktifitasnya.

"Kau berlatih dengan hebat, Rissa." Seorang wanita paruh baya menghampirinya dan mengucap keringatnya.

"Mom, ini belum seberapa. Besok aku akan latih tembak," ucap Carissa dengan semangat lalu meminum air mineral yang diberikan Andrea. Andrea tersenyum bangga pada perkembangan bela diri Carissa.

Yang menarik adalah penampilan Carissa yang berubah drastis. Setahun ini Carissa sering memakai wig pendek dan softlens bewarna coklat, untuk menutup rambut pirang dan mata hijaunya yang sangat mencolok.
Bukan hanya itu, Carissa melakukannya, karena Varrel sudah mengetahui bahwa Carissa berada di Amerika. Lelaki itu juga sudah memberangkatkan bawahan terbaiknya untuk mencari Carissa. Namun, sepertinya lelaki itu masih kesulitan mencari keberadaan Carissa.

"Kau tidak perlu latihan lagi. Kau harus istirahat," larang Andrea. "Ayo, pulang." Andrea menarik lengan kurus Carissa meninggalkan tempat itu. Carissa akhirnya mengangguk pasrah dan mengikuti Andrea.

***

Setelah sampai di rumah, Carissa langsung melepaskan wignya dan melemparnya ke arah sofa yang ada di dekatnya.

"Rissa, kamu di rumah aja ya. Aku mau belanja." ucap Andrea yang sudah berada di dapur.

"Iya mom." jawab Carissa dengan nada malas, lalu duduk di sofa dan menghidupkan televisi. Ia mengganti siaran dan menemukan siaran berita mengenai Barnaby Company.

Carissa menegakkan tubuhnya dan menyimak berita itu. Seketika matanya membesar melihat wajah Varrel di sana yang sedang di kelilingi paparazi, namun lelaki itu tampak tidak perduli dan tidak menjawab beberapa pertanyaan sama sekali. Ia terus berjalan menuju mobilnya dengan dikawal oleh bodyguardnya.

Melihat berita itu, membuat Carissa mengetahui bahwa Varrel sedang berada di LA. Carissa langsung mematikan televisinya dan ia berharap Varrel belum mengetahui keberadaannya.

Kemampuan bela diri yang dimilikinya masih belum cukup untuk melindungi dirinya sendiri. Walaupun sudah setahun ia berlatih bela diri dan baku tembak, Carissa rasa itu belum cukup. Ia harus berlatih lebih giat lagi.

"Oke. Aku pergi dulu. Jangan kemana-mana." ucap Andrea hendak keluar.

Carissa menoleh ke arah Andrea, "Iya mom,"

Sebelum pergi, Andrea mencium kening Carissa seperti biasanya. "Ayo, kunci pintu." ucap Andrea, lalu berjalan menuju pintu keluar dan diikuti Carissa di belakangnya.

"Hati-hati ya mom." ucap Carissa, melihat Andrea yang hendak masuk ke dalam mobil.

Andrea menoleh ke arahnya, lalu melambaikan tangannya sebelum masuk ke dalam mobil

Setelah mobil Andrea sudah jauh dari pandangannya, Carissa menutup pintu rumah dan menguncinya. Ia menuju ke kamar mandi dan berdiri di depan westafel.

Carissa melepas softlens dari matanya, lalu menyimpannya. Ia kembali ke sofa dan membaringkan tubuhnya di sana dengan posisi telungkup.

Tiba-tiba ponselnya berdering tanda pesan masuk. Carissa mengambil ponsel dari sakunya, lalu membaca pesan dari temannya. John yang merupakan teman latihan baku tembak Carissa.

From : John

Ris, ayok latihan. Aku udah nunggu di depan rumahmu.

Carissa seketika mengubah posisinya menjadi duduk, lalu segera menuju pintu keluar. Sebelum membuka pintu, Carissa melihat luar jendela untuk memastikan, apakah John benar-benar di sana atau tidak.

Benar, lelaki itu di sana. Carissa membuka pintunya dan menghampiri John yang sedang duduk di sepeda motornya. "Apa yang sedang kau lakukan di sini?" tanya Carissa.

"Eh hei.. apa kau menge-cat rambutmu? Tunggu, tunggu, apa kau pakai kontak lens?" John menatap penampilan asli Carissa dengan takjub.

Carissa sadar bahwa ia melupakan wig dan softlens-nya. Ia seharusnya memakai itu dulu, sebelum bertemu seseorang. Namun ia berusaha untuk bersikap biasa saja.

"Tidak penting. Apa yang kau lakukan di sini?" tanya Carissa.

"Tentu, saja menjemputmu. Kau tidak latihan?"

"Andrea melarangku. Sekarang kau pergilah. Aku harus kembali ke dalam, aku tidak bisa berlama-lama tanpa wig." ucap Carissa lalu berjalan, hendak masuk ke dalam rumah.

"Jadi, selama ini kau pakai wig? Kenapa?" tanya John penasaran.

Carissa mengangguk. "Yeah, bye." Ia melambaikan tangannya sebelum masuk ke dalam rumah. Tidak lama kemudian John pergi dari pekarangan rumahnya.

Carissa menghela napas lega. Bisa-bisa nya ia lupa memakai wig dan softlens saat bertemu seseorang. John bahkan mengira ia sedang memakai kontak lens, padahal tidak.

Carissa kembali duduk di sofa sembari mengusap wajahnya gusar, lalu ia tampak berpikir. Ia bingung harus ngapain. Carissa memaki wig-nya, lalu bergegas ke kamar mandi, untuk memakai kembali softlens-nya. 

Sebelum keluar rumah, Carissa mengambil tas dan jaketnya. Setelah mengunci rumah, Carissa segera masuk ke dalam mobil yang terparkir di depan rumah. Lalu ia pergi menuju tempat latihan baku tembak. Carissa pikir ia harus latihan sekarang, dari pada berdiam diri di rumah.

***

Terimakasih udah kasih udah baca, dan terimakasih banget, buat yang kasih vote dan komen. Aku sayang kalian...

Tunggu di chapter selanjutnya..
See yaa..

IG: capricorn_rere

MY MYSTERIOUS BODYGUARDTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang