#11

1.9K 290 164

Adrio

20.36 WIB - Studio 14

"Iya, iya, ini udah di parkiran kok!" Gue keluar dari mobil lalu setengah berlari masuk menuju studio 14 dimana temen-temen gue masih setia nungguin.

Iya, inget kan gue ada janji latihan sama enamhari jam 8, tapi gue dengan bodohnya malah keasyikan ngobrol di apartment April. Kalau aja Satria gak nelfon, gue gak bakal muncul di studio deh kayaknya. Maafin gue, enamhari, gitaris kalian lagi jatuh cinta.

Tepat tebakan gue, pas gue masuk ke dalem studio, gue langsung disorakkin sama mereka, termasuk Damar. Padahal Damar biasanya segan kalo mau ngatain gue. Brian otomatis adalah orang paling semangat kalo soal nyinyirin gue. Emak-emak juga kalah. Marva sih masih kalem walaupun dia tetep nyorakkin tapi dia yang paling pertama menyambut gue. Satria, duh, untung anak itu gak ngadat. Kayaknya abis jalan sama Gendis jadinya dia masih bagus mood-nya.

"Udah telat, gak bawa makanan." Brian, penjahat pertama soal nyinyirin gue.

"Kan gue buru-buru, kalo gue mampir beli makan yang ada gue makin diamuk!"

"Udah, udah. Lagian lo, Yo, asyik banget kayanya? Udah resmi nih?" Satria menengahi kami sambil ngasih gitar gue yang dia ambil dari tas gitar.

"Resmi apaan?"

"Pacaran, lah. Udah kan?" Kali ini giliran Marva yang nimpalin.

"Belom, lah. Deket doang."

"Boong?"

"Lah, kalo pun gue jadian, kalian bakal jadi yang pertama tau."

"Udah, udah, mumpung udah komplit nih, katanya Marva ada kabar berita buat kita. Ada apaan, Va?"

"Hah? Oh ini," Marva mengeluarkan selebaran yang udah dilipat-lipat biar bisa masuk saku dia. "Lo pada gak tau? Mau ada charity event lagi di rumah sakit."

"Kapan?" Satria ngambil selebaran dari tangan Marva. "Bulan depan,"

"Iya, bulan depan. Terus ya, biasa, kita diminta tampil."

"Oh, ya udah. Gampang." Brian langsung meng-iya-kan. Gila, anaknya siap tampil kapan aja orang tinggal nyanyi.

"Terus," Marva seakan masih ada berita satu lagi. "Tapi Damar yang tau,"

"Ini mah, sama aja. Sepupu gue baru buka kafe terus minta kita manggung pas grand opening,"

"Sepupu lo tau tentang enamhari?"

"Biasa, adek gue suka liatin video latihan kita ke sepupu-sepupu jadi pada tau."

"Adek lo jadi manajer kita aja lah, Mar."

Satria tak urung memukul pelan kepala Brian. "Manajer apaan. Inget lo ujian board orthopedi tahun depan, Bri."

"Yeu, gue masih tahun depannya lagi kali. Lo yang tahun depan sama Marva dan Dio,"

"Ya tetep aja, anjir."

"Heh, heh, gak usah ngomongin ujian board bisa? Udah, buruan latian. Mau nyanyi apa?" Gue udah mules duluan kalo denger ujian board. Perut gue langsung kontraksi.

Dimana-mana kalo sekolah pasti ada ujian kan ya. Sama aja kaya hidup, hampir setiap saat ujian. Pendidikan dokter spesialis juga tidak lepas dari ujian. Malah ini ujian mematikan, diuji sama senior senior yang gak tau dari mana, siapa dan karakternya gimana. Walaupun gak ke pasien tapi kita diminta menarasikan bagaimana kita kerja di bagian tersebut. Mules mules. Udah ah.

**

23.12 WIB - Studio 14

"Mau 3 lagu aja nih?"

Tentang AprilBaca cerita ini secara GRATIS!