Chapter 4

1K 36 0


Kadang orang yang menurut kita paling cuek justru adalah orang yang paling care sama kita, dalam sudut pandang yang berbeda tentunya

*******

Siiiingg

"Dimana ini? Kenapa.. Kenapa aku pake pakaian ala pengeran gini? Ini lagi pesta cosplay ato apa?" ucap Daren terheran heran.

Daren mengedarkan pandangan ke sekelilingnya, namun ia tak menemukan siapapun. Hanya ada kabut tebal disekitarnya.

Tiba tiba saja,

"Pangeran!!" panggil seseorang dari kejauhan.

"Si-siapa itu?"

Daren menyipitkan matanya, mencoba melihat lebih jelas seseorang dari balik kabut tersebut.

Sebuah bayangan seseorang nampak dari balik kabut tebal itu. Samar-samar, nampak seorang gadis yang tengah berlari menghampirinya, dengan memakai baju cosplay yang sejenis dengannya.

"Pangeran!!"

Dan saat wajah gadis itu mulai telihat jelas, ternyata..

"Bella!!"

Daren terkejut bukan main melihat gadis itu yang ternyata adalah Bella. Gadis yang terkenal dingin di sekolahannya dan gadis pertama yang sulit sekali ia dekati.

Walau begitu, terdapat dua perbedaan mencolok diantar keduanya. Bella yang satu ini, kelihatan berbeda dari yang biasanya, yah lebih tepatnya begitu mempesona

Sanggul rambut dengan tatanan Braided Bun, baju kerajaan ala putri victoria dan juga gelang, anting dan kalung berlian yang menjuntai indah di leher jenjang nan putih Bella membuat Bella nampak layaknya seorang putri sungguhan.

Daren yang masih tak mengerti dengan apa yang terjadi, hanya bisa diam memandangi sosok yang berjalan semakin dekat ke arahnya itu.

"Hey!! Aku mencarimu dari tadi tau! Kau itu kejam!! Membiarkan seorang gadis menunggu!" ucapnya marah

"....."

Blank. Otak Daren mendadak nge-blank. Daren tak mampu berkata kata melihat perubahan drastis dari sikap Bella.

I-ini beneran Bella?! Kok dia jadi begini?! Bahasanya pake aku kamu lagih?!! -Daren

"Kenapa kamu diam aja? biasanya kamu banyak omong" tanya Bella dengan wajah polos.

Ya Allahl!! Kenapa jadi imut begini!! -Daren

"Kau nampak aneh hari ini, tapi ya sudahlah lupakan aja. Hari ini aku ingin menagih janjimu yang dulu, aku ingin kau melakukan sesuatu untukku" ucap dengan senyuman lembut.

Daren yang tersadar dari lamunannya pun menjawab
"J-janji apa? Me-melakukan apa?"

"Janjimu dulu, kau sudah berjanji padaku bahwa kau akan melakukan segalanya untukku dan aku ingin menagihnya hari ini. Tenang saja, ini hal yang mudah kok" ia tersenyum sumringah.

"Kau hanya harus....."

Bella pun mendekatkan dirinya ke Daren, lalu berbisik di telinga Daren.






































































































"Menciumku"
























Bluush!!

Wajah Daren merona seketika. Dengan tenang, Bella meraih dagu Daren dan mulai mendekatkan wajahnya dengan wajah Daren. Daren membeku di tempat, ia tak bisa menggerakkan tubuhnya sesuai dengan kehendaknya.

Nafas mereka saling bertubrukan menerpa kulit satu sama lain. Dan saat jarak tak lagi menjadi masalah, Bella mulai memejamkan matanya.

Dan saat bibir mereka hampir bersatu tiba-tiba saja.....































































Greb!!
































































































Pada mikir apa hayooo....
Hehehehe back to story







































"H-hey!! Tungguh!!" seru Daren akhirnya dapat kembali menguasai dirinya kembali. Dengan cepat ia segera menghentikan semuanya sebelum terlambat.

"A-aku tak mengerti apa yang kau bicarakan!! Da-dan selain itu aku tidak mungkin menciummu!! Bahkan aku belum pernah mencium seseorang sama sekali!!" elak Daren menghentikan pergerakan Bella.

"Pffftt! Kau ini, kenapa pake malu-malu segala. Biasanya justru kau duluan yang selalu nyosor ke aku, hahaha tapi sudahlah. Tak apa, suatu saat nanti justru kaulah yang akan memintaku untuk menciummu, Pangeran" ujarnya dengan senyuman manis.

"A-a-apah?!! Apa maksudmu?!"

"Hahahaha sudah dulu yah Pangeran, aku pergi dulu!"

Diapun berbalik dan mulai berlari meninggalkan Daren.

"He-hey!!! Tunggu!! Aku masih belom mengerti apa kau katakan!!" teriak Daren.

"Tak apa!! Suatu saat nanti!! Kita pasti akan bertemu lagi!!" seru Bella di sela sela larinya. Bersama dengan kepergian Bella, semuanya pun menjadi begitu silau....

SIIIIIIIIIIINNGGG!!























































Hwaaaaaaaaaaaaaa!!!

Daren terperanjat dari tidurnya. Bulir-bulir keringat mengalir deras di sekujur tubuhnya. Ia coba mengatur nafas dan mengamati sekelilingnya.

"K-kamarku?..."

"J-jadi tadi cuma mimpi?"

Daren menghela nafas lega "Alhamdulillilah!! Untunggg cuma mimpi!!!!"

Daren mencoba mengingat kembali kejadian yang ada di mimpinya tadi dan....

Bluush!

Wajah Darenpun memerah, mengingat kejadian malukan tadi, sekilas ia mengingat kata-kata yang diucapkan Bella padanya.

Suatu saat nanti justru kaulah yang akan memintaku untuk menciummu

Daren meneput jidatnya keras "Ga Ga Ga Ga!! Ga mungkin!! Ga mungkin aku bakal melakukan itu, apalagi sama Bella? Enggak!!! Mikirinya aja aku dah gak sanggup"

Daren pun segera membuang pikiran itu jauh jauh, dan berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri dan berwudhu.

Ia tak bisa tidur lagi setelah mendapatkan mimpi semacam itu. Ia lebih memilih untuk segera mengambil air wudhu dan menghabiskannya untuk belajar.

*******

Tobe continue


















Maaf ya kalo update-nya lama.
Soalnya anna sedang banyak tugas jadi telat .

Jangan lupa comment ya,
terserah mau vote ato gak setidaknya comment, apapun commentnya anna terima kok

Tolong hargai gue😔

BroSist ComplexsTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang