Chapter 2: Kepala hidup

5.4K 213 25

  Aku menyisir rambut indahku di depan cermin. Mataku tak lepas dari pantulan wajahku yang tak memperlihatkan sehelai rambutpun. Aku terlihat jelek dan gundul di cermin, tapi terlihat indah jika kau melihatku dengan kedua bola matamu sendiri. Jari jemariku menelusuri setiap batang rambutku, mengaguminya sambil menyisirkan setiap ujung rambutku. Semenit kemudian, kuletakkan sisirku dan ku mainkan ujung rambutku dengan jari telunjukku. Mataku yang bulat dan besar melebar ketika mendengar suara langkah kaki yang terseret seret. kepalaku bergerak perlahan ke belakang, tanpa menggerakan seluruh tubuhku dan seketika itu juga, mataku melebar dan mulutku menganga lebar ketika dua buah bola mataku melihat sosok manusia yang terduduk di belakangku sambil menundukkan kepalanya dalam dalam. Aku langsung mendekatinya secepat kilat tanpa membalikkan tubuhku yang terbalik, lalu mendorongnya ke belakang higga tubuhnya terbanting ke tembok. Ia meringis, lalu menatapku dengan pandangan marah. Oh! baru kali ini aku bertemu dengan manusia yang berani denganku

  " APA MAUMU!" Bentakku, lalu mengambil sebilah pisau di meja

  Sosok itu tidak menjawab, bahkan takutpun tidak. Ia hanya menatapku dengan mata elangnya yang tajam, errgghh... mungkin matanya setajam pisau. Tapi, aku tidak takut pada sosok itu. Mau apa dia kemari?

  Sosok itu mencoba berdiri, sambil menahan perih kaki kanan nya yang tampak berlumuran darah. Ia lalu mencoba mendekatiku, dan KRAAAAAKKKK!!!!!

  Darah bermuncratan kemana mana, dan sebuah kepala terpental ke atas dan jatuh tepat di atas ranjangku. Aku sudah muak dengan manusia itu! berani beraninya dia kemari sendiri tanpa kuundang. Bagaimana dia tahu rumahku? Ah, mungkin saja ia tersesat dan menemukan rumahku yang terletak di daerah terpencil. 

  Kubasuh tanganku yang penuh darah, lalu kubersihkan pisau yang penuh darah itu. Lalu memandang diriku di depan cermin kamar mandi. Wajahku yang tampak berlumuran darah terpantul jelas di cermin, dan ketika ku basuh wajahku aku dapat mendengar suara rintihan seseorang. Suara itu terdengar dari dalam kamarku. 

  Kaki ku berjalan dengan perlahan menuju sebuah kamar yang masih tampak berantakan dengan  darah yang berceceran di sekitar lantai, tembok, dan kasur. Dan terletaklah sebuah kepala di atas ranjang ku yang kini tampak kotor oleh darah. Aku mendekatinya, lalu memperhatikan kepala itu. Bola matanya yang berwarna hitam legam itu sebenarnya sangat indah dipandang, hidungnya yang lumayan mancung, bibirnya yang tipis dan merah, kulitnya yang putih pucat, dan rambut panjangnya yang dicat biru terasa sangat halus ketika kuelus. Dan seketika, suara rintihan itu terdengar lagi. Kupandangi kepala itu sekali lagi dan aku terjatuh kaget ketika mendapati sebuah kepala yang terloncat ke arahku dengan mata yang terbuka lebar, mulut yang menganga lebar dan suara teriakan histeris yang sangat kencang hingga membutakan telinga siapapun yang mendengarnya. 

    Wkwkwk.. sampai disini dulu ya^^ keep read, vote and comment :D

Horor GameBaca cerita ini secara GRATIS!