Page 12

2.5K 447 18


ღ engga jadi longer tapi hari ini double update ღ

.

.

.

"Jadi selama ini... aku cuma jadi objek penelitianmu, ya?" sebuah suara bergetar menginterupsi koklea pria yang tengah tertegun itu. Sontak matanya membeliak. Ia pun memutar tubuhnya untuk mengetahui siapa yang barusan bicara—bukannya ia tak tahu itu siapa, namun Jaehyun hanya berharap kalau tebakannya akan salah.


Semoga itu bukan Chaeyeon. Kumohon, Ya Tuhan...


Namun ternyata Tuhan tengah enggan mengabulkan doa Jaehyun. Beberapa jenak kemudian ia langsung dihadapkan oleh refleksi seorang gadis yang tengah mengulum senyum tipis meski pipinya dibasahi oleh air mata yang mulai mengering karena embusan angin. Wajahnya menyiratkan rasa kecewa. Melihat itu, Jaehyun langsung mengatupkan bibirnya. Ia tahu bahwa saat seperti ini akan datang, namun ia tak pernah mengira bahwa datangnya akan secepat ini.

"Aku benci padamu." tanpa memekik dan hanya dengan intonasi rendah Chaeyeon meluapkan semua rasa sakit hatinya. Nada bicara itu membuat pikiran Jaehyun semakin kalut, ia tak tahu harus berbuat apa setelah ini.

"Harusnya dari awal aku tahu bahwa tak banyak orang di dunia ini yang bisa aku percayai. Pasti di matamu aku nampak menjijikkan, 'kan?" ucap Chaeyeon lagi. Air mata mulai melinang di pipi tirusnya.

"Tidak! Itu tidak benar!" Jaehyun memekik tertahan. Pemuda itu lantas mengambil langkah untuk mengikis distasinya dengan Chaeyeon.


"Aku tak mau melihatmu lagi!" Chaeyeon menelungkupkan wajahnya, menyembunyikan linangan air mata yang tak lagi sanggup ia bendung. Gadis itu lantas berbalik untuk pergi dari hadapan Jaehyun.


Enggan membiarkan Chaeyeon berlalu tanpa sempat menyampaikan penjelasannya, Jaehyun pun langsung mencengkeram pergelangan gadis itu. Meski Chaeyeon kuat-kuat menepisnya, namun tenaganya tak sebanding dengan Jaehyun. Berkat cengkeraman kuatnya, pemuda itu berhasil membuat Chaeyeon kembali berbalik dan manghadap sosoknya.

"Maafkan aku." ucap Jaehyun dengan penuh sesal. Ia mengembuskan napas berat, "Sungguh, aku minta maaf. Aku tak bermaksud melukai hatimu."

"Telan saja penyesalanmu!" Chaeyeon meninggikan nada bicaranya.


Namun seakan tak mau ambil pusing dan ingin segera berkutat dengan perasaan terkejut bercampur sesak di dada, Chaeyeon kembali melepas cengkeraman erat Jaehyun dan memilih pergi.


Langkah seribu yang Chaeyeon tapaki serasa percuma karena dapat dengan mudah dikejar oleh Jaehyun. Sekonyong-konyong pemuda itu meraih lengan Chaeyeon dan membuatnya kembali berbalik dan menghadapnya.

"Aku memang menjadikanmu objek penelitian, tapi perasaanku padamu bukanlah kebohongan. Aku tulus padamu." titah Jaehyun. Gadis Jung itu bersikeras untuk tutup telinga, enggan mendengar apa pun yang terlontar dari mulut Jaehyun.


Pemuda itu mendekat, bermaksud menghalangi Chaeyeon pergi dengan meraih pergelangan mungilnya.

Chaeyeon pun lekas mendorong lelaki itu agar menjauh darinya. Tanpa pikir panjang, ia langsung melenggang pergi dan kali ini berhasil lolos dari kungkungan Jaehyun.


Untuk kedua kalinya Jaehyun menyaksikan punggung seorang wanita yang perlahan menjauh dari hadapannya. Namun kepergian kali ini jauh lebih terasa menyayat hati. Ia tertegun beberapa saat, kerongkongannya terasa kering dan perih.

.

.

.

Chaeyeon menutup pintu asramanya dengan kasar hingga mungkin penghuni kamar sebelah bisa merasakan getarannya. Tangisnya makin menjadi dan seakan siap menyaingi derasnya debit air terjun Niagara. Ia menggerung-gerung hingga tenggorokannya sakit. Namun bagi Chaeyeon itu masih belum cukup untuk melampiaskan rasa kecewa dan sakit hati yang bergelut dalam relungnya.


Mengapa tak pernah ada kebahagiaan yang sejati dalam hidupnya? Bahkan sekalinya ia menemukan orang yang membuatnya nyaman dan terlindungi, ternyata semua itu adalah palsu. Lebih parahnya lagi, orang itu justru memanfaatkannya untuk kepentingan diri sendiri.


Sekarang satu-satunya sumber kebahagiannya telah hilang. Chaeyeon harus kembali menjalani hidup tanpa seorang pun penyemangat. Kurang lebih akan seperti itu sampai ia berhasil menemukan orang baru yang berhasil membuka pintu hatinya.


TBC 

*have been edited

hatikuuuuuuuu :(((((( *BGM : seventeen - ulgosipjianha

My Lesbian Roommate [✔]Baca cerita ini secara GRATIS!