Her silly mind

297 48 19

Lee Joon Gi sudah tiba di rumahnya. Akhirnya setelah hampir dua minggu mengurusi bisnisnya, Ia bisa kembali ke rumah. Joon Gi langsung disambut oleh para pelayannya yang menunduk hormat yang dibalas anggukan kecil olehnya . Kemudian matanya menangkap keganjilan. Dari sekian banyak pelayan yang berbaris menyambutnya, Ia tak menemukan sosok Bibi Han, yang merupakan kepala pelayan sekaligus pengasuhnya dari kecil.

" Dimana kepala pelayan Han? ", tanya Joon Gi pada salah satu pelayannya tersebut.

" Ia sedang memanggil Ji eun Agassi untuk makan malam tuan ", jawab pelayan tersebut dengan sopan. Joon Gi langsung mengernyitkan dahinya. Kemudian kakinya menuntunnya menuju kamar gadis mungil yang sudah dua minggu tinggal di rumahnya. Gadis yang bahkan membuat kepalanya sakit walaupun Ia tak berdekatan dengan gadis tersebut.

Semakin dekat Joon Gi dengan kamar yang ditempati Ji eun, semakin jelas pula Ia mendengar racauan yang keluar dari mulut gadis mungil tersebut.

" Ahjumma, sebenarnya Joon Gi-ssi itu orang yang bagaimana sih? Apa wajahnya memang selalu tanpa ekspresi? Hoksi... Apakah ahjumma tau kelemahannya? ", Joon Gi yang mendengarkan tak langsung masuk ke kamar gadis mungil itu. Ia memberi jeda sesaat setelah kemudian Ia membuka pintu kamar tersebut. Ia dapat melihat gerak gerik kepala pelayannya yang sepertinya baru saja akan menjawab pertanyaan dari gadis mungil berambut panjang itu.

" Hoo.. Jadi kau sedang menginterogasi pelayanku? Yah... cara yang umum bagi seseorang yang punya mulut besar ", Joon Gi kemudian beralih menatap Ji eun yang sekarang sedang menampakkan ekspresi terkejut. Sedangkan kepala pelayan yang Joon Gi sebut dengan bibi Han langsung menunduk hormat saat menyadari kedatangan majikannya tersebut. Kemudian Ia pamit pergi dan menyisakan dua orang bermarga Lee di ruangan itu

" Mu...mulut besar?! ", kata Ji eun sambil menatap Joon Gi kesal. Sebutan mulut besar dari Joon Gi terasa lebih mengesalkan dibandingkan sebutan bodoh yang juga pernah ditujukan Joon Gi padanya.

Joon Gi tak memperdulikan pertanyaan retoris Ji eun. Ia malah berjalan santai mendekati gadis mungil itu. " Jadi.. Bagaimana? Apa kau sudah mendapatkan kelemahanku? ", tanya Joon Gi mengejek

" Cih! Aku hampir saja berhasil mendapatkannya sampai kau datang dan membuat ahjumma itu pergi! ", Ji eun mendengus

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

" Cih! Aku hampir saja berhasil mendapatkannya sampai kau datang dan membuat ahjumma itu pergi! ", Ji eun mendengus. " Kau senangkan?! Sudah sana keluar dari kamarku ", usir Ji eun.

" Tidak mau tuh ", Joon Gi berjalan santai menghampiri patung kuda kecil yang berada di sudut ruangan. Ia beberapa kali menyentuh properti miliknya yang terbuat dari kristal itu sembari mengamati setiap detail benda tersebut.

Kemudian keadaan menjadi hening sesaat sampai akhirnya Ji eun melotot kaget dan berteriak
" Mworago ?! " , Ji eun bingung dengan kelakuan namja di hadapannya tersebut. Namja itu memang masih menampakkan wajah tanpa ekspresi dan dingin tapi hawanya tidak semengintimidasi biasanya. " Keluar ku bilang " , kata Ji eun lagi

 " Keluar ku bilang " , kata Ji eun lagi

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Your Handsome BastardTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang