Resensi The Time Keeper by Mitch Albom (c) 2012
"Buku ini berkisah tentang waktu" – begitulah tulis Albom di halaman persembahan novel ini.
.
Novel ini mengisahkan tentang tiga tokoh yang berbeda dan bagaimana mereka 'menghabiskan' Waktu mereka. Sarah Lemon, Victor Delamonte, dan Dor.
Sarah adalah seorang remaja wanita yang sedang jatuh cinta pada seorang pemuda tampan. Gadis ini berharap agar Waktu cepat berlalu. Cepat ke waktu saat dia berkencan, ke waktu saat dia bertemu dengan pemuda itu, ke waktu ketika dia menangisi hidupnya.
Victor adalah pengusaha kaya yang sedang bertarung melawan penyakitnya. Bertarung melawan Waktu. Dia rela megeluarkan jutaan dollar uangnya untuk menemukan cara hidup abadi. Dia ingin mengalahkan Waktu.
Sedangkan Dor lah yang bertugas menghitung Waktu. Detik demi detik dia habiskan untuk menghitung. Karena kelancangannya mengukur anugerah terbesar dari Tuhan—Waktu—maka Dor dihukum di dalam gua dan mendengarkan suara-suara manusia yang meminta Waktu lebih lama selama berabad lamanya.
Kemudian Dor kembali, mempertemukan Sarah dan Victor, untuk mengajarkan makna Waktu kepada mereka.
.
Mitch Albom berhasil menuliskan novel ini dengan bahasa yang ringan dan mudah untuk dicerna. Merupakan tipikal novel yang akan terus kamu baca sampai habis, tanpa perlu menunggu nanti maupun esok. Banyak nilai postif yang bisa kita ambil dari karya Albom satu ini. Salah satunya adalah esensi Waktu itu sendiri. Manusia sering menggunakan istilah 'Dikejar waktu' maupun 'Waktu berjalan lambat'. Semua perspektif itu digambar secara jelas dan bagaimana manusia seharusnya menyikapi Waktu yang telah diberikan Tuhan kepada kita.
.
Score : 4,5/5
