[pic] Domi: si presenter bersenyum gula karamel.

*

"Minta maaf sekarang." suruh Aldo kepada Carla yang sudah berhenti dari rasa tercengangnya.

Carla menekuk wajahnya kesal. Jadi, yang sejak tadi beradu mulut dengannya adalah presenter ternama, bukan sesuatu yang besar, kok, no big deal (sarkas tingkat tinggi). Dasar Aldo sialan!!

Pantas saja ia seperti familiar dengan wajah Domi-dan menyalahartikan kefamiliarannya dengan menganggap wajah Domi enak dilihat. Ternyata cowok itu setiap minggu ngeksis di TV.

"Ogah. Dia, kali, yang harusnya minta maaf." Carla memandang rendah Domi yang meringkuk dengan satu tangan memegangi perut, cowok itu sudah tak mampu barang untuk berdiri.

Aldo mengikuti arah pandang Carla dan langsung menyesal ketika diingatkan kembali tentang hasil perbuatan Carla. Ia menjambak rambutnya kesal, lalu berseru frustasi, "Deuh La, ngapain pula mukul-mukul anak orang!"

"Bukankah itu salahmu, tidak mengatakannya dari awal kalau dia orang penting!"

"Arghhh!" Aldo berteriak kesal, lalu berkata impulsif, "Sudahlah, kita pulang sekarang!"

"Pulang?? Dia belum minta maaf!" protes Carla, menunjuk Domi di bawah kakinya.

"La!?" Aldo menatap Carla kesal, habis kesabaran.

"Memangnya kalau ia asal nyosor dan mencuri ciumanku, itu tidak penting bagimu?! Hah?!" Carla menghardik kesal, dengan segera membuat Aldo ciut. Domi terkekeh melihat pertengkaran mereka.

Carla menendang perut Domi kesal. "Masih berani bersuara, hah?!"

Domi hanya meringis kesakitan sebagai jawabannya.

"Carla!? Dia itu mau manggung besok, berapa kali harus aku bilang?!!"

"Sudahlah! Kalau kau mau pulang, then get your ass out of here!" Carla beranjak keluar dengan masih bersungut-sungut.

Aldo menghampiri Domi, lalu memapahnya menuju sofa terdekat.

"Kejar dia. Kau tak tahu apa saja yang mungkin terjadi saat ia sedang marah." kata Domi terbata-bata di antara ringisannya, berjuang melawan sakit di sekujur tubuhnya.

"I can't just leave you like this!" erang Aldo, kembali menjambaki rambutnya-kebiasaannya ketika rasa frustasi menguasai dirinya.

"It's okay. Aku yang bermain api dengannya. Hahaha..."

"ALDO!!" teriak Carla membahana dari luar, menimbulkan perasaan deja vu Aldo selama sesaat.

"Pergilah." ucap Domi pelan, sebelum kembali rebahan.

Aldo menghela napas, lalu dengan berat hati mengikuti kata-kata Domi.

"Sorry, Dom..." bisik Aldo sebelum menutup pintu di belakangnya. Ia kemudian memanggil salah seorang temannya untuk menggantikannya menjaga Domi sebelum menyusul Carla.

*

Namun, kepulangan keduanya ternyata harus menemui berbagai macam rintangan. Dimulai dari rasa penasaran teman-teman Aldo atas drama di pinggir kolam sebelumnya yang menahan Aldo lebih lama untuk melayani pertanyaan mereka, pertemuan mereka secara tidak sengaja dengan Erin-yang otomatis dimanfaatkan Aldo untuk meminta maaf dan mengembalikan mukanya, sampai beberapa tamu tuan rumah yang baru datang hanya sesaat sebelum mereka cabut ke tempat parkir.

"Tunggu bentar, deh, Do. Tanggung. Nggak enak, dong, kalau nggak nyapa Gisel." kata Ferry sang pemilik rumah ketika Aldo pamit pulang.

"Gisel?" Entah mengapa nama itu terdengar familiar di telinga Carla.

"Yep, Gisel." ucap Ferry sambil tersenyum, ada nada bangga di suaranya. "Tahu, kan? Penyanyi baru yang melejit karena suara tingginya yang khas itu."

Yeah, like I care, Carla memutar matanya. Namun, sejurus kemudian, ia teringat apa yang membuatnya familiar dengan nama itu. Dalam sebuah acara infotainment, Gisel yang dikata penyanyi muda berbakat itu dikabarkan sedang dekat dengan presenter bersenyum gula karamel yang paling digandrungi anak muda saat ini.

Dominic Silvere!

Oh, shit, that delicate guy's girlfriend? Carla mengumpat dalam hati. Ketenaran cewek itu membuatnya gentar. Better keep my head down.

Namun, keinginan itu dengan cepat menguap begitu saja ketika seseorang melangkah tertatih mendekati tempatnya berkumpul di depan pintu--that shitty Domi!

"Gisel! Welcome to my home..." Ferry cepat-cepat menyapa ketika melihat Gisel datang dari kejauhan bersama... satu manager, satu stylist, dua bodyguard, dan dua lagi entah siapa--buset, cewek ini lebay atau apa?!

Gisel hanya tersenyum kecil sebelum matanya tertumbuk kepada sosok Domi yang bersandar di pintu dengan senyum gula karamelnya--despite his wounds all over his body.

"Kenalin, ini Aldo, anaknya yang punya mal sebelah perumahanmu. Dan ini..." Ferry terkekeh sekilas saat melirik Carla, "..cewek yang berhasil membuat cowokmu babak belur, karena berani menyentuh bibirnya--"

"Oke deh duluan bye!" Mendengar ucapan kontroversial Ferry, tanpa memberinya kesempatan untuk menyelesaikan kalimatnya, Aldo secepat kilat berpamitan dan menarik tangan Carla berlari menjauhi mereka.

Gisel dan semua orang yang ada di sana hanya terbengong-bengong menatap kepergian sepasang sahabat bego itu.

Almost Over YouBaca cerita ini secara GRATIS!