15. Nunggu Jemputan

5.1K 1.2K 160

ღ jangan sungkan spam komen ya, ga dipungut biaya kok ^^ ღ

.

.

.

Seperti biasa, Jiwoo, Sora, dan Haneul selalu menunggu jemputan bersama. Mereka duduk di bangku panjang yang memang diletakkan oleh pihak sekolah. Dasarnya emang udah sohib sejati, ke mana-mana lengket mulu engga pernah pisah.

"Udah Woo, jangan ngegalau mulu... katanya mau fokus ujian, apaan tai." Sora asal ceplos. Abis dia resah sendiri liat sahabatnya itu mingkem terus dari tadi. Meskipun sebenernya dari sononya Jiwoo emang yang paling pendiam di antara mereka.

"Galau apa sih Ra? Orang gue biasa aja!" sahut Jiwoo.

"Mana nih abang ganteng? Biasanya udah nyampe lima belas menit setelah bel pulang bunyi." giliran Haneul mengoceh.

"Kalau kita mah biasa jemputan lama, paling bokap juga masih ngurus tamu di kantor." ucap Sora yang udah pasrah mau dijemput jam berapa aja. Sora pasrah, apa lagi Haneul. Rumah mereka satu komplek, jadi sehari-hari Haneul nebeng papanya Sora.


"Haknyeon tuh... kayaknya suka deh sama lu." celetuk Sora untuk memecah hening di antara mereka.

"Eh? Masa sih... tau dari mana lu? Kok gue engga pernah ngerasa dikodein?" sahut Haneul.

"Bukan lo, Neul! Gue ngomong sama Jiwoo."

"Lo sih engga jelas tujuannya ke siapa!"

"Udah tau." tandas Jiwoo sontak membuat dua kawannya itu memutar kepala dan menolehnya.

"Dari mana lo tau? Dia udah bilang?" tanya Haneul.

"Perasaan gue doang sih... gue liat dari gestur sama tatapan matanya kalo lagi ngomong sama gue. Terus mukanya agak desperate gitu pas Jihoon cerita gue pulang dianter Kak Daniel naik CBR."

"Wah, sadis... diem-diem Jiwoo perasa."

"Gimana lo? Milih astrea apa CBR nih?" goda Sora.

"Varionya kak Seongwoo dabest lah!!!" jawab Jiwoo mantab.


Keributan mereka tentang kabar burung yang bilang kalau Jiwoo yang disukain Haknyeon seketika teralihkan saat sebuah honda CBR tiba-tiba saja datang dan berhenti di depan gerbang.

"Kak Daniel bukan tuh?" Haneul menyenggol lengan Jiwoo.

"Mantab!!!" Sora berseru.

"Ih, kan gue nungguin bang Seongwoo!" Haneul menggerutu.

"Iya, kak Seongwoo ke mana ya? Masa nyuruh Kak Daniel jemput?" Jiwoo bingung. Sampai akhirnya pengendara honda CBR itu melepas helm dan memamerkan rambut coklatnya.

"Loh, gantu rambut dia?!" yang kaget malah Sora.

"Hot banget anjir..." sahut Haneul.


Daniel celingukan mencari Jiwoo.

"Samperin gih, dia nyari tuh!" suruh Sora.

"Ya deh, gue balik dulu ya guys..." Jiwoo pamit dan segera mengambil langkah seribu untuk menghampiri Daniel.

"Tiati ya Woo..." balas Sora dan Haneul barengan.


Jiwoo menepuk punggung Daniel dan sontak membuatnya menoleh.

"Kak Daniel yang jemput?" tanya Jiwoo.

"Iya, bang Seongwoonya nganter kak Junghwa ke rumah sakit."

"Loh, kak Junghwa sakit apa?!" mata Jiwoo membeliak pertanda kaget.

"Tyfus dek." jawab Daniel seraya menyerahkan helm kepada Jiwoo.

"Aduh... kok bisa sih..." gadis itu tetap tak bisa menyingkirkan nada khawatirnya.


Karena Daniel juga tidak tahu kenapa tyfus Junghwa tiba-tiba kambuh, ia pun tidak menanggapi kegusaran Jiwoo.

"Eh dek... engga papa kan ini?" tanya Daniel tiba-tiba.

Jiwoo mengangkat sebelah alisnya. Tidak paham dengan ucapan Daniel. "Apanya kak yang engga papa?"

"Engga papa kan naik CBR lagi? Aku lagi engga bawa motor bebek."


TBC

asal sama Daniel mah, dijemput pake chevrolet aja aku tetep mau kok XD

btw, btw... kok jadi kepikiran buat bahas Seongwoo & Junghwa ya? tapi takut keluar dari konteks. apa dibikinin buku sendiri aja? gimana gimana gimana?

Oh Little Girl • kang daniel [✔]Baca cerita ini secara GRATIS!