Progress or....?

284 46 6

Ji eun mengelap tangan appa nya dengan hati-hati. Semenjak operasi, appa nya belum juga sadar dan membuka mata. Dokter mengatakan kalau saat ini appa nya dalam keadaan koma. Memang sebelumnya dokter sudah memperingatkan hal ini kepada Ji eun saat setelah mengoperasi appa nya. Ji eun jelas sedih dengan keadaan appa nya tersebut. Namun yang bisa Ia lakukan hanya merawat dan berdoa agar appa nya cepat sembuh.

" Appa.. sampai kapan kau akan tertidur seperti ini eoh? Apa kau tidak merindukan putrimu ? ", Ji eun mengajak bicara lelaki paruh baya yang terbaring di hadapannya itu. Ia selalu melakukan hal tersebut setiap kali Ia menjenguknya. Ia percaya jika Ia terus mengajak appanya berbicara, appa nya akan mendengarnya dan segera sadar.

Cukup lama Ji eun berada di rumah sakit hingga kemudian Ia bersiap pergi untuk bertemu dengan dua sahabatnya Kang Han na dan Byun Baekhyun
*******************

Kang Han na memarkirkan mini couper countryman berwarna mint miliknya di sebuah kafe minimalis bernuansa kayu. Dengan langkah cepat, Ia memasuki kafe tersebut yang kemudian langsung mendapatkan sambutan dari para pelayan. Han na langsung tersenyum kecil melihat dua sahabatnya tengah duduk di pojok kafe sambil menikmati pesanan mereka

" Yaaa! Sahabat macam apa kalian? Bagaimana bisa kalian makan duluan tanpa aku? ", Han na mencibir pada dua sahabatnya tersebut

" Kau sendiri yang terlambat 30 menit. Kalau ada yang perlu disalahkan, salahkan saja kaki lambatmu itu Noona ", kata Baekhyun yang kemudian menatap Han na dari ujung kepala hingga ujung kaki. " Sudah kubilang ini adalah waktu yang tepat untuk diet! Lihat betis mu itu.. Aigo ckcckc ", sahut Baekhyun lagi melanjutkan segala perkataannya yang tidak tersaring dengan baik

" Yak kau mau mati ya?! ", Han na menepak kepala Baekhyun. Bisa-bisanya sahabat yang 5 tahun lebih muda darinya itu selalu mengejeknya setiap kali mereka bertemu. Ji eun yang melihat tingkah kedua sahabatnya langsung tertawa lebar. Setiap kali Ji eun bertemu dengan kedua sahabatnya tersebut, Ji eun selalu merasa senang dan membuatnya lupa pada masalah-masalah yang tengah Ia hadapi.

Kelompok kecil itu terlihat ramai dengan segala gelak tawa mereka yang menggema di seluruh penjuru kafe. Sesekali terlihat aksi anarkis Han na yang menarik rambut Baekhyun dikarenakan ucapan asalnya. Sampai kemudian Baekhyun bertanya polos pada Ji eun.

" Jadi bagaimana dengan rencanamu Ji eun-ah? ", Baekhyun memang tidak pernah mau memanggil Ji eun dengan embel embel noona. Ia merasa Ji eun terlalu mungil untuk panggilan tersebut. Sedangkan yang ditanya malah memicingkan mata ke arah sahabatnya yang lain.

" Mianhae ", cengir Han na cepat.
" Habisnya dia merengek-rengek padaku dan kau pasti tau betul seperti apa kelakuannya ketika sedang merengek kan? ", kata Han na lagi membela dirinya sementara Ji eun memutar bola matanya malas.

Ji eun memang belum menceritakan apa yang terjadi padanya kepada Baekhyun, bahkan dia belum ada niatan untuk menceritakan hal tersebut. Tapi sekarang Baekhyun sudah tau keadaannya, terimakasih pada mulut Kang Han na. Ji eun menghela nafas.
'Ya sudahlah, toh bukan masalah kalau dia tau ', pikir Ji eun.

" Huft.. Rencanaku itu.... belum ada progres sama sekali ", kata Ji eun lemas sambil memangku wajah dengan kedua tangannya.

" Mworago?! Bagaimana bisa? Kau kan sudah dua minggu berada di rumahnya ", sahut Han na yang sedikit terkejut

" Ah itu sudah pasti karena pikiran uri Ji eun gampang ter distract. Dia memang pintar dalam hal pelajaran, tapi dalam hal lain ckckck ", Baekhyun berdecak sambil menggerakan jari telunjukknya ke kanan dan ke kiri. Hal tersebut langsung disambut oleh dengusan Ji eun.

" Enak saja kau bebek! Kau mengataiku telmi? ", kata Ji eun mendelik. Bebek adalah panggilan Ji eun untuk Baekhyun , karena kata 'Baek' mengingatkan Ji eun pada suara bebek. Apalagi didukung mulut Baekhyun yang cerewet seperti bebek.

Your Handsome BastardTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang