Chapter 113: Tindakan Judom dan Pengkhianatan Baru

2.4K 141 15

Maaf telat update, keasyikan baca Mush*ku Tensei.

Sebelum membaca, ada sedikit pengumuman penting buat mereka yang suka sama akun ini. Pertama akan ada proyek penerjemahan baru bersamaan dengan dimulainya semester baru. Walaupun begitu, projek baru itu hanya sebagai secondary project. Konjiki tetap diutamakan.

Kedua, akhirnya ada FTL yang ngerjain Konjiki versi Light Novelnya ^^) buat informasi selanjutnya soal ini akan disampaikan di beberapa chapter berikutnya.

Maa, gitu aja sih... selamat membaca.

Chapter 113: Tindakan Judom dan Pengkhianatan Baru

____________________

"... baiklah, apa kau akan menjelasan semuanya, Judom?" (Rudolf)

Judom menunggu Rudolf diluar, tentu saja Eveam dan yang lain masih marah kepadanya. Bahkan Marione seakan bisa menyerang kapan saja.

Walaupun ada banyak tentara yang mengitari tempat itu, namun jumlah mereka tidak akan ada apa-apanya kalau Marione mengamuk. Bahkan Dennis bersembunyi dibalakang mereka dengan takut.

Namun Rudolf bertanya pada Judom dengan poker face.

"'Bagaimana informasi tentang Ruangan Suci bisa sampai bocor...' iya kan?" (Judom)

"Benar, ruangan itu sudah benar-benar terisolasi dari luar maupun dalam, jadi seharusnya informasi tidak akan bisa bocor, dan tidak akan ada orang yang bisa masuk. Jadi bagaimana?" (Dennis)

Pertanyaannya masuk akal. Sebenarnya saat mereka didalam ruangan, informasi dari luar tidak ada yang masuk. Para penjaga yang sedang bersiap dibalik pintu, suara percakapan para prajurit itu, semua informasi seharusnya tidak ada yang bisa keluar.

Sebalinya, segala informasi dari dalam juga seharusnya tidak ada yang bisa keluar. Tetapi kenyataannya bawahan judom bisa mengetahui keanehan di dalam ruangan dan muncul di saat yang tepat. Itu adalah kemunculan yang sangat kebetuluan, jadi maklum saja mereka bertanya.

Eveam juga memiliki pertanyaan yang sama dengan Rudolf, mereka pun sama-sama melihat Judom dengan penasaran.

"Oi." (Judom)

Judom pun memanggil salahsatu bawahannya yang ada di dekatnya. Orang itu pun datang mendekat lalu memperlihatkan sesuatu dan berbisik pada Judom. Sambil mendengarkan bisikan itu, mata Judom terpaku pada kertas yang diberikan oleh bawahannya. Walaupun pada awalnya wajah Judom terlihat curiga saat membacanya, namun akhirnya ia tersenyum.

"... begitu ya, sudah kuduga kalau dia mulai bergerak. Bagus bagus, berkat ini kita terselamatkan. Terimakasih." (Judom)

Bawahannya itu tersenyum sebelum pergi dari situ.

"... baiklah, kau ingin penjelasan kan? Semua berkat kertas... tidak, semua ini berkat orang yang mengirim surat ini." (Judom)

"Surat?" (Rudolf)

Rudolf yang penasaran melihat surat yang dibawa oleh Judom. Rudolf pikir jawabannya ada di surat itu.

"Di surat ini tertulis: Konferensi itu adalah tipuan, semua itu adalah konspirasi untuk menghancurkan Evilia. Tolong selamatkan Maou... begitulah kira-kira. Itu adalah apa yang ditulis di awal surat ini." (Judom)

Setelah Judom menjelaskan, wajah Rudolf menjadi sedikit marah. Judom pun melanjutkan.

"Seseorang mengirimkan surat ini pada bawahanku. Bisa kukatakan kalau ada hal darurat, orang itu bisa mengirimkan informasi ke suatu tempat. Bawahanku hebat kan? Setekah mengatakan tempat persembunyianku, pengirim surat ini mengirim seekor burung dengan surat yang ditunjukan pada bawahanku." (Judom)

Konjiki no Wordmaster - Arc 3: Perang Antar RasBaca cerita ini secara GRATIS!