Let's do this

316 50 6

Ji eun bergerak tidak sabar di lorong rumah sakit. Sudah hampir 2 jam dia menunggu di sana. Saat ini appa nya sedang menjalani operasi. Ia tau appanya akan baik-baik saja, setidaknya itu lah yang Ia harapkan.

“ Tenanglah, operasinya pasti berhasil“, sahut Haneul menenangkan Ji eun. Sepupu Ji eun satu itu memang setia berada di sana. Lee Haneul adalah anak dari Lee Myunho kakak dari ayah Ji eun. Lee Myunho lah satu satunya keluarga yang paling dekat dengan keluarga Ji eun. Saudara Ji eun lainnya tidak tinggal di Korea, dan mereka tidak begitu dekat dengan ayah Ji eun karena dari 4 orang anak kakeknya, ayah Ji eun lah yang berhasil mewarisi Star Group.

Tidak berapa lama kemudian, dokter beserta asistennya keluar dari ruang operasi. Secepat kilat Ji eun menghampiri dokter tersebut dan menatapnya dengan tatapan bertanya sekaligus khawatir

“ Operasinya berjalan lancar, kami sudah menangani pendarahan di kepala tuan Lee Hyunwo begitu juga rusuknya”, jawab dokter tersebut yang seketika membuat bahu tegang Ji eun melonggar. Rasa syukur jelas terpancar dari wajahnya.

“ Kamsahamnida seonsangnim.. Jeongmal Kamsahamnida “, Jieun menunduk berulang kali diikuti oleh Haneul di belakangnya.

“ Tetapi… “ , kata dokter tertahan. “ Respon Tuan Hyunwo sebelumnya sangat minim. Jika ini terus berlanjut bisa jadi dia jatuh koma “, baru saja salah satu beban di pundak Ji eun terasa akan menghilang, hingga ucapan dokter selanjutnya kembali menamparnya dengan kenyataan pahit.  Ji eun berusaha tegar, Ia mengangguk mengerti. Dokter bilang ‘bisa saja’ , itu berarti hal tersebut belum pasti. Ia yakin ayahnya akan segera sadar. Ia mencoba yakin dan Ia harap begitu.

Ji eun sekarang tengah berada di kantin rumah sakit bersama Haneul. Gadis itu hanya menusuk-nusuk makanannya dengan sumpit tanpa ada niatan untuk memakannya. Tentu saja, bagaimana mungkin bisa Ia  makan setelah apa yang dialaminya? Apalagi mengingat kejadian beberapa jam yang lalu dimana Ia bertemu dengan lelaki jelmaan iblis membuat nafsu makannya menguap entah kemana. Sekarang kepalanya mulai berdenyut memikirkan masalah yang harus Ia hadapi. Bagaimana harinya esok? Bagaimana dengan kuliahnya? Bagaimana dengan perusahaan appanya? terlalu banyak kata bagaimana dan mengapa yang menari di pikirannya.

“ Ji eun agassi “, panggil Jimong sang sekretaris appanya. Ji eun langsung tersadar dari lamunannya. Dia bahkan tak menyadari kapan Jimong datang.

“ Jimong.. “

Haneul berdehem pelan “ Kalau begitu aku permisi “, kemudian Ia berdiri dan mempersilahkan Jimong duduk. “ Ji eun-ah, oppa ada di kamar appa mu ya”, kata Haneul lagi yang disambut anggukan oleh Jieun

Ji eun POV

Aku menatap Jimong dengan wajah datar. Tentu saja aku tak perlu terkejut lagi karena aku sudah mendengar kabar itu langsung dari pelakunya. Ternyata benar, Star Group, perusahaan yang selama ini menopang keluargaku telah bangkrut. Walau tidak benar-benar bangkrut, tapi sama saja, karena kepemilikan perusahaan itu akan diambil alih

“ Agassi tidak terlihat terkejut “, Jimong sedikit bingung

“ Karena aku sudah mendengar berita tersebut beberapa jam lalu langsung dari mulut pelakunya “, kejadian beberapa jam lalu mulai terputar kembali di otakku.

“ Pelaku? Maksud nona tuan L--”

“ Lee Joon Gi. CEO dari Skylight corp. Salah satu perusahaan yang bersaing dengan Star Group “, aku langsung memotong perkataan Jimong.

“ Y...ye? Tuan Lee Joon Gi? “, Jimong terlihat kaget dan bingung.

“ Aku bertemu dengannya tadi pagi di rumah. Penjahat itu! Bahkan Ia mengambil alih rumah beserta isinya“

Your Handsome BastardTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang