Chapter 111: Dia yang Masih Hidup

2.5K 156 9

"Haaaaaaah!" (Eveam)

Eveam mencoba mendobrak pelindung itu berkali-kali dengan cara menyerangnya dengan tangannya sendiri. Namun pelindung itu tidak bergerak sedikitpun.

"Kau cukup nekat juga. Tidak mungkin pelindung yang terbuat dari nyawa pahlawan dan rahmatnya akan bisa kau hancurkan." (Rudolf)

Mengabaikan kalimat Rudolf, Eveam terus memukul dinding itu dengan tinjunya sendiri.

"Haa haa haa haa haa... bagaimana, Aquinas?" (Eveam)

"Sepertinya pelindungnya memiliki《Evil-Sealing Barrier》, yang bisa menyerap serangan fisik. Secara teori, keluar dari tempat yang dari awal tidak memperbolehkan kita membawa senjata ini cukup mustahil." (Aquinas)

note:封魔結界(Fuuma kekkai)(?) bisa diartikan Segel Pelindung Sihir (Magic Sealing Barrier)

Aquinas menjelaskannya dengan wajah murung sambil menyentuh pelindung itu.

"Minggir, Aquinas." (Judom)

Judom menutup matanya sambil memfokuskan seluruh tubuhnya pada tinju tangan kanannya.

(Cih, aku tidak bisa memfokuskan kekuatan sihirku. Kalau begini, kekuatannya akan menurun drastis.) (Judom)

Walaupun begitu, dia mengumpulkan kekuatannya di pukulannya dan dia pun memukul.

Pashunn!

Tidak ada yang terjadi, seakan semua dampak pukulannya terserap.

"Kuh!" (Judom)

"Jadi ini juga mustahil bahkan untuk Judom-dono..." (Eveam)

Eveam melihat pelindung itu dengan ekspresi pahit.

"Kalau begini, Evilia akan..." (Eveam)

Dia prihatin dengan Xaos. Setelah mendengar kalau tempat itu sedang terlibat peperangan, Eveam tidak bisa hanya diam dan menungu di sini.

"Tidak bisa dimaafkan! Yang Mulia, untuk kali ini, tolong perintahkan kami untuk melawan manusia-manusia ini!" (Marione)

Marione mengalihkan pandangannya menuju Rudolf dan yang lain dengan hasrat ingin membunuh. Namun Eveam menggeleng.

"Jangan." (Eveam)

"Yang Mulia!" (Marione)

"Saat ini, di tempat ini semua kekuatan sudah dilemahkan. Marione, keahlianmu adalah sihir, bukan serangan fisik. Walaupun begitu, apa kau pikir kau bisa melawan 5 orang sekaligus tanpa terluka?" (Eveam)

"..." (Marione)

"Setelah kita keluar dari sini, kita harus kembali secepatnya. Kalau kau terluka dan tidak bisa bergerak, bagaimana?" (Eveam)

"Ta-Tapi..." (Marione)

"Saat ini prioritas kita adalah keluar. Jangan sia-siakan energi." (Eveam)

"... sesuai keinginanmu." (Marione)

Walaupun dia menerima dengan enggan, namun kalimat Eveam benar, jadi dia memutuskan untuk mematuhinya. Melihat itu, Judom pun-

(Hou, dia masih belum memiliki pengalaman, tapi dia tahu mana yang lebih penting. Aku yakin gadis ini akan menjadi pemimpin yang hebat) (Judom)

Semakin naif pemikiran, semakin bermasalah pula tindakannya. Namun gadis itu terus maju tanpa kehilangan apapun yang penting. Dan Judom pun berpikir kalau gadis itu pastinya akan tumbuh dengan dikelilingi oleh perasaan kagum nanti.

(Jadi seranganku tidak bekerja... jadi aku hanya bisa menyerahkan sisanya pada orang itu) (Judom)

Sambil berpikir seperti itu, Judom pun menggenggam tangannya dengan keras.

Konjiki no Wordmaster - Arc 3: Perang Antar RasBaca cerita ini secara GRATIS!