Chapter 110: Orang-Orang Yang Terjebak

2.8K 171 31

Hm... sebelumnya kan saya udah nanya lebih tertarik versi LN atau WN? Sebenernya ada beberapa yang tertarik ke LN sih '-')a tapi mungkin perbedaan antara kedua versi ini hanya perbedaan minor (hanya timeline) jadi kita hanya melanjutkan versi WN '-')/

Maa sebenernya kemarin ada beberapa yang nyaranin judul lain kayak Obau Mono Ubawareru M*no, Akhasic Rec*rds, Isekai wa Smartphone to Tom* ni, Mushoku Tens*i, Masou Gakku*n HxH, Zero kara Hajimari Mah*u no Shou, L*g Horizon dan beberapa judul lain buat diterjemahin '-')a tapi yha... entah mau nyoba nambah atau enggak, kalau nambah juga gak tau harus apa '-')a

Yah pokoknya buat sekarang fokus ke WN Konjiki aja '-')b

Dengan demikian, silahkan menikmati

Chapter 110: Orang-Orang Yang Terjebak

____________________

"Perang... katamu?" (Eveam)

Eveam terus mengulang apa yang keluar dari mulut Raja Victorias, Rudolf, sambil terus berharap kalau apa yang ia dengar salah.

"Itu benar. Perang." (Rudolf)

Sepertinya Rudolf tidak berencana untuk mensukseskan konferensinya.

"Me-Mengapa? Kalau kita bersatu kita bisa menghindari konflik, jadi apa alasanmu untuk memulai perang?!" (Eveam)

Wajah Rudolf menjadi terlihat kejam setelah Eveam merubah cara pandangnya terhadap Rudolf.

"Untuk kau... untuk menghancurkan Evilia, aku sudah mengorbankan banyak hal. Tentara, orang-orang, dan bahkan putriku." (Rudolf)

Alis Judom berkedut saat Rudolf mengatakan putrinya.

"Ini apa yang dikatakan Judom. Dia bilang kita harus mewujudkan perdamaian demi puteri-puteriku yang berkorban. Mereka akan bahagia kalau itu terjadi." (Rudolf)

Dari mata Rudolf, air mata terjatuh.

"Tapi itu salah. Puteri pertamaku, Miti, masih sangat muda, tapi aku pikir dia adalah anak yang cerdas. Puteri keduaku, Aselia, memiliki hati yang teguh. Dan juga puteriku, Fara, yang walaupun tidak meninggal, dia menjadi seperti mayat hidup. Sebelum mereka mati, mereka berkata 'Tolong hancurkan Evilia apapun yang terjadi'." (Rudolf)

Rudolf perlahan melihat Eveam.

"Puteriku, dan semua yang sudah meninggal, tidak mengharapkan perdamaian! Mereka berharap untuk melihat bibit-bibit kesengsaraan menghilang! Itu kalian, Evilia!" (Rudolf)

Itu adalah pernyataan perang. Dan pada saat itu, benag-benang perdamaian antara Humas dan Evilia hancur.

*Bakiiii*

Meja bundar yang ada ditengah mereka hancur. Aquinas melompat ke depan Eveam untuk melindunginya, bersamaan dengan prajurit manusia yang menjaga Rudolf. Semua orang melihat ke arah orang yang memulai ini.

"Jangan bercanda denganku, Rudolf!" (Judom)

Itu adalah Guild Master Victorias, Judom Lankars. Pukulannya menghancurkan meja tadi. Lengannya yang kuat bergetar dengan amarah.

"Judom, tidak peduli apapun yang kau katakan, semua ini sudah diatur." (Rudolf)

"Diam Rudolf! Kenapa... kenapa kau sebodoh ini!" (Judom)

"Sialan! Kau hanya seorang Guild Master, apa yang kau katakan pada Raja!" (Dennis)

"Jangan ikut campur kau, sialan!" (Judom)

Tekanan yang hebat mulai mengintimindasi PM Dennis dan tentara yang lain.

"Hii!" (Dennis)

Dennis terjatuh dengan memalukan. Reaksi tentara yang lain tidak separah Dennis, tapi mereka juga terintimidasi oleh keberadaan Judom dan mulai berkeringat dingin.

Konjiki no Wordmaster - Arc 3: Perang Antar RasBaca cerita ini secara GRATIS!