Nineteen

5.7K 222 12

"Rencana tentang Alfredo?! Apa maksud semua ini?" Batin Fienna penuh rasa penasaran.

******

Fienna tidak dapat menahan rasa penasarannya. Ia pun mengetik pesan pada pekerja Robert yang bernama Edo itu.

Robert: Rencana yang mana? Maaf, saya hari ini sangat sibuk sehingga melupakan rencana itu.

Fienna membaca ulang ketikannya untuk memastikan tidak ada yang mencurigakan. Lalu, Fienna menekan tombol send.

Hanya berselang beberapa detik, Edo sudah membalas pesan yang dikirimkan Fienna. Fienna membuka pesan itu dengan cepat.

Edo: Rencana yang bos minta untuk menjatuhkan putra tunggal dan perusahaan McLean itu."

Mulut Fienna menganga karena kaget dan shock saat membaca itu. Fienna men-screenshot pesan itu dan mengirim bukti screenshot itu ke ponselnya sendiri. Setelah itu, Fienna tidak lupa menghapus semua screenshot itu dari gallery ponsel Robert.

Lalu, Fienna menghapus kontak Edo dari daftar teman di ponsel Robert untuk menghapus jejak kesannya di hp Robert

Fienna meletakkan hp Robert ke tempat semula dengan terburu-buru ketika melihat Robert sudah keluar dari toilet.

Robert kembali ke tempat duduknya dan mengajak Fienna mengobrol seperti sebelumnya. Sedangkan Fienna lebih banyak berdiam diri. Dia ingin cepat cepat mengumpulkan agar rencana Robert dapat diutarakan di depan publik

Robert sedikit bingung karena Fienna tidak melawannya saat hendak diantar pulang. Biasanya cewek itu akan memilih untuk pulang sendiri dibanding pulang bersamanya naik mobil.

Setelah sampai ke rumah. Fienna segera masuk ke kamarnya dengan berlari. Dia menutup pintu kamarnya dan memutar kunci untuk memastikan tidak ada orang yang bisa masuk ke kamarnya.

Lalu, Fienna mengeluarkan hp-nya dan mengirim hasil screenshot-an nya ke laptopnya untuk data back up berjaga-jaga apabila dia tidak sengaja menghapus data itu dari hp.

Fienna mengirimkan pesan ke Alfredo. Ia ingin menolong Alfredo.

Fienna: Gue mau ketemu lo. Ada hal yang harus gue omongin. Penting!!

Fienna mengetukkan jarinya di meja nakas dengan tidak sabar sambil menunggu balasan dari Alfredo.

Waktu berjalan dengan cepat. Tanpa terasa, sudah sejam berlalu sejak Fienna mengirim pesan pada Alfredo dan tak kunjung menerima balasan. Alhasil, Fienna pun jatuh tertidur.

****

Alfredo berjalan mondar-mandir dengan uring-uringan di kamar apartemennya. Penampilan Alfredo sangat berantakan. Rambutnya terlihat acak-acakan. Dia hanya memakai kemeja lusuh yang tidak terkancing dan jeans belel.

Dia sudah tidak masuk ke kampus selama tiga hari. Alfredo tidak tahu apakah ia masih punya muka untuk masuk kampus atau tidak. Sebenarnya jauh di dalam hati Alfredo, dia merasa bingung. Dia tau bahwa dia bukan tinggal di negara yang menganut sistem bebas. Namun, dalam kasusnya berita terlalu cepat menyebar dan terlalu banyak kontra seperti ada api yang memicu kabar miring itu.

My Wild BoyBaca cerita ini secara GRATIS!