Chapter 109: Kekuatan Hiiro yang Sesungguhnya

3.1K 181 28

"Huh?" (Hiiro)

Saat Hiiro mendengar sebuah suara dari belakangnya, dia pun membalikkan badannya. Saat dia melakukannya, dia melihat 4 orang yang tadi sempat ia lihat.

"Hiiro Okamura...? Okamura Hiiro...? Tidak, mustahil... orang itu manusia...tapi suara ini..." (Taishi)

note: Hiiro Okamura ditulis dengan katakana (ヒイロ・オカムラ)

Okamura Hiiro ditulis dengan kanji (丘村日色)

Yang menggumamkan itu adalah Aoyama Taishi. Karena namanya yang baru saja ia dengar adalah nama yang sama dengan nama yang ia kenal, Taishi pikir kalau itu adalah orang yang sama dengan yang ia pikirkan. Namun sosok didepannya adalah Evilia. Orang yang ia kenal adalah manusia, orang yang dipanggil bersama ke dunia ini bersama mereka.

Walaupun tidak mungkin kalau dia adalah Evilia, tetapi nama dan suaranya mengingatkan Taishi pada seseorang.

Lalu, Hiiro pun melihat keempat orang itu sebentar, dan dia berpikir.

(Empat orang... manusia... ah, begitu ya!) (Hiiro

Akhirnya, setelah bersusah payah mengingatnya, Hiiro akhirnya menemukan jawabannya.

"Kalian, kelompok 4 orang Riajuu itu kan?" (Hiiro)

note: Riajuu itu orang yang sangat mencintai kehidupannya di IRL

TL note: yang Riajuu kebakar aja sana --"

"Ri-Riajuu? Ja-Jadi kau memang Okamura... Okamura kan!" (Taishi)

Kalimat 'Riajuu' tidak ada di dunia ini. Itulah mengapa Taishi beranggapan kalau Hiiro yang ada didepannya adalah Hiio yang mereka kenal.

(Kalau dipikir-pikir lagi mereka juga disini ya, mereka ini) (Hiiro)

Orang yang dipertanyakan itu pun memicingkan matanya sambil mengingat masa lalu.

"Eh... Okamura? Dia?" (Chika

Suzumiya Chika juga tidak percaya dan dia melihat Hiiro dengan curiga.

"Ta-Tapi, penampilannya..." (Shuri)

Minamoto Shuri juga memikirkan hal yang sama.

"Ta-Tapi suara itu memang suara Okamura-cchi, dia juga memakai kacamata. Lagipula aku yakin tidak ada orang lain lagi yang memiliki nama Hiiro Okamura." (Shinobu)

Termasuk Akamori Shinobu, para pahlawan pun berkumpul dengan mata keempatnya yang melebar.

Melihat keempat orang itu, Hiiro melihat mereka dengan dingin. Ditengah situasi ini, Hiiro melihat armor keempat orang itu yang kotor. Ekspresi mereka terlihat putus asa. Tubuh mereka bergetar.

"... begitu ya. Kalian dengan rela datang ke sini sebagai boneka kerajaan dan setelah bangun ke kenyataan, kalian mulai merangkak di tanah, ya?" (Hiiro)

Hiiro mengatakannya sambil mengejek.

"A-Apa?!" (Taishi)

Walaupun dia berniat untuk berteriak, namun tidak ada kekuatan sama sekali dalam teriakannya. Nada mereka sama seperti orang yang lemah yang mencoba berbicara kepada kelompok pembully.

"Yah, aku tidak peduli dengan kalian." (Hiiro

"A-!" (Taishi)

Saat Hiiro memutar badannya, karena mungkin kehilangan rasa tertarik, keempat orang itu menjadi tidak bisa bergerak karena sudah sangat ketakutan.

Konjiki no Wordmaster - Arc 3: Perang Antar RasBaca cerita ini secara GRATIS!