Page 9

2.9K 473 65

"Maaf karena tidak bisa menahan perasaanku, Ji... aku sudah berusaha."

Hati Jaehyun seakan hendak meledak saking terkejutnya. Chaeyeon menyukainya—yang sedang menyamar sebagai seorang gadis? Ini memilukan dan tak pernah sekali pun terbesit di pikirannya.

Tapi melihat air mata Chaeyeon terus berderai, benak Jaehyun pun mulai disambangi perasaan tidak nyaman. Entah karena ia tak tahu harus berbuat apa atau karena masih terkejut tentang fakta mencengangkan itu, Jaehyun tidak tahu.

Hingga sebuah dorongan yang tak ia mengerti dari mana datangnya, membuat Jaehyun seketika melangkahkan kaki untuk mengikis jaraknya dengan Chaeyeon. Ia dekap gadis yang hatinya tengah bersedih itu lantas membuka kancing jaketnya untuk berbagi kehangatan dengan Chaeyeon.

"Tidak ada yang salah, Chae... seluruh makhluk hidup di bumi ini, bahkan penghuni Uranus pun, pasti akan kesulitan menahan diri untuk tidak jatuh ke dalam pesonaku." Jaehyun malah mengucapkan hal konyol. Namun itu justru berhasil membuat sungai kecil di pelupuk Chaeyeon berhenti mengalir.

Gadis itu melepaskan diri dari pelukan sahabatnya.

"Kau enggak marah, Ji?" tanya Chaeyeon. Bukannya menjawab, Jaehyun malah menggeladikkan tangan untuk meraih pipi milik gadis itu. Menyeka air mata yang membuat wajahnya memerah seperti kepiting rebus. Sepasang maniknya menyusuri tiap jemang dari paras jelita itu. Hingga terukirlah seulas senyum dari bibir Jaehyun.

Jaehyun lagi-lagi merasa bahwa tubuhnya sedang lepas kendali. Ia memajukan wajahnya pelan-pelan, kemudian memberikan sebuah sapuan lembut di bibir gadis itu dengan bibirnya. Sentuhan itu sontak membuat Chaeyeon membelalakkan mata.

Jihyun menciumku?

Setelah sekitar lima detik memejamkan mata seraya merasakan bibirnya yang sedang menyatu dengan milik seorang gadis, Jaehyun pun langsung seketika tersadar kalau apa yang sedang ia lakukan ini tidak benar. Buru-buru ia mengendurkan bibirnya yang membulat dan melebarkan jarak wajahnya dengan Chaeyeon.

"Maaf..." ucap Jaehyun dengan napas yang tersengal. Ia tak bisa menekan detak jantungnya yang berpacu hebat.

Chaeyeon bergetar saat menyentuhkan ujung jemarinya ke bagian bibir. Gadis itu terlihat amat terkejut.

"Maaf, aku cuma bermaksud meyakinkanmu bahwa enggak ada hal yang perlu kau khawatirkan. Kau tak perlu repot-repot menghindariku dan menyiksa dirimu sendiri." celoteh Pemuda Jung itu lagi dan berhasil mengembangkan seulas senyum dari kedua sudut bibir Chaeyeon.

"Ayo, segera pulang..." Jaehyun kembali meraih jari-jari lentik itu untuk ia genggam dan menuntunnya berjalan menuju asrama.

Tanpa Chaeyeon tahu, hati Jaehyun masih sulit menyetabilkan detak jantungnya. Pipinya terasa panas. Bahkan dinginnya angin malam tak bisa mengatasinya.

***

Pagi ini terasa berbeda dari kemarin dan beberapa hari yang lalu. Tentu saja, karena Chaeyeon tak perlu lagi buru-buru berangkat sebelum teman sekamarnya itu bangun. Bahkan pagi ini ia sengaja mengabaikan ponselnya yang bergetar sebagai alarm dan melanjutkan tidur pulasnya.

"Chae, bangun..." sebuah suara berat sekaligus guncangan pada pundak sontak membuat perjalanan Chaeyeon di alam bawah sadar tergugah. Ia lantas mengerjap-ngerjapkan matanya yang masih menempel. Samar-samar ia menangkap refleksi seseorang di depannya. Chaeyeon pun langsung bangkit saat menyadari bahwa itu adalah Jaehyun.

"Kenapa kau mengenakan itu?" heran Chaeyeon sambil menunjuk celemek yang membalut tubuhnya.

"Aku baru saja masak, lo!" seru Jaehyun dengan riang.

My Lesbian Roommate [✔]Baca cerita ini secara GRATIS!