Eighteen

6.2K 209 8

"Rasanya gue kenal orang di foto ini." Gumam Fienna.

Dua detik kemudian, Fienna menepuk dahinya sendiri.

"Ini kan foto gue sama Alfredo di belakang kampus. Kenapa foto ini ada di majalah? Jangan bilang ada yang nyebarin foto dan berita ini!!" Seru Fienna panik.

*******

Alfredo memacu motornya dengan kecepatan di atas rata-rata. Dia melajukan motornya menuju kampusnya untuk menyelidiki kasus yang menimpanya. Lebih tepatnya, dia sedang mencari orang yang menyulut api dalam berita tentang dirinya itu.

Alfredo memarkirkan motornya sembarangan. Ia berjalan cepat menuju ke ruang senat di kampusnya. Lalu, ia menanyakan para mahasiswa-mahasiswi disana untuk mengorek informasi yang berkaitan dengan kasus itu.

Jawaban yang didapat Alfredo sungguh mengejutkan, bahkan para petinggi maupun anggota senat yang bepergaulan luas sekalipun sama sekali tidak mengetahui siapa yang membocorkan berita itu. Perilisan artikel tentang dirinya di media pun menjadi semakin mencurigakan. Ini seperti sebuah misi rahasia yang dilakukan seorang ahli. Umumnya, seorang mahasiswa biasa pasti akan meninggalkan jejak. Namun, kali ini bersih. Tidak ada satupun jejak yang mengarah pada pelaku.

Alfredo memijit pangkal hidungnya. Kejadian ini mau tak mau telah menyita sebagian besar pikirannya dan membuatnya stress. Alfredo tetap mencoba berpikir optimis. Ia yakin pelaku itu akan ia temukan. Bahkan seorang ahli sekalipun pasti akan meninggalkan jejak walaupun samar, dan Alfredo yakin ia bisa menemukan jejak itu.

Alfredo meninggalkan kampus dengan perasaan kecewa karena tidak menemukan apa-apa di kampus. Kemudian, ia kembali ke apartemennya. Sudah beberapa hari terakhir, Alfredo tidak pulang ke rumahnya. Ia merasa sangat bersalah pada kedua orangtuanya sehingga tidak ingin orangtuanya terus menerus memikirkan masalahnya. Oleh karena itu, ia tidak kembali ke rumah dan berharap orangtuanya dapat melupakan masalahnya.

Alfredo membanting tubuhnya di atas ranjang. Seluruh tubuhnya terasa pegal dan lelah karena seharian terus menerus tidak berhenti bergerak. Sedari tadi, Alfredo memang tidak berhenti mencari tahu tentang pelaku yang merusak reputasinya itu.

Walaupun lelah, Alfredo tetap tidak bisa tidur. Ia sama sekali tidak merasa mengantuk. Meskipun waktu telah menunjukkan pukul 1 dini hari, tetapi Alfredo tetap terjaga.

Ia mengotak-atik laptopnya dan membuka setiap media sosial yang dia miliki dan melihat history post nya satu per satu. Sedangkan ponselnya dibiarkan dalam keadaan silent. Tanpa diketahui Alfredo, ada sebuah panggilan yang masuk ke hp-nya saat itu.

Lalu, kilasan kenangan bersama Fienna melintas di kepalanya begitu saja. Setiap momen bersama Fienna itu terus memenuhi benaknya. Seandainya Mike dan Robert tidak muncul dalam hubungan percintaan mereka secepat itu, mungkin saat ini mereka sedang berkencan dengan bahagia.

Alfredo mencoba berpikir realistis dan menerima keadaan. Ia mencoba menghilangkan Fienna dari benaknya. Di tengah usahanya melupakan Fienna, tubuhnya tidak kuat lagi menanggung bebannya dan jatuh terlelap. Sebelum Alfredo benar-benar tertidur, wajah Fienna membayangi pikirannya.

******

Fienna baru saja hendak mematikan lampu tidurnya saat tiba-tiba ringtone HP-nya berbunyi tanda pesan masuk. Tadinya Fienna ingin mengabaikan pesan itu karena mengira pesan itu berasal dari operator kartu langganannya. Namun, karena penasaran Fienna akhirnya mengambil hp-nya dan membaca pesan itu. Ternyata pesan itu dari Robert.

My Wild BoyBaca cerita ini secara GRATIS!